Ada satu pekerjaan di perpustakaan ini yang hampir tidak pernah difoto: mengkatalog. Duduk berjam-jam di depan tumpukan buku, mengangkat satu demi satu, mencatat judul, penulis, penerbit, tahun, lalu memberinya nomor dan tempat di rak. Pekerjaan yang pelan, berulang, dan tidak akan pernah muncul di halaman mana pun sebagai prestasi. Kami mengerjakannya dengan sumber daya yangContinue reading “Memberi Alamat pada Buku”
Category Archives: OMAH Updates
PMI #41 – Rumah Bosar Mandiangin dan Pusparagam Tektonika Arsitektur Kayu Kalimantan – Yoris Mangenda, Sheila Nurfajrina, M. Cahyo Novianto
#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui seri #41. Dua seri PMI ke depan akan dibawakan dalam tema Tektonika Kayu untuk Arsitektur Kayu Masa Depan. Seri pertama ini akan diwarnai arsitektur dari Kalimantan. Kalimantan menyimpan pusparagam pengetahuan arsitektur kayu yang terbentuk dari pengalaman panjang masyarakat dalam berhadapan dengan material, iklim, lingkungan,Continue reading “PMI #41 – Rumah Bosar Mandiangin dan Pusparagam Tektonika Arsitektur Kayu Kalimantan – Yoris Mangenda, Sheila Nurfajrina, M. Cahyo Novianto”
Experiencing – Universitas Widya Mataram – Yogyakarta
Tamu biasanya membawa oleh-oleh makanan. Tamu pekan ini membawa buku-buku yang ditulis oleh dosen-dosennya sendiri, tentang bangsal-bangsal keraton tempat kampus mereka berdiri. Ilmu yang datang membawa ilmu, dan seketika kunjungan ini terasa bukan seperti menerima tamu, melainkan bertemu saudara-saudara lama dari Yogyakarta. Rombongan Universitas Widya Mataram tiba dalam rangka ekskursi arsitektur ke Jakarta. Kampus merekaContinue reading “Experiencing – Universitas Widya Mataram – Yogyakarta”
Bittersweet Memories In Design Experience | 67. Maria Rosantina
Menjadikan arsitektur bukan hanya semata penciptaan bentuk, melainkan sebuah pengalaman ruang yang jujur, membutuhkan komitmen panjang. Arsitektur menuntut sebuah kebenaran, yaitu kebenaran terhadap konteks, fungsi, material, konstruksi, dan kebutuhan manusia. Ketika landasan ini terpenuhi, keindahan tidak lagi menjadi sesuatu yang dibuat-buat, melainkan hadir secara alami untuk dialami sebagai ruang hidup. Menghidupi filosofi tersebut, Maria RosantinaContinue reading “Bittersweet Memories In Design Experience | 67. Maria Rosantina”
Arsitektur di Sekitar Kita
Ada anggapan yang ingin kami bantah pelan-pelan: bahwa arsitektur hanya untuk anak arsitektur dan hanya bisa dipahami oleh yang bersekolah di dalamnya. Kami tidak percaya itu. Bagi kami, arsitektur ada di keseharian, di hadapan siapa saja, dan siapa pun yang mau memperhatikan bisa mulai memahaminya. Cobalah perhatikan hal-hal yang tampak sepele. Bagaimana sebuah dinding diselesaikan,Continue reading “Arsitektur di Sekitar Kita”
Experiencing – Shanice Eve
“In front, I thought this is just a small place, but this is a very big place.” Begitu tulis Shanice Eve, seusai kunjungannya. Kalimat sederhana itu diam-diam menyentuh jantung cara rumah ini dirancang. Kesannya ia tuliskan lengkap, “everything was done intentionally up to its detail, this is such a wonderful and full of warmth place,”Continue reading “Experiencing – Shanice Eve”
Ruang yang Aman untuk Bercerita
Ada pertanyaan yang lama kami pikirkan di OMAH: bagaimana sebuah tempat bisa membuat orang berani bercerita? Bukan berbicara basa-basi, melainkan benar-benar bercerita, tentang keraguannya, tentang perjalanannya, tentang hal-hal yang biasanya disimpan sendiri. Kami perlahan paham bahwa keberanian semacam itu tidak bisa dipaksa. Ia hanya tumbuh di ruang yang terasa aman. Ruang aman itu kami rawatContinue reading “Ruang yang Aman untuk Bercerita”
Surat di Hari Terakhir
Setiap kali masa magang berakhir di studio kami, ada satu tugas terakhir yang tidak ada hubungannya dengan gambar, maket, atau presentasi. Kami meminta mereka menulis surat. Kami menyebutnya reflection letter. Isinya bukan laporan kegiatan, bukan daftar proyek yang pernah disentuh. Isinya satu pertanyaan yang jauh lebih sulit: apa yang berubah dalam dirimu selama berada diContinue reading “Surat di Hari Terakhir”
Book Donation – Sahabat OMAH
Di pertengahan Juli lalu, sebuah kendaraan berhenti di depan Guha. Supirnya turun membawa beberapa buku, menyerahkannya, lalu pergi. Kami kira, mungkin sampai di situ saja. Namun dua minggu berikutnya, beliau datang lagi. Kali ini membawa lebih banyak buku. Dan kemarin malam, buku-buku itu kembali tiba di Guha. Ketika kami bertanya apakah masih akan ada lagi,Continue reading “Book Donation – Sahabat OMAH”
Nada yang Boleh Salah
Di beberapa kota di luar negeri, piano diletakkan begitu saja di ruang-ruang publik. Di stasiun, di taman, di sudut bandara. Siapa pun boleh duduk dan memainkannya, dan orang-orang yang lewat mendengarkan musik langsung dari tangan orang asing. Kami selalu menyukai pemandangan itu, dan setiap kali melihatnya, pertanyaan yang sama muncul: kenapa tidak di sini? MakaContinue reading “Nada yang Boleh Salah”
