DKV

Desain Komunikasi Visual (DKV) merupakan suatu disiplin ilmu yang fokus pada pengolahan pesan melalui elemen-elemen visual seperti gambar, tipografi, ilustrasi, warna, dan simbol, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi secara efektif, informatif, dan kreatif. DKV tidak hanya berperan sebagai sarana penyampaian pesan, tetapi juga sebagai jembatan antara ide dan pemahaman, khususnya dalam konteks komunikasi yang melibatkan indra penglihatan. Dalam dunia yang semakin kompleks ini, keberadaan DKV sangat penting untuk menyederhanakan informasi agar dapat dipahami oleh banyak orang dengan berbagai latar belakang.

DKV dalam arsitektur, terutama yang berbasis data, menjadi semakin relevan. Dalam dunia arsitektur, desain komunikasi visual memainkan peran penting dalam mengomunikasikan ide-ide kompleks, baik kepada klien, publik, maupun tim internal yang terlibat dalam proyek. Misalnya, penggunaan diagram, visualisasi data, dan representasi grafis lainnya yang menyederhanakan informasi teknis menjadi bentuk yang mudah dipahami. Lebih dari itu, DKV membantu menjembatani kompleksitas informasi dengan cara yang menarik dan efektif, memperkuat narasi dalam setiap proyek arsitektur.

DKV dalam arsitektur memberikan pemahaman yang lebih terhadap ruang, dan bagaimana penghuninya meruang. Hal-hal yang berbasis abstrak diubah menjadi visual yang komunikatif dan relevan. Oleh karena itu, peran DKV dalam arsitektur berperan sebagai fungsi komunikatif yang memudahkan kolaborasi dan pemahaman antar pihak yang terlibat dalam karya arsitektural.

Dengan menggabungkan prinsip-prinsip DKV dalam desain arsitektur berbasis data, arsitek dapat menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dengan jelas, menyentuh emosi, dan memperkaya pengalaman penggunanya. Proses ini menjadi semakin penting dalam era digital, di mana data dan teknologi berperan besar dalam merancang dan membangun lingkungan hidup yang lebih baik.

Dalam kelas DKV ini, kami ingin mengulik bagaimana kehidupan dan perjalanan proses dari awal hingga berprofesi. Bagaimana dinamika dalam profesi yang sangat kolaboratif untuk dibagikan ke para peserta. 


Kelas Desain Komunikasi Visual (DKV) OMAH Library – #2 Ryan Salim

Desain Komunikasi Visual: Ryan Salim | Desain Melalui Pencahayaan “Cahaya bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk merasakan. Ia adalah puisi yang membentuk ruang dan menyentuh jiwa.” Kata-kata ini, terinspirasi dari filosofi Ingo Maurer, mencerminkan semangat Ryan Salim, seorang lighting designer visioner yang mengubah ruang melalui permainan cahaya yang penuh makna.…

Continue reading

Kelas Desain Komunikasi Visual (DKV) OMAH Library – #1 Mario Wibowo

Tahun ini, OMAH Library mengadakan series kelas baru yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), yang akan membahas dinamika disiplin lain yang mendukung ekosistem arsitektur. DKV adalah disiplin ilmu yang fokus pada pengolahan pesan melalui elemen-elemen visual seperti gambar, tipografi, ilustrasi, warna, dan simbol, untuk menyampaikan informasi secara efektif, informatif, dan kreatif.…

Continue reading

Video

OMAH Talks

OMAH Talks is the archive of casual discussion about things beyond architecture from various thinkers. This is the discussion by the practicioners which can be acessed for free. The discussion is personal, which sometimes note the contributions of the individuals to the ecosystem by knowledge disseminations.

OMAH Library bekerjasama dengan Taylor’s University Malaysia, Universitas Tarumanagara & didukung oleh IAI Banten dengan bangga menghadirkan kelas “Tracing Our Own Asian Architecture Heritage?”

