Experiencing – Amelia dan Keluarga

Ada hal-hal yang tidak selesai hanya dengan melihat. Kadang, kita perlu berhenti, mendengar, bertanya, lalu membiarkan sebuah tempat bercerita lebih jauh. Pagi itu, Kak Amelia datang ke Guha bersama suami, adik, dan kedua orang tuanya yang sedang berkunjung dari Makassar. Sebelumnya, Kak Amelia sudah beberapa kali datang ke OMAH, menemani buah hatinya ke Rumah BukuContinue reading “Experiencing – Amelia dan Keluarga”

Experiencing – Tante Hera dan Keluarga

Pagi itu, untuk pertama kalinya Tante Hera @tan_herawati mengikuti tur di Guha, kali ini bersama anak-anaknya. Sebelumnya ia sudah beberapa kali kunjungan reguler ke Guha dan Boboto, kali ini mereka memilih menjelajahi seluruh Guha. Tante Hera meminta tur pagi itu dibawakan dalam bahasa Jawa setelah mengetahui pemandu pagi itu juga berasal dari Semarang. Maka sepanjangContinue reading “Experiencing – Tante Hera dan Keluarga”

Experiencing – 2 Rombongan (Filipina & Indonesia)

One of the visitors from Experiencing Guha left us with an impression that made us see this space differently: “Every corner here reveals a new layer, like walking through a Ghibli film.” The architecture in Studio Ghibli films carries principles worth learning from. Hayao Miyazaki designed the Ghibli Museum in Mitaka with the motto, “Let’sContinue reading “Experiencing – 2 Rombongan (Filipina & Indonesia)”

Experiencing – KKA UGM

Kali ini Kunjungan KKA UGM datang membawa satu pertanyaan, bagaimana sebuah tempat bisa memicu interaksi sosial. Tema kliah kerja arsitektur mereka tahun ini Rejuvenating Grounded Social Interaction, lahir dari keresahan sederhana, ruang publik di rumah mereka di Yogyakarta masih terbatas. Setelah berkeliling ke beberapa preseden, mereka akan merancang jawabannya bersama sama dan memamerkannya di WiswakharmanContinue reading “Experiencing – KKA UGM”

Experiencing – Thomas & Armelle

Sebagian orang datang mencari jawaban, sebagian lainnya datang karena pertanyaannya sudah lebih dahulu tumbuh. Mungkin, perjalanan yang menyenangkan memang dimulai dari rasa ingin tahu. Beberapa waktu lalu, kami menyambut Kak @tom_wijaya dan Kak @mellekaithl. Awalnya mereka mengikuti sesi kedua kunjungan di perpustakaan kami, lalu melanjutkan Experiencing Guha. Saat konteks Guha mulai diceritakan, keduanya saling berpandangan,Continue reading “Experiencing – Thomas & Armelle”

Book Donation – Kenneth

Ada buku-buku yang suatu hari selesai menemani satu rumah, tetapi bukan berarti selesai memberikan manfaat kepada orang lain. Beberapa waktu lalu, Kak Kenneth datang langsung ke OMAH Library membawa sejumlah buku dari koleksi keluarganya. Kami sempat berbincang tentang buku-buku tersebut. Semuanya merupakan buku interior design yang pernah menemani proses belajar keluarganya. Buku-buku ini pun dirawatContinue reading “Book Donation – Kenneth”

Api Kepercayaan

Ada dua anggapan yang setiap hari dibantah oleh padepokan kami, pelan-pelan, tanpa niat berdebat. Pertama, bahwa belajar arsitektur harus di sekolah formal. Kedua, bahwa belajar arsitektur harus berujung menjadi arsitek. Orang-orang datang ke sini dari berbagai arah, dan banyak yang pulang bukan sebagai arsitek. Dan itu tidak apa-apa. Itu justru intinya. Pendidikan formal sering berdiriContinue reading “Api Kepercayaan”

Experiencing – FOAID

In this country, “international” quietly tends to mean the West. Guests from Europe are received as an honor; guests from Asia, as an ordinary visit. Last month, 101 architects from India came, and we would rather call it by a truer name: a visit from distant kin. Last year, we were the ones who wentContinue reading “Experiencing – FOAID”

Kandang Kelinci

Salah satu proyek arsitektur kami yang paling kecil, dan diam-diam paling banyak mengajari kami. adalah sebuah kandang kelinci. Kedengarannya sepele, tetapi justru dari benda sekecil itu kami diingatkan bahwa arsitektur tidak hanya tentang manusia. Ia tentang siapa pun, atau apa pun, yang akan tinggal di dalam sebuah ruang. Kami tidak memulainya dari desain, kami memulainyaContinue reading “Kandang Kelinci”

Doa Setinggi Satu Meter

Beberapa minggu yang lalu, Universitas Widya Mataram memberi kami sebuah hadiah yang tidak biasa. Bukan buku, bukan barang, melainkan sebatang pohon sawo kecik, tingginya kira-kira satu meter. Sebuah kebaikan yang sederhana, yang datang dalam bentuk yang masih harus tumbuh. Sawo kecik bukan pohon yang megah. Ia pohon halaman dan pohon desa. Buahnya kecil, hanya sebesarContinue reading “Doa Setinggi Satu Meter”