Experiencing – Rania, Dianra dan Ayu

Persahabatan yang baik ternyata tahan jarak. Tiga sahabat sejak SMA dari Bali, kini hidup di jalur masing-masing, pekan ini menjadikan Guha sebagai titik temu.

Kak @raniatus datang paling awal, baru kembali dari Bandung, dengan koper besar yang masih menemani sampai Guha. Kak @dianrawhy dan Kak @cerintan menyusul, setelah sempat tersasar ke OMAH Library Guha Boboto. Rupanya dua Guha bisa membingungkan juga.

Di foyer, mereka memperhatikan lantai beton dengan nat kaca, bukan hanya idenya, tetapi keterampilan tukang yang mewujudkannya. Di basement, suasananya begitu nyaman hingga membuat mereka mengantuk, dan bagi kami itu pujian, perpustakaan memang sengaja ditenggelamkan ke bawah tanah supaya sejuk alami, kantuk adalah tanda desainnya bekerja.

Kesan mereka pun beragam. Dewa Ayu merasa tidak menyangka rumah dan tempat kerja bisa se-meaningful ini, setiap sudut bener-bener positif librasinya, dan kata librasi itu terlalu bagus untuk kami koreksi. Dianra menulis, ia belajar banyak tentang bagaimana rumah ini dibangun. Sementara Rania melihat hubungan ruang privat dan publik sebagai “interesting sandwich program”, sekaligus menitipkan harapan agar OMAH memiliki program membership untuk mendemokratisasikan pengetahuan. Permintaan itu kami catat baik-baik.

Hari itu kami teringat teori small world: dunia yang kecil, eksperimen Stanley Milgram dulu menunjukkan bahwa manusia mana pun di bumi rata-rata terhubung hanya dalam sekitar beberapa langkah perkenalan. Tetapi sahabat lama memendekkannya menjadi nol langkah, teman bisa sampai menjadi saudara, dan lingkaran itu terus berputar. Di tengah lingkaran itu, selalu ada tempat untuk bertemu. Kami juga teringat tradisi “adda” dari Kalkuta, tradisi berkumpul untuk bertanya dan bertukar pikiran tanpa terburu-buru. Tiga sahabat yang berbincang dari foyer hingga basement, tanpa diburu waktu, terasa seperti “adda” kecil yang hidup.

Terima kasih Dianra, Rania, dan Dewa Ayu. Semoga rumah ini terus menjadi titik temu bagi lingkaran-lingkaran baik seperti milik kalian. Sampai bertemu di kunjungan berikutnya.

#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #LearningThroughSpace #GuhaTheGuild
(rs, ir, hs, fm)


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Bittersweet Memories In Design Experience | 68. Anton Siura

Di tengah pesatnya urbanisasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tantangan perubahan iklim, membangun lanskap tidak lagi sekadar urusan estetika. Ia adalah upaya merajut ketahanan. Menjaga kesadaran itu bukanlah proses yang singkat, dan bagi Anton Siura, hal tersebut telah menjadi perjalanan profesionalnya selama lebih dari dua dekade. Dalam kultur industri yang sering…

Book Launching | Rumah Bosar, Karya Arsitektur Kayu Dayak Pesaguan

Dengan penuh sukacita, Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia bersama OMAH Library mempersembahkan buku terbaru yang lahir dari ikhtiar panjang untuk mendokumentasikan, merawat, dan melestarikan khazanah arsitektur Nusantara sebagai warisan pengetahuan bagi generasi kini dan mendatang. Gagasan mengenai ruang, material, dan tektonika ini pertama kali dipaparkan secara lisan dalam forum PMI #20 pada 2022.…

Event | OMAH Library Upcoming Event 2026

#kelasOMAH Halo teman-teman Restless Spirit! kami di OMAH Library sangat bersyukur bisa terus tumbuh dan belajar bersama kalian sepanjang tahun ini. Saat ini, OMAH Library memiliki beberapa seri kelas seperti Dara(h) Muda, Bittersweet Memories in Design Experience, Arsitek(tur) Mumpuni, Perjalanan Mengenal Indonesia, bedah buku dan berbagai seri kelas lainnya. Berikut…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading