Experiencing – Theodosius dan keluarga

Mungkin salah satu bentuk dukungan orang tua adalah ikut masuk ke dunia yang sedang dipelajari anaknya. Bukan untuk memberi jawaban, tetapi untuk berjalan bersamanya, memahami apa yang membuatnya bersemangat, dan mengenal impian yang sedang ia bangun. Theo datang ke Guha bersama Papa, Mama, dan adik laki-lakinya dari Batam. Mereka sengaja berkunjung ke Jakarta untuk berlibur.Continue reading “Experiencing – Theodosius dan keluarga”

Book Donation – Emy

Sebuah buku bisa memiliki lebih dari satu kehidupan. Ketika selesai dibaca, kehidupannya tidak ikut selesai. Buku tersebut bisa kembali menemukan kehidupan lain ketika berpindah tangan. Beberapa waktu lalu, kami menerima kiriman donasi buku dari Kak Emy @mynangnong. Ketika kami bertanya tentang alasan di balik donasi ini, kak Emy berkata, “buku-buku tersebut sudah selesai dibaca danContinue reading “Book Donation – Emy”

Pekerjaan Rumah dari Anak-Anak

Di perpustakaan ini ada satu sudut yang bernama Rumah Buku Anak. Ia tidak lahir dari rencana besar. Ia bermula dari sebuah keranjang berisi majalah National Geographic yang kami bagikan untuk warga sekitar, dan dari keranjang sederhana itu, perlahan-lahan, tumbuhlah sebuah rumah kecil untuk buku-buku anak. Photograph by @luil_mn Anak-anak pun datang. Dan sudut itu menjadiContinue reading “Pekerjaan Rumah dari Anak-Anak”

Experiencing – Amelia dan Keluarga

Ada hal-hal yang tidak selesai hanya dengan melihat. Kadang, kita perlu berhenti, mendengar, bertanya, lalu membiarkan sebuah tempat bercerita lebih jauh. Pagi itu, Kak Amelia datang ke Guha bersama suami, adik, dan kedua orang tuanya yang sedang berkunjung dari Makassar. Sebelumnya, Kak Amelia sudah beberapa kali datang ke OMAH, menemani buah hatinya ke Rumah BukuContinue reading “Experiencing – Amelia dan Keluarga”

Experiencing – Tante Hera dan Keluarga

Pagi itu, untuk pertama kalinya Tante Hera @tan_herawati mengikuti tur di Guha, kali ini bersama anak-anaknya. Sebelumnya ia sudah beberapa kali kunjungan reguler ke Guha dan Boboto, kali ini mereka memilih menjelajahi seluruh Guha. Tante Hera meminta tur pagi itu dibawakan dalam bahasa Jawa setelah mengetahui pemandu pagi itu juga berasal dari Semarang. Maka sepanjangContinue reading “Experiencing – Tante Hera dan Keluarga”

Experiencing – 2 Rombongan (Filipina & Indonesia)

One of the visitors from Experiencing Guha left us with an impression that made us see this space differently: “Every corner here reveals a new layer, like walking through a Ghibli film.” The architecture in Studio Ghibli films carries principles worth learning from. Hayao Miyazaki designed the Ghibli Museum in Mitaka with the motto, “Let’sContinue reading “Experiencing – 2 Rombongan (Filipina & Indonesia)”

Experiencing – KKA UGM

Kali ini Kunjungan KKA UGM datang membawa satu pertanyaan, bagaimana sebuah tempat bisa memicu interaksi sosial. Tema kliah kerja arsitektur mereka tahun ini Rejuvenating Grounded Social Interaction, lahir dari keresahan sederhana, ruang publik di rumah mereka di Yogyakarta masih terbatas. Setelah berkeliling ke beberapa preseden, mereka akan merancang jawabannya bersama sama dan memamerkannya di WiswakharmanContinue reading “Experiencing – KKA UGM”

Experiencing – Thomas & Armelle

Sebagian orang datang mencari jawaban, sebagian lainnya datang karena pertanyaannya sudah lebih dahulu tumbuh. Mungkin, perjalanan yang menyenangkan memang dimulai dari rasa ingin tahu. Beberapa waktu lalu, kami menyambut Kak @tom_wijaya dan Kak @mellekaithl. Awalnya mereka mengikuti sesi kedua kunjungan di perpustakaan kami, lalu melanjutkan Experiencing Guha. Saat konteks Guha mulai diceritakan, keduanya saling berpandangan,Continue reading “Experiencing – Thomas & Armelle”

Book Donation – Kenneth

Ada buku-buku yang suatu hari selesai menemani satu rumah, tetapi bukan berarti selesai memberikan manfaat kepada orang lain. Beberapa waktu lalu, Kak Kenneth datang langsung ke OMAH Library membawa sejumlah buku dari koleksi keluarganya. Kami sempat berbincang tentang buku-buku tersebut. Semuanya merupakan buku interior design yang pernah menemani proses belajar keluarganya. Buku-buku ini pun dirawatContinue reading “Book Donation – Kenneth”

Api Kepercayaan

Ada dua anggapan yang setiap hari dibantah oleh padepokan kami, pelan-pelan, tanpa niat berdebat. Pertama, bahwa belajar arsitektur harus di sekolah formal. Kedua, bahwa belajar arsitektur harus berujung menjadi arsitek. Orang-orang datang ke sini dari berbagai arah, dan banyak yang pulang bukan sebagai arsitek. Dan itu tidak apa-apa. Itu justru intinya. Pendidikan formal sering berdiriContinue reading “Api Kepercayaan”