Book Donation – Anonymous

Ada buku yang sulit dilepaskan. Bukan hanya karena terlalu berharga untuk diberikan, tetapi justru karena kondisinya masih bagus. Masih rapi, masih enak dibaca, dan mungkin masih terasa sayang kalau harus dilepas dari rak sendiri.

Salah satu sahabat OMAH ini punya pertimbangan yang kurang lebih seperti itu ketika memilih buku-buku yang kemudian ia kirimkan ke OMAH Library. Beliau menyampaikan “Karena saya lihat OMAH apik, rapi peliharanya, semoga dapat berguna di OMAH Library. Juga buku yang masih bagus-bagus, jadi nggak sayang sumbangnya karena dipelihara dengan baik dan dibaca oleh orang yang memang membutuhkan dan menyukainya.” Mendengar alasan tersebut, kami merasa bahwa yang sampai ke OMAH bukan hanya buku. Ada sebuah kepercayaan di dalamnya.

Keputusan untuk menyumbangkan buku ternyata sering kali bukan tentang mengurangi isi rak. Ada keinginan agar buku yang sudah pernah kita pilih dan rawat tetap punya kesempatan untuk dibaca. Ada keyakinan bahwa buku-buku tersebut masih akan disukai oleh orang lain. Buku berpindah dan tetap dalam lingkaran orang-orang yang menghargainya.

Di Australia, gagasan berbagi buku hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui Street Libraries. Rak-rak kecil diletakkan di depan ruang publik. Siapa pun boleh mengambil dan mengisi kembali dengan buku yang ingin dibagikan. “Take a book. Give a book. Share a book.” Buku datang dan pergi tanpa kartu anggota, tanpa batas waktu, hanya dengan kepercayaan bahwa orang berikutnya akan ikut menjaga perputarannya.

Dari keputusan sederhana ini, kami kembali diingatkan bahwa perpustakaan bukan hanya tentang menyimpan buku, tetapi tentang menyediakan tempat agar buku dapat terus digunakan dan menemukan pembacanya. Kepercayaan ini juga menjadi pengingat bagi kami bahwa setiap buku yang dititipkan datang bersama harapan untuk dirawat dengan baik, dibaca oleh mereka yang membutuhkannya, dan tetap memiliki kesempatan untuk memberikan manfaat jauh setelah berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya.

Terima kasih, Kak, sudah mempercayakan buku-buku ini kepada OMAH Library. Sekarang buku-buku ini akan memenuhi rak-rak yang ada di Guha the Guild.

(rs, fm, hs)


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

PMI #42 – Tektonika Retikulasi dan Tektonika Kuno-Kini – Dani Hermawan, Cahyo Novianto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #42. Ini episode kedua dari seri Tektonika Kayu untuk Arsitektur Kayu Masa Depan, dan terbagi dalam dua paparan: ▫️Paparan 1 bersama Dani Hermawan, dengan tema: “Tektonika Retikulasi” “Tektonika Retikulasi” merupakan eksplorasi yang mempertemukan komputasi, ketukangan, dan rekayasa material…

Bittersweet Memories In Design Experience | 68. Anton Siura

Di tengah pesatnya urbanisasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tantangan perubahan iklim, membangun lanskap tidak lagi sekadar urusan estetika. Ia adalah upaya merajut ketahanan. Menjaga kesadaran itu bukanlah proses yang singkat, dan bagi Anton Siura, hal tersebut telah menjadi perjalanan profesionalnya selama lebih dari dua dekade. Dalam kultur industri yang sering…

Book Launching | Rumah Bosar, Karya Arsitektur Kayu Dayak Pesaguan

Dengan penuh sukacita, Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia bersama OMAH Library mempersembahkan buku terbaru yang lahir dari ikhtiar panjang untuk mendokumentasikan, merawat, dan melestarikan khazanah arsitektur Nusantara sebagai warisan pengetahuan bagi generasi kini dan mendatang. Gagasan mengenai ruang, material, dan tektonika ini pertama kali dipaparkan secara lisan dalam forum PMI #20 pada 2022.…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading