Di lantai paling bawah rumah ini tinggal adik kami. Namanya OMAH, sebuah perpustakaan. Kami menyebutnya adik bukan untuk lucu-lucuan: ia memang lahir belakangan dari studio ini, tumbuh menumpang di ruang-ruang kami, dan seperti semua adik, ia dibesarkan ramai-ramai. Rak-rak bukunya kami desain dengan satu keputusan yang mungkin terdengar aneh untuk sebuah perpustakaan: supaya orang dudukContinue reading “Adik Kami di Lantai Bawah”
Tag Archives: life
Arti Mumpuni
Ada malam-malam di OMAH yang berakhir jauh lewat tengah malam. Salah satunya kami ingat betul, seorang guru kami duduk berdiskusi dengan anak-anak muda sampai jam 1 pagi. Tidak ada hitungan waktu, atau materi yang menahannya di situ, tidak ada kewajiban, tidak ada acara yang belum selesai. Ia bertahan karena percakapannya belum selesai. Kami yang seharusnyaContinue reading “Arti Mumpuni”
Experiencing – Novita & Ellerie, Ria & James
Ada kalanya, keajaiban sebuah ruang tidak terletak pada seberapa megah bentuknya, melainkan pada kemampuannya menjadi saksi perjumpaan yang tidak direncanakan. Experiencing Guha kali ini mempertemukan dua keluarga yang sebelumnya tidak saling mengenal, Kak Ria bersama putranya James, serta Kak Novita bersama si kecil Elleri. Para suami menunggu di perpustakaan, anak-anak berlarian, sementara para ibu larutContinue reading “Experiencing – Novita & Ellerie, Ria & James”
Book Donation – Sahabat OMAH
Sebuah buku mungkin sudah selesai dibaca oleh pemiliknya, tetapi bukan berarti perjalanannya harus selesai. Ada kesempatan untuk dibaca kembali, ditemukan orang lain, dan memberi manfaat dengan cara berbeda. Pada akhir Juli lalu, paket-paket buku tiba di Guha melalui kurir JNE. Tidak ada perjumpaan langsung atau obrolan serah terima. Namun, tumpukan kardus itu membawa kehangatannya sendiri.Continue reading “Book Donation – Sahabat OMAH”
Yang Tidak di Balik Meja
Tidak semua orang di studio kami bekerja di balik meja. Sebagian pekerjaan justru menuntut orang terus bergerak. Tim yang mengurus pengecekan lapangan, misalnya, lebih banyak berada di tapak daripada di ruang kerja. Tim yang memikirkan strategi berpindah dari satu pertemuan ke pertemuan lain. Mereka bekerja dengan laptop di tangan, dari mana saja mereka berada, danContinue reading “Yang Tidak di Balik Meja”
Memberi Alamat pada Buku
Ada satu pekerjaan di perpustakaan ini yang hampir tidak pernah difoto: mengkatalog. Duduk berjam-jam di depan tumpukan buku, mengangkat satu demi satu, mencatat judul, penulis, penerbit, tahun, lalu memberinya nomor dan tempat di rak. Pekerjaan yang pelan, berulang, dan tidak akan pernah muncul di halaman mana pun sebagai prestasi. Kami mengerjakannya dengan sumber daya yangContinue reading “Memberi Alamat pada Buku”
Experiencing – Universitas Widya Mataram – Yogyakarta
Tamu biasanya membawa oleh-oleh makanan. Tamu pekan ini membawa buku-buku yang ditulis oleh dosen-dosennya sendiri, tentang bangsal-bangsal keraton tempat kampus mereka berdiri. Ilmu yang datang membawa ilmu, dan seketika kunjungan ini terasa bukan seperti menerima tamu, melainkan bertemu saudara-saudara lama dari Yogyakarta. Rombongan Universitas Widya Mataram tiba dalam rangka ekskursi arsitektur ke Jakarta. Kampus merekaContinue reading “Experiencing – Universitas Widya Mataram – Yogyakarta”
Arsitektur di Sekitar Kita
Ada anggapan yang ingin kami bantah pelan-pelan: bahwa arsitektur hanya untuk anak arsitektur dan hanya bisa dipahami oleh yang bersekolah di dalamnya. Kami tidak percaya itu. Bagi kami, arsitektur ada di keseharian, di hadapan siapa saja, dan siapa pun yang mau memperhatikan bisa mulai memahaminya. Cobalah perhatikan hal-hal yang tampak sepele. Bagaimana sebuah dinding diselesaikan,Continue reading “Arsitektur di Sekitar Kita”
Experiencing – Shanice Eve
“In front, I thought this is just a small place, but this is a very big place.” Begitu tulis Shanice Eve, seusai kunjungannya. Kalimat sederhana itu diam-diam menyentuh jantung cara rumah ini dirancang. Kesannya ia tuliskan lengkap, “everything was done intentionally up to its detail, this is such a wonderful and full of warmth place,”Continue reading “Experiencing – Shanice Eve”
Ruang yang Aman untuk Bercerita
Ada pertanyaan yang lama kami pikirkan di OMAH: bagaimana sebuah tempat bisa membuat orang berani bercerita? Bukan berbicara basa-basi, melainkan benar-benar bercerita, tentang keraguannya, tentang perjalanannya, tentang hal-hal yang biasanya disimpan sendiri. Kami perlahan paham bahwa keberanian semacam itu tidak bisa dipaksa. Ia hanya tumbuh di ruang yang terasa aman. Ruang aman itu kami rawatContinue reading “Ruang yang Aman untuk Bercerita”
