Sebagian orang datang mencari jawaban, sebagian lainnya datang karena pertanyaannya sudah lebih dahulu tumbuh. Mungkin, perjalanan yang menyenangkan memang dimulai dari rasa ingin tahu. Beberapa waktu lalu, kami menyambut Kak @tom_wijaya dan Kak @mellekaithl. Awalnya mereka mengikuti sesi kedua kunjungan di perpustakaan kami, lalu melanjutkan Experiencing Guha. Saat konteks Guha mulai diceritakan, keduanya saling berpandangan,Continue reading “Experiencing – Thomas & Armelle”
Tag Archives: life
Book Donation – Kenneth
Ada buku-buku yang suatu hari selesai menemani satu rumah, tetapi bukan berarti selesai memberikan manfaat kepada orang lain. Beberapa waktu lalu, Kak Kenneth datang langsung ke OMAH Library membawa sejumlah buku dari koleksi keluarganya. Kami sempat berbincang tentang buku-buku tersebut. Semuanya merupakan buku interior design yang pernah menemani proses belajar keluarganya. Buku-buku ini pun dirawatContinue reading “Book Donation – Kenneth”
Api Kepercayaan
Ada dua anggapan yang setiap hari dibantah oleh padepokan kami, pelan-pelan, tanpa niat berdebat. Pertama, bahwa belajar arsitektur harus di sekolah formal. Kedua, bahwa belajar arsitektur harus berujung menjadi arsitek. Orang-orang datang ke sini dari berbagai arah, dan banyak yang pulang bukan sebagai arsitek. Dan itu tidak apa-apa. Itu justru intinya. Pendidikan formal sering berdiriContinue reading “Api Kepercayaan”
Experiencing – FOAID
In this country, “international” quietly tends to mean the West. Guests from Europe are received as an honor; guests from Asia, as an ordinary visit. Last month, 101 architects from India came, and we would rather call it by a truer name: a visit from distant kin. Last year, we were the ones who wentContinue reading “Experiencing – FOAID”
Kandang Kelinci
Salah satu proyek arsitektur kami yang paling kecil, dan diam-diam paling banyak mengajari kami. adalah sebuah kandang kelinci. Kedengarannya sepele, tetapi justru dari benda sekecil itu kami diingatkan bahwa arsitektur tidak hanya tentang manusia. Ia tentang siapa pun, atau apa pun, yang akan tinggal di dalam sebuah ruang. Kami tidak memulainya dari desain, kami memulainyaContinue reading “Kandang Kelinci”
Doa Setinggi Satu Meter
Beberapa minggu yang lalu, Universitas Widya Mataram memberi kami sebuah hadiah yang tidak biasa. Bukan buku, bukan barang, melainkan sebatang pohon sawo kecik, tingginya kira-kira satu meter. Sebuah kebaikan yang sederhana, yang datang dalam bentuk yang masih harus tumbuh. Sawo kecik bukan pohon yang megah. Ia pohon halaman dan pohon desa. Buahnya kecil, hanya sebesarContinue reading “Doa Setinggi Satu Meter”
Experiencing – Bu Citra dan Bella
Ada banyak cara seorang ibu mencintai anaknya. Ada yang menyiapkan bekal setiap pagi, ada yang mengingatkan untuk beristirahat, dan ada pula yang terus mencari pengalaman yang nanti akan menjadi bekal bagi masa depan anaknya. Experiencing Guha kali ini, kami menerima Kunjungan Bu Citra bersama putrinya, Bella, mahasiswa arsitektur tahun kedua. Awalnya mereka hanya ingin melihatContinue reading “Experiencing – Bu Citra dan Bella”
Book Donation – Anonymous
Ada buku yang sulit dilepaskan. Bukan hanya karena terlalu berharga untuk diberikan, tetapi justru karena kondisinya masih bagus. Masih rapi, masih enak dibaca, dan mungkin masih terasa sayang kalau harus dilepas dari rak sendiri. Salah satu sahabat OMAH ini punya pertimbangan yang kurang lebih seperti itu ketika memilih buku-buku yang kemudian ia kirimkan ke OMAHContinue reading “Book Donation – Anonymous”
Kursi yang Jarang Diduduki
Di antara kursi-kursi di perpustakaan ini, ada satu yang berbeda sendiri. Warnanya merah dan biru, bidang sandaran dan dudukannya seperti melayang, ditahan oleh batang-batang hitam yang saling silang dan dikunci dari samping. Orang yang pernah belajar sejarah desain akan langsung mengenalinya, kursi Rietveld. Ia dirancang sekitar seabad yang lalu oleh Gerrit Rietveld, dan yang seringContinue reading “Kursi yang Jarang Diduduki”
Experiencing – Pak Iman, Meisya, Bu Aan dan keluarga
Yang jauh mengenal kami dari layar, yang dekat mengenal kami dari sapaan, dan pekan ini keduanya masuk lewat pintu yang sama. Dari dua arah itu, kami belajar pola bertetangga yang sederhana, lebih kenal, lebih dekat. Kenal bisa dirangkai dari mana saja, kadang dari Instagram oleh yang jauh, kadang dari sapaan pagi oleh yang dekat, danContinue reading “Experiencing – Pak Iman, Meisya, Bu Aan dan keluarga”
