OMAH Library bersama Universitas Mercu Buana, Universitas Tarumanagara, dan didukung IAI Banten dengan bangga mengadakan acara “How to do Architecture Research Towards the Future of Architecture in Indonesia?”.
Proses desain yang secara umum dimengerti oleh publik bersifat intuitif & tidak terprediksi. Di sisi lain, banyak praktisi & akademisi arsitektur yang melakukan proses riset untuk memahami ulang dinamika yang terjadi dalam proses desain. Lalu pertanyaan besarnya apakah benar seintuitif itu?
Dinamika terjadi pada awal mendesain: ada kondisi yang kompleks & spesifik yang melingkupi suatu proyek, seperti: brief dari klien, kondisi iklim, ergonomi pengguna, filosofi desain, dan latar belakang sejarah. Dinamika tersebut tertuang dalam tulisan, riset, dan rekaman penelaahan.
Proses menulis & meriset yang dikombinasikan dengan praktik mendesain menjadi ajang untuk mengelaborasi berbagai referensi ke dalam konteks spesifik yang menjadi brief perencanaan. Dengan begitu akan terlihat lapisan wawasan yang tertuang, juga kejernihan proses pengujian hipotesis.
Melalui acara ini, kami mengajak rekan-rekan untuk berdiskusi & berbagi teknik-teknik menulis & meriset untuk menjadi dasar pendalaman riset, praktik, dan proses menulis sebagai gerbang untuk mewujudkan budaya arsitektur indonesia yang lebih terelaborasi. Elaborasi ini merupakan sebuah janji untuk tidak terpaku pada masa kini & masa lalu, tetapi justru menjadikannya referensi untuk membangun masa depan. Sudah saatnya kita berdiskusi, berkolaborasi, dan memahami pola-pola dasar untuk melihat bisa dibawa ke mana arsitektur di Indonesia.
(Peserta IAI mendapatkan nilai KUM 3)
Minggu, 25 Juni 2023
di OMAH Library
13:00-15:30 WIB
Pembicara:
Tin Budi Utami
Universitas Mercu Buana
“Architecture Research for a Better Future”
Speakers:
Mohammad Cahyo Novianto
Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia
“Dari Riset Kembali Kepada ‘Re-Search'”
Eka Swadiansa
Studio OSA
“Praktisi Menulis Mengapa Tidak?”
Hendrick Tanuwidjaja
Mindfulness Hub
“Menelusuri & Meledakan Batas Diri Dengan Riset”
Summary | How to do Architecture Research Towards the Future of Architecture in Indonesia?
[Summary] “How to do Architecture Research Towards the Future of Architecture in Indonesia?” Pada Minggu, 25 Juni 2023, OMAH Library bersama Universitas Mercu Buana, Universitas Tarumanagara, dan didukung IAI Banten telah mengadakan kelas yang bertajuk “How to do Architecture Research Towards the Future of Architecture in Indonesia?”. Kelas diisi oleh…
Lecture Video | How to do Architecture Research Towards the Future of Architecture in Indonesia?
Pada Minggu, 25 Juni 2023, OMAH Library bersama Universitas Mercu Buana, Universitas Tarumanagara, dan didukung IAI Banten telah mengadakan kelas yang bertajuk “How to do Architecture Research Towards the Future of Architecture in Indonesia?”. Kelas diisi oleh empat pemapar dan satu penanggap yang memberikan poin-poin mengenai pentingnya riset dan menulis…
Video
OMAH Talks
OMAH Talks is the archive of casual discussion about things beyond architecture from various thinkers. This is the discussion by the practicioners which can be acessed for free. The discussion is personal, which sometimes note the contributions of the individuals to the ecosystem by knowledge disseminations.


Mengajak anak-anak muda Indonesia yang bergerak di bidang arsitektur untuk berbagi kisah perjalanan di OMAH Library. Jalan menekuni arsitektur tidaklah mudah, banyak yang harus dipelajari, dari teori, praktik, hingga etika.


Perjalanan Mengenal Indonesia dalah sebuah kelas yang mengupas kisah penjelajahan-penjelajahan tentang arsitektur dan vernakularitas di Indonesia. Kelas ini merupakan hasil kerjasama dari Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia bersama OMAH Library, dan penjelajah-penjelajah yang mengarungi belantara arsitektur di Indonesia.


This class tries to explore ways to fight for belief and love for architecture, starting from the discourse that everyone is unique and has their spesific problems, or “struggle for life”. Therefore, every individual innovates with strategies and tactics by contributing to the surrounding ecosystem.


Di dalam “Hermit of Architecture”, ada setidaknya 5 cara hermits yang dapat dipelajari yang diturunkan dari filosofi Nicomachean-Aristoteles, seperti Nous (kearifan intelektual), Techne (kearifan teknikal), Phronesis (kearifan taktikal), Episteme (wawasan pengetahuan), dan Sophia (kecintaan dan refleksi).


OMAH Library mengadakan acara kelas Wacana Arsitektur “Do and Don’t” bersama tujuh narasumber terkait dengan filosofi, sejarah, teori, kritik, kurasi, cara bercerita, dan menulis.


Kelas Wacana Omah Library yang kedua setelah seri Do dan Don’t ini bertujuan untuk mendapatkan stimulus wacana yang terjadi di dalam sisi pribadi, proses pembuatan karya dan sisi eksternal yang terjadi di dalam kota.


Di antara permutasi dari kemungkinan variasi metode yang ada, kuliah ini merupakan salah satu bentuk sebuah metode melawan strukturnya pemikirannya sendiri, untuk kemudian mempertanyakan, menjawab pertanyaan sendiri, lalu mendapatkan metode yang baru.


Arsitektur perlu dimengerti dari sudut pandang epistemologi: yakni meletakkan bangunan bukan hanya sebagai sebuah bentuk fisik, tapi juga pengubah lingkungan yang berfungsi secara sosial, kultural dan ekonomi.


Setiap arsitek mengalami sisi – sisi yang melelahkan di dalam proses berkreasi. Ia terlibat di dalam kerja komunal ataupun kerja yang sendiri dan retrospektif. Ia akan dilatih untuk peka terhadang gambar yang berisikan ruang, bentuk dan tatanan.












