Book Donation – Carissa

29 Juli lalu, sebuah kiriman buku diletakkan dengan tenang di depan pintu Guha. Kehadirannya kembali memperkaya cerita yang ada di balik setiap buku yang ada di rak-rak kami.

Ketika kami menghubunginya, Kak Carissa membagikan sebuah pesan yang manis. “Saya ingin bukunya bisa dipergunakan dengan baik, Karena pas saya masih memiliki bukunya, saya jaga dengan baik. Dan kalau bisa berguna buat orang banyak, saya lebih happy.” Terasa seperti sebuah tanggung jawab dan amanat yang hangat, untuk memastikan bahwa kasih sayang yang pernah ia curahkan pada buku-buku ini tidak berhenti di depan pintu kami, melainkan terus hidup dan memperpanjang usianya di tangan pembaca berikutnya.

Kalimat itu menyimpan makna yang dalam tentang melepaskan, kami belajar lagi tentang bagaimana kita memperlakukan pengetahuan dan cerita. Merawat buku selama memilikinya merupakan bentuk penghargaan personal. Namun, merelakannya pergi agar bisa dibaca oleh lebih banyak orang adalah bentuk kepedulian yang melampaui rasa kepemilikan. Kak Carissa memilih untuk memperpanjang usia buku-buku tersebut. Ia membiarkan kebahagiaannya bertumbuh seiring dengan bertambahnya pasang mata yang kelak membalik halamannya.

Kesadaran untuk melepaskan ini mengingatkan kami pada gerakan literasi global BookCrossing yang mekar pada awal tahun 2000-an. Gerakan tersebut digerakkan oleh filosofi yang sejalan dengan apa yang dilakukan Kak Carissa: “Jika kamu mencintai sebuah buku, biarkan ia bebas.” Alih-alih menyimpannya di lemari rumah, orang-orang dalam gerakan tersebut merelakan buku yang mereka rawat untuk diletakkan di bangku taman, gerbong kereta, atau meja kedai kopi. Tujuannya satu: membiarkan buku itu ditemukan orang asing, dibaca, dan diteruskan kembali perjalanannya dari satu kota ke kota lain tanpa berhenti di satu rak.

Sama seperti semangat tersebut, buku-buku yang tiba di Guha tidak dikumpulkan untuk sekadar dipajang menjadi hiasan ruangan. Mereka datang untuk memulai perjalanan barunya.

Terima kasih Kak Carissa. Buku-buku yang telah dijaga dengan penuh kasih ini sudah kami terima dengan hati-hati. Niat baik dan kebahagiaan itu kini siap diteruskan di rak-rak OMAH Library Guha Boboto.

(rs, ty, fm)


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Bittersweet Memories In Design Experience | 68. Anton Siura

Di tengah pesatnya urbanisasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tantangan perubahan iklim, membangun lanskap tidak lagi sekadar urusan estetika. Ia adalah upaya merajut ketahanan. Menjaga kesadaran itu bukanlah proses yang singkat, dan bagi Anton Siura, hal tersebut telah menjadi perjalanan profesionalnya selama lebih dari dua dekade. Dalam kultur industri yang sering…

Book Launching | Rumah Bosar, Karya Arsitektur Kayu Dayak Pesaguan

Dengan penuh sukacita, Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia bersama OMAH Library mempersembahkan buku terbaru yang lahir dari ikhtiar panjang untuk mendokumentasikan, merawat, dan melestarikan khazanah arsitektur Nusantara sebagai warisan pengetahuan bagi generasi kini dan mendatang. Gagasan mengenai ruang, material, dan tektonika ini pertama kali dipaparkan secara lisan dalam forum PMI #20 pada 2022.…

Event | OMAH Library Upcoming Event 2026

#kelasOMAH Halo teman-teman Restless Spirit! kami di OMAH Library sangat bersyukur bisa terus tumbuh dan belajar bersama kalian sepanjang tahun ini. Saat ini, OMAH Library memiliki beberapa seri kelas seperti Dara(h) Muda, Bittersweet Memories in Design Experience, Arsitek(tur) Mumpuni, Perjalanan Mengenal Indonesia, bedah buku dan berbagai seri kelas lainnya. Berikut…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading