Ada pertanyaan yang lama kami pikirkan di OMAH: bagaimana sebuah tempat bisa membuat orang berani bercerita? Bukan berbicara basa-basi, melainkan benar-benar bercerita, tentang keraguannya, tentang perjalanannya, tentang hal-hal yang biasanya disimpan sendiri. Kami perlahan paham bahwa keberanian semacam itu tidak bisa dipaksa. Ia hanya tumbuh di ruang yang terasa aman. Ruang aman itu kami rawatContinue reading “Ruang yang Aman untuk Bercerita”
Category Archives: OMAH Story
Surat di Hari Terakhir
Setiap kali masa magang berakhir di studio kami, ada satu tugas terakhir yang tidak ada hubungannya dengan gambar, maket, atau presentasi. Kami meminta mereka menulis surat. Kami menyebutnya reflection letter. Isinya bukan laporan kegiatan, bukan daftar proyek yang pernah disentuh. Isinya satu pertanyaan yang jauh lebih sulit: apa yang berubah dalam dirimu selama berada diContinue reading “Surat di Hari Terakhir”
Book Donation – Sahabat OMAH
Di pertengahan Juli lalu, sebuah kendaraan berhenti di depan Guha. Supirnya turun membawa beberapa buku, menyerahkannya, lalu pergi. Kami kira, mungkin sampai di situ saja. Namun dua minggu berikutnya, beliau datang lagi. Kali ini membawa lebih banyak buku. Dan kemarin malam, buku-buku itu kembali tiba di Guha. Ketika kami bertanya apakah masih akan ada lagi,Continue reading “Book Donation – Sahabat OMAH”
Nada yang Boleh Salah
Di beberapa kota di luar negeri, piano diletakkan begitu saja di ruang-ruang publik. Di stasiun, di taman, di sudut bandara. Siapa pun boleh duduk dan memainkannya, dan orang-orang yang lewat mendengarkan musik langsung dari tangan orang asing. Kami selalu menyukai pemandangan itu, dan setiap kali melihatnya, pertanyaan yang sama muncul: kenapa tidak di sini? MakaContinue reading “Nada yang Boleh Salah”
Meja Mengikuti Kerja
Kalau seseorang berkeliling di Guha dan memperhatikan meja-meja tempat orang bekerja, ia akan menemukan sesuatu yang aneh: tidak ada satu susunan yang seragam. Tiap tim menata mejanya dengan cara yang berbeda. Yang satu memanjang, orang-orang duduk saling berhadapan. Yang lain justru saling membelakangi, dengan ruang rapat di tengah. Ada yang bekerja seperti di ruang tamu,Continue reading “Meja Mengikuti Kerja”
Experiencing – Sania, Kevin, Adel dan Ikfa
“Guha adalah dream house-ku,” kata Kak Sania di tengah kunjungannya. Kalimat itu membuat kami berpikir sepanjang sisa hari: sebenarnya apa yang membuat sebuah rumah layak disebut rumah impian? Kak @shan_hills datang bersama Kak Kevin, yang sudah ingin berkunjung sejak sekitar setahun lalu setelah Guha muncul di FYP media sosialnya. Kak Sania yang pencinta binatang senangContinue reading “Experiencing – Sania, Kevin, Adel dan Ikfa”
Pintu yang Terbuka
Sejak awal, kami terbiasa membuka pintu tanpa memungut apa-apa. Kelas-kelas terbuka, diskusi akhir pekan, sesi belajar yang siapa pun boleh masuk ke dalamnya tanpa membayar. Kami melakukannya bukan karena kami berkelebihan, melainkan karena kami percaya satu hal sederhana: ilmu yang dibagikan tidak pernah berkurang, dan pintu yang terbuka tidak pernah tahu siapa yang akan masukContinue reading “Pintu yang Terbuka”
Book Donation – Clara & Willy
Pada 7 Juli, Kak Clara dan Kak Willy datang ke Guha Boboto untuk berkunjung biasa. tidak ada acara atau janji temu. Tetapi mereka membawa satu kardus berisi buku dari koleksi mereka sendiri. Saat menyerahkannya kepada Fitri yang sedang berjaga, mereka berkata, masih banyak buku yang ingin kami donasikan, tapi ini dulu yang bisa kami bawa.Continue reading “Book Donation – Clara & Willy”
Waktu Melingkar
Di antara banyak cara kami bekerja, ada satu yang paling sederhana dan paling kami andalkan: duduk melingkar dan mendengarkan. Kami menyebutnya circle time, waktu melingkar. Bukan rapat dengan meja panjang dan kepala di ujung. Melainkan lingkaran, tempat tidak ada yang duduk di depan atau di belakang, dan setiap orang, kalau dilihat dari atas, berjarak samaContinue reading “Waktu Melingkar”
Yang Memasak Rasa Betah
Baru-baru ini, untuk pertama kalinya, kami berfoto bersama sebagai satu tim yang lengkap. Bukan hanya yang biasa tampil di dokumentasi acara, melainkan semuanya: yang mencatat kunjungan di meja depan, yang mengurus pendaftaran dan administrasi, sampai yang menjaga kebersihan ruangan-ruangan ini setiap hari. Baru kali ini semua berdiri dalam satu bingkai. Dan justru karena baru pertamaContinue reading “Yang Memasak Rasa Betah”
