Studio yang Tidak Menetap

Studio kami beberapa kali berpindah tempat. Bukan karena terpaksa semata, melainkan karena kami memang tidak ingin terlalu terikat pada satu ruang. Setiap kali pindah, kami mulai lagi dari awal: menata ulang, membaca ulang bagaimana orang duduk, bekerja, dan berbicara di ruang yang baru. Perpindahan itu melelahkan, tetapi kami memilihnya, karena kami percaya sebuah studio tidakContinue reading “Studio yang Tidak Menetap”

Menerbitkan yang Belum Tentu Laku

Ada satu jenis buku yang barangkali tidak semua penerbit mau menerbitkannya. Bukan karena buku itu tidak penting, melainkan justru karena kepentingannya tidak selalu bisa diukur dengan angka penjualan. Buku semacam itulah yang selama bertahun-tahun kami pilih untuk terbitkan. Dan kami melakukannya bukan karena kami merasa lebih mulia daripada siapa pun, melainkan karena kami percaya adaContinue reading “Menerbitkan yang Belum Tentu Laku”

Berpindah Dunia di Satu Studio

Tim-tim di studio kami punya nama yang terdengar seperti mata kuliah filsafat: Sophia, Episteme, Phronesis, Techne, Analytic, Strategic, dan masih ada beberapa lagi. Orang sering tersenyum ketika pertama kali mendengarnya. Tetapi di balik nama-nama yang terdengar berat itu, yang sebenarnya kami bangun sederhana sekali: dunia-dunia kecil, masing-masing dengan bahasanya sendiri. Ada dunia yang hidup diContinue reading “Berpindah Dunia di Satu Studio”

Book Donation – Veronika

Bertahun-tahun Bu Veronika melewati Guha dan hanya melihatnya dari luar. Rumahnya beberapa langkah saja dari sini, tetapi ia belum pernah masuk. Meski begitu, hampir lima tahun lalu ia sudah pernah datang mengantarkan buku, dan pada 23 Juni kemarin ia datang lagi, kali ini membawa kembali buku-buku koleksi keluarganya. Baru pada kunjungan kedua itulah kami mengajaknyaContinue reading “Book Donation – Veronika”

Book Launching | Everywhere & Nowhere: The Aesthetics of Growing Pains

“So a new journey has begun and I surrender all my pre-determined fantasies of my becoming, allowing the universe to decide what’s next. Allowing ourselves. To. Just. Live.” Dengan bangga OMAH Library mempersembahkan buku terbaru yang lahir dari refleksi seorang penulis muda, Karina Dwipayana. Kali ini bergeser dari tema arsitektur, “Everywhere & Nowhere” adalah sebuahContinue reading “Book Launching | Everywhere & Nowhere: The Aesthetics of Growing Pains”

Everywhere & Nowhere

Imagine the anatomy of early-adulthood dissected through ink—and now you have it. A diary-ish. The mise-en-scene of this manuscript dissects the silent voices of, Thank You’s, I Love You’s, I Miss You’s, I’m Sorry’s– orchestrated by the questionings of being and becoming. And they are YOURS too. Find yourselves mapped along the pages and inContinue reading “Everywhere & Nowhere”

Naik dan Berputar

Ada kuil-kuil yang menuntut kita mendaki. Di Fushimi Inari, di Kyoto, ribuan gerbang merah menuntun orang naik melewati lereng gunung, satu gerbang demi satu gerbang, tangga demi tangga, sampai ke puncak. Yang menarik, ketika akhirnya sampai di atas, sering tidak ada apa-apa di sana yang megah. Hanya pepohonan, keheningan, dan langit. Orang-orang yang pernah keContinue reading “Naik dan Berputar”

Meja yang Satu Lagi

Ada satu hal yang selalu membuat kami tersenyum setiap kali membaca surat-surat perpisahan anak magang di studio ini. Surat itu seharusnya berisi pelajaran arsitektur: gambar kerja, konsep, kunjungan lapangan. Dan memang berisi itu semua. Tetapi hampir di setiap surat, di sela-sela ucapan terima kasih untuk para mentor, satu nama lain terus muncul, disebut dengan sayangContinue reading “Meja yang Satu Lagi”

Keluarga Bogor

Suatu hari kami rapat di Bogor, membicarakan salah satu pasar di sana. Rapatnya berjalan seperti rapat biasa. Yang tidak biasa adalah oleh-olehnya: pulang dari sana, kami diberi seekor kambing Nigerian Dwarf. Kambing itu kami beri nama Bogor, sesuai kota tempat ia datang. Dan karena di lahan sesempit ini halaman adalah barang mewah, kandangnya kami buatkanContinue reading “Keluarga Bogor”

Dua Kata di Punggung Buku

Kalau ada yang bertanya untuk siapa sebenarnya perpustakaan ini ada, jawabannya tidak perlu kami karang panjang-panjang. Ia sudah tercetak di punggung buku-buku yang kami terbitkan sendiri. Lihatlah judul-judulnya: Filsafat Arsitektur untuk Mahasiswa. Teori Arsitektur untuk Mahasiswa. Cara Menulis Sejarah Arsitektur untuk Mahasiswa. Buku demi buku, dua kata yang sama terus kembali di ujung judulnya, sepertiContinue reading “Dua Kata di Punggung Buku”