Di Guha ada pohon-pohon, dan ada hewan. Marmut, kelinci, kambing. Mereka bukan sekadar penghuni tambahan, lama-lama kami sadar mereka bagian dari cara tempat ini menjaga kewarasan orang-orang di dalamnya. Ada sesuatu yang menenangkan dari memegang, atau sekadar berada di dekat, makhluk yang hidup. Banyak orang bilang itu pelepas stres, dan memang begitu terasanya. Tetapi kalauContinue reading “Yang Tidak Bisa Kita Perintah”
Tag Archives: life
Rak yang tidak menghalangi
Orang yang datang ke OMAH mungkin mengira rak-rak buku di sana disusun sekadar untuk menampung sebanyak mungkin buku. Sebenarnya tidak. Susunan rak di sini kami pikirkan cukup lama, karena ternyata cara menata rak buku punya ilmunya sendiri, dan ilmu itu bukan tentang kapasitas, melainkan tentang bagaimana orang melihat dan bergerak. Persoalan utamanya adalah ruangnya kecil.Continue reading “Rak yang tidak menghalangi”
Experiencing – Meggiy Saputra
Kita sering mengira identitas adalah sesuatu yang utuh. Padahal, sebagian besar dari kita justru dibentuk oleh banyak hal yang datang dari tempat-tempat yang berbeda. Ada yang mewarisi bahasa dari satu kota, kebiasaan dari kota lain, cara berpikir dari tempat ia belajar, lalu perlahan menjadi seseorang yang tidak lagi dapat dijelaskan hanya oleh satu asal. Barangkali,Continue reading “Experiencing – Meggiy Saputra”
Adik Kami di Lantai Bawah
Di lantai paling bawah rumah ini tinggal adik kami. Namanya OMAH, sebuah perpustakaan. Kami menyebutnya adik bukan untuk lucu-lucuan: ia memang lahir belakangan dari studio ini, tumbuh menumpang di ruang-ruang kami, dan seperti semua adik, ia dibesarkan ramai-ramai. Rak-rak bukunya kami desain dengan satu keputusan yang mungkin terdengar aneh untuk sebuah perpustakaan: supaya orang dudukContinue reading “Adik Kami di Lantai Bawah”
Adik Kami di Lantai Bawah
Di lantai paling bawah rumah ini tinggal adik kami. Namanya OMAH, sebuah perpustakaan. Kami menyebutnya adik bukan untuk lucu-lucuan: ia memang lahir belakangan dari studio ini, tumbuh menumpang di ruang-ruang kami, dan seperti semua adik, ia dibesarkan ramai-ramai. Rak-rak bukunya kami desain dengan satu keputusan yang mungkin terdengar aneh untuk sebuah perpustakaan: supaya orang dudukContinue reading “Adik Kami di Lantai Bawah”
Arti Mumpuni
Ada malam-malam di OMAH yang berakhir jauh lewat tengah malam. Salah satunya kami ingat betul, seorang guru kami duduk berdiskusi dengan anak-anak muda sampai jam 1 pagi. Tidak ada hitungan waktu, atau materi yang menahannya di situ, tidak ada kewajiban, tidak ada acara yang belum selesai. Ia bertahan karena percakapannya belum selesai. Kami yang seharusnyaContinue reading “Arti Mumpuni”
Experiencing – Novita & Ellerie, Ria & James
Ada kalanya, keajaiban sebuah ruang tidak terletak pada seberapa megah bentuk visualnya, melainkan pada kemampuannya untuk menjadi saksi atas perjumpaan-perjumpaan yang tidak direncanakan. Experiencing Guha kali ini mempertemukan dua keluarga yang sebelumnya tidak saling mengenal: Kak Ria bersama putranya James, dan Kak Novita bersama si kecil Elleri. Tanpa direncanakan, perjumpaan ini menumbuhkan kehangatan yang mengalirContinue reading “Experiencing – Novita & Ellerie, Ria & James”
Book Donation – Sahabat OMAH
Sebuah buku mungkin sudah selesai dibaca oleh pemiliknya, tetapi bukan berarti perjalanannya harus selesai. Ada kesempatan untuk dibaca kembali, ditemukan orang lain, dan memberi manfaat dengan cara berbeda. Pada akhir Juli lalu, paket-paket buku tiba di Guha melalui kurir JNE. Tidak ada perjumpaan langsung atau obrolan serah terima. Namun, tumpukan kardus itu membawa kehangatannya sendiri.Continue reading “Book Donation – Sahabat OMAH”
Yang Tidak di Balik Meja
Tidak semua orang di studio kami bekerja di balik meja. Sebagian pekerjaan justru menuntut orang terus bergerak. Tim yang mengurus pengecekan lapangan, misalnya, lebih banyak berada di tapak daripada di ruang kerja. Tim yang memikirkan strategi berpindah dari satu pertemuan ke pertemuan lain. Mereka bekerja dengan laptop di tangan, dari mana saja mereka berada, danContinue reading “Yang Tidak di Balik Meja”
Memberi Alamat pada Buku
Ada satu pekerjaan di perpustakaan ini yang hampir tidak pernah difoto: mengkatalog. Duduk berjam-jam di depan tumpukan buku, mengangkat satu demi satu, mencatat judul, penulis, penerbit, tahun, lalu memberinya nomor dan tempat di rak. Pekerjaan yang pelan, berulang, dan tidak akan pernah muncul di halaman mana pun sebagai prestasi. Kami mengerjakannya dengan sumber daya yangContinue reading “Memberi Alamat pada Buku”