Mengajak anak-anak muda Indonesia yang bergerak di bidang arsitektur untuk berbagi kisah perjalanan di OMAH Library. Jalan menekuni arsitektur tidaklah mudah, banyak yang harus dipelajari, dari teori, praktik, hingga etika. 

Perjalanan Mengenal Indonesia dalah sebuah kelas yang mengupas kisah penjelajahan-penjelajahan tentang arsitektur dan vernakularitas di Indonesia. Kelas ini merupakan hasil kerjasama dari Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia bersama OMAH Library, dan penjelajah-penjelajah yang mengarungi belantara arsitektur di Indonesia.

This class tries to explore ways to fight for belief and love for architecture, starting from the discourse that everyone is unique and has their spesific problems, or “struggle for life”. Therefore, every individual innovates with strategies and tactics by contributing to the surrounding ecosystem.

Di dalam “Hermit of Architecture”, ada setidaknya 5 cara hermits yang dapat dipelajari yang diturunkan dari filosofi Nicomachean-Aristoteles, seperti Nous (kearifan intelektual), Techne (kearifan teknikal), Phronesis (kearifan taktikal), Episteme (wawasan pengetahuan), dan Sophia (kecintaan dan refleksi).

Contextual Method / Metode Kontekstual membahas desain dari sudut pandang latar konteks dan metode desain dari panelis-panelis yang memiliki pengalaman khusus yang telah mereka pupuk hingga sekarang.

Tua-Tua Keladi (The Old Mind) adalah sebuah program dari OMAH Library berupa wadah perkenalan mengenai diskursus yang digerakkan oleh orang-orang yang akan membawa perubahan sosial.

OMAH Library mengadakan acara kelas Wacana Arsitektur “Do and Don’t” bersama tujuh narasumber terkait dengan filosofi, sejarah, teori, kritik, kurasi, cara bercerita, dan menulis.

Kelas Wacana Omah Library yang kedua setelah seri Do dan Don’t ini bertujuan untuk mendapatkan stimulus wacana yang terjadi di dalam sisi pribadi, proses pembuatan karya dan sisi eksternal yang terjadi di dalam kota. 

Di antara permutasi dari kemungkinan variasi metode yang ada, kuliah ini merupakan salah satu bentuk sebuah metode melawan strukturnya pemikirannya sendiri, untuk kemudian mempertanyakan, menjawab pertanyaan sendiri, lalu mendapatkan metode yang baru.

Arsitektur perlu dimengerti dari sudut pandang epistemologi: yakni meletakkan bangunan bukan hanya sebagai sebuah bentuk fisik, tapi juga pengubah lingkungan yang berfungsi secara sosial, kultural dan ekonomi.

Membahas “Nusantara” bersama 11 narasumber dengan 11 sudut pandang berbeda: reposisi, kritisisme, teori, sejarah, kurasi, cerita, tulisan, rekonstruksi – budaya, ruang publik, filosofi dan refleksi.

Kelas ini akan membahas satu-persatu perjalanan arsitektur mulai dari modernism, postmodernism, regionalism hingga refleksi yang akan dibawakan oleh pembicara-pembicara yang tentunya seru dan menarik. 

Setiap arsitek mengalami sisi – sisi yang melelahkan di dalam proses berkreasi. Ia terlibat di dalam kerja komunal ataupun kerja yang sendiri dan retrospektif. Ia akan dilatih untuk peka terhadang gambar yang berisikan ruang, bentuk dan tatanan.

Kelas ini akan membahas tentang perjalanan karir seorang Master Arsitektur di Indonesia dan dunia seperti Mies Van De Rohe hingga Y.B. Mangunwijaya yang memberikan pengaruh dalam perkembangan arsitektur.

Pembahasan mendalam tentang buku-buku karya Jacques Derrida, Roland Barthes, Eladio Dieste, dan beberapa lainnya untuk memahami vista penulis serta diskursus yang mereka lahirkan.