Against Method

Di dalam bukunya berjudul Peta Metode Desain yang diterbitkan dalam bentuk e-book pada bulan Mei 2020, Agustinus Sutanto menarasikan metode desain arsitektur yang terbagi ke dalam 4 wilayah: Dunia Seni, Dunia Sains, Dunia Perilaku, dan Dunia Lingkungan. Keempat dunia ini dapat berdiri sendiri, sekaligus menjadi jembatan antar pengetahuan. Walaupun memaparkan sekitar 30 metode desain yang berbeda-beda, buku adalah pembuka yang menjadikan metode sebagai sebuah pembuka jalan Yang menawarkan sebuah titik tolak imajinasi pembaca akan penelusuran perjalanannya masing-masing.

Di antara permutasi dari kemungkinan variasi metode yang ada, kuliah ini merupakan salah satu bentuk di mana sebuah metode melawan strukturnya pemikirannya sendiri, untuk kemudian mempertanyakan, menjawab pertanyaan sendiri, lalu mendapatkan metode yang baru yang merupakan evolusi dari metode sebelumnya. Kuliah ini adalah refleksi terhadap tahapan – tahapan melalui proses desain dengan eksplorasi yang optimal.


Against Method | Ep. 4 Diskusi – Agustinus Sutanto

Bagian ini merupakan rangkaian diskusi di dalam kelas Against Method yang berlangsung. Dengan panelis Agustinus Sutanto, Nanda Widyarta, dan Anas Hidayat. Dimoderatori oleh Realrich Sjarief. Di dalam bukunya berjudul Peta Metode Desain yang diterbitkan dalam bentuk e-book pada bulan Mei 2020, Agustinus Sutanto menarasikan metode desain arsitektur yang terbagi ke dalam 4 wilayah: Dunia Seni,…

Against Method | Ep. 3 Tanggapan – Nanda Widyarta

Sesi ini adalah sesi tanggapan yang menghadirkan Nanda Widyarta untuk membedah presentasi dan isi buku Agustinus Sutanto secara teoris dan historis. Di dalam bukunya berjudul Peta Metode Desain yang diterbitkan dalam bentuk e-book pada bulan Mei 2020, Agustinus Sutanto menarasikan metode desain arsitektur yang terbagi ke dalam 4 wilayah: Dunia Seni, Dunia Sains, Dunia Perilaku,…

Against Method | Ep. 2 Tanggapan – Anas Hidayat

Sesi ini adalah sesi tanggapan yang menghadirkan Anas Hidayat untuk membedah presentasi dan isi buku Agustinus Sutanto secara reflektif. Di dalam bukunya berjudul Peta Metode Desain yang diterbitkan dalam bentuk e-book pada bulan Mei 2020, Agustinus Sutanto menarasikan metode desain arsitektur yang terbagi ke dalam 4 wilayah: Dunia Seni, Dunia Sains, Dunia Perilaku, dan Dunia…

Against Method | Ep. 1 Presentasi – Agustinus Sutanto

Di dalam bukunya berjudul Peta Metode Desain yang diterbitkan dalam bentuk e-book pada bulan Mei 2020, Agustinus Sutanto menarasikan metode desain arsitektur yang terbagi ke dalam 4 wilayah: Dunia Seni, Dunia Sains, Dunia Perilaku, dan Dunia Lingkungan. Keempat dunia ini dapat berdiri sendiri, sekaligus menjadi jembatan antar pengetahuan. Walaupun memaparkan sekitar 30 metode desain yang…

Pilihan kelas OMAH Talks lainnya:

Mengajak anak-anak muda Indonesia yang bergerak di bidang arsitektur untuk berbagi kisah perjalanan di OMAH Library. Jalan menekuni arsitektur tidaklah mudah, banyak yang harus dipelajari, dari teori, praktik, hingga etika. 

Perjalanan Mengenal Indonesia dalah sebuah kelas yang mengupas kisah penjelajahan-penjelajahan tentang arsitektur dan vernakularitas di Indonesia. Kelas ini merupakan hasil kerjasama dari Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia bersama OMAH Library, dan penjelajah-penjelajah yang mengarungi belantara arsitektur di Indonesia.

This class tries to explore ways to fight for belief and love for architecture, starting from the discourse that everyone is unique and has their spesific problems, or “struggle for life”. Therefore, every individual innovates with strategies and tactics by contributing to the surrounding ecosystem.

Di dalam “Hermit of Architecture”, ada setidaknya 5 cara hermits yang dapat dipelajari yang diturunkan dari filosofi Nicomachean-Aristoteles, seperti Nous (kearifan intelektual), Techne (kearifan teknikal), Phronesis (kearifan taktikal), Episteme (wawasan pengetahuan), dan Sophia (kecintaan dan refleksi).

Contextual Method / Metode Kontekstual membahas desain dari sudut pandang latar konteks dan metode desain dari panelis-panelis yang memiliki pengalaman khusus yang telah mereka pupuk hingga sekarang.

Telah hadir empat pembicara dari beragam regional yang akan membagikan kisah maupun pemikiran mereka dalam berkecimpung dan berkreasi di platform literasi arsitektur.

Kelas Wacana Omah Library yang kedua setelah seri Do dan Don’t ini bertujuan untuk mendapatkan stimulus wacana yang terjadi di dalam sisi pribadi, proses pembuatan karya dan sisi eksternal yang terjadi di dalam kota. 

Agustinus Sutanto menarasikan metode desain arsitektur yang terbagi ke dalam 4 wilayah: Dunia Seni, Dunia Sains, Dunia Perilaku, dan Dunia Lingkungan.

OMAH Library mengadakan acara kelas Wacana Arsitektur “Do and Don’t” bersama tujuh narasumber terkait dengan filosofi, sejarah, teori, kritik, kurasi, cara bercerita, dan menulis.

Arsitektur perlu dimengerti dari sudut pandang epistemologi: yakni meletakkan bangunan bukan hanya sebagai sebuah bentuk fisik, tapi juga pengubah lingkungan yang berfungsi secara sosial, kultural dan ekonomi.

Membahas “Nusantara” bersama 11 narasumber dengan 11 sudut pandang berbeda: reposisi, kritisisme, teori, sejarah, kurasi, cerita, tulisan, rekonstruksi – budaya, ruang publik, filosofi dan refleksi.

Kelas ini akan membahas satu-persatu perjalanan arsitektur mulai dari modernism, postmodernism, regionalism hingga refleksi yang akan dibawakan oleh pembicara-pembicara yang tentunya seru dan menarik. 

Setiap arsitek mengalami sisi – sisi yang melelahkan di dalam proses berkreasi. Ia terlibat di dalam kerja komunal ataupun kerja yang sendiri dan retrospektif. Ia akan dilatih untuk peka terhadang gambar yang berisikan ruang, bentuk dan tatanan.

Kelas ini akan membahas tentang perjalanan karir seorang Master Arsitektur di Indonesia dan dunia seperti Mies Van De Rohe hingga Y.B. Mangunwijaya yang memberikan pengaruh dalam perkembangan arsitektur.

Pembahasan mendalam tentang buku-buku karya Jacques Derrida, Roland Barthes, Eladio Dieste, dan beberapa lainnya untuk memahami vista penulis serta diskursus yang mereka lahirkan.