Pintu yang Terbuka

Sejak awal, kami terbiasa membuka pintu tanpa memungut apa-apa. Kelas-kelas terbuka, diskusi akhir pekan, sesi belajar yang siapa pun boleh masuk ke dalamnya tanpa membayar. Kami melakukannya bukan karena kami berkelebihan, melainkan karena kami percaya satu hal sederhana: ilmu yang dibagikan tidak pernah berkurang, dan pintu yang terbuka tidak pernah tahu siapa yang akan masukContinue reading “Pintu yang Terbuka”

Book Donation – Clara & Willy

Pada 7 Juli, Kak Clara dan Kak Willy datang ke Guha Boboto untuk berkunjung biasa. tidak ada acara atau janji temu. Tetapi mereka membawa satu kardus berisi buku dari koleksi mereka sendiri. Saat menyerahkannya kepada Fitri yang sedang berjaga, mereka berkata, masih banyak buku yang ingin kami donasikan, tapi ini dulu yang bisa kami bawa.Continue reading “Book Donation – Clara & Willy”

Waktu Melingkar

Di antara banyak cara kami bekerja, ada satu yang paling sederhana dan paling kami andalkan: duduk melingkar dan mendengarkan. Kami menyebutnya circle time, waktu melingkar. Bukan rapat dengan meja panjang dan kepala di ujung. Melainkan lingkaran, tempat tidak ada yang duduk di depan atau di belakang, dan setiap orang, kalau dilihat dari atas, berjarak samaContinue reading “Waktu Melingkar”

Yang Memasak Rasa Betah

Baru-baru ini, untuk pertama kalinya, kami berfoto bersama sebagai satu tim yang lengkap. Bukan hanya yang biasa tampil di dokumentasi acara, melainkan semuanya: yang mencatat kunjungan di meja depan, yang mengurus pendaftaran dan administrasi, sampai yang menjaga kebersihan ruangan-ruangan ini setiap hari. Baru kali ini semua berdiri dalam satu bingkai. Dan justru karena baru pertamaContinue reading “Yang Memasak Rasa Betah”

Experiencing – Karina

Setiap ruang memiliki dua kehidupan. Kehidupan pertama terjadi ketika seseorang berjalan di dalamnya, merasakan cahaya, udara, suara, dan setiap peralihan ruang. Kehidupan kedua dimulai ketika ruang itu diceritakan kembali kepada orang lain. Experiencing kali ini mempertemukan kami dengan Karina dan timnya. Karina mengatakan mulai rutin membuat konten tentang tempat dan destinasi. Perlahan, ia menemukan orang-orangContinue reading “Experiencing – Karina”

Studio yang Tidak Menetap

Studio kami beberapa kali berpindah tempat. Bukan karena terpaksa semata, melainkan karena kami memang tidak ingin terlalu terikat pada satu ruang. Setiap kali pindah, kami mulai lagi dari awal: menata ulang, membaca ulang bagaimana orang duduk, bekerja, dan berbicara di ruang yang baru. Perpindahan itu melelahkan, tetapi kami memilihnya, karena kami percaya sebuah studio tidakContinue reading “Studio yang Tidak Menetap”

Experiencing – Faris Fam & Dody Fam

Dokter dan arsitek ternyata bersaudara jauh. Sama-sama sedikit tidurnya, sama-sama memikul tanggung jawab pada kemanusiaan. Bedanya hanya satu, yang satu merawat manusia, yang satu merawat bangunan. Pekan itu, kami diingatkan pada persaudaraan itu, sebab yang datang berkunjung sampai ke Sky Office adalah pasangan dari dua dunia tersebut. Dari Malaysia, Dhiya, seorang dokter, menulis singkat danContinue reading “Experiencing – Faris Fam & Dody Fam”

Menerbitkan yang Belum Tentu Laku

Ada satu jenis buku yang barangkali tidak semua penerbit mau menerbitkannya. Bukan karena buku itu tidak penting, melainkan justru karena kepentingannya tidak selalu bisa diukur dengan angka penjualan. Buku semacam itulah yang selama bertahun-tahun kami pilih untuk terbitkan. Dan kami melakukannya bukan karena kami merasa lebih mulia daripada siapa pun, melainkan karena kami percaya adaContinue reading “Menerbitkan yang Belum Tentu Laku”

Berpindah Dunia di Satu Studio

Tim-tim di studio kami punya nama yang terdengar seperti mata kuliah filsafat: Sophia, Episteme, Phronesis, Techne, Analytic, Strategic, dan masih ada beberapa lagi. Orang sering tersenyum ketika pertama kali mendengarnya. Tetapi di balik nama-nama yang terdengar berat itu, yang sebenarnya kami bangun sederhana sekali: dunia-dunia kecil, masing-masing dengan bahasanya sendiri. Ada dunia yang hidup diContinue reading “Berpindah Dunia di Satu Studio”

Book Donation – Veronika

Bertahun-tahun Bu Veronika melewati Guha dan hanya melihatnya dari luar. Rumahnya beberapa langkah saja dari sini, tetapi ia belum pernah masuk. Meski begitu, hampir lima tahun lalu ia sudah pernah datang mengantarkan buku, dan pada 23 Juni kemarin ia datang lagi, kali ini membawa kembali buku-buku koleksi keluarganya. Baru pada kunjungan kedua itulah kami mengajaknyaContinue reading “Book Donation – Veronika”