Ada kalanya, keajaiban sebuah ruang tidak terletak pada seberapa megah bentuk visualnya, melainkan pada kemampuannya untuk menjadi saksi atas perjumpaan-perjumpaan yang tidak direncanakan.
Experiencing Guha kali ini mempertemukan dua keluarga yang sebelumnya tidak saling mengenal: Kak Ria bersama putranya James, dan Kak Novita bersama si kecil Elleri. Tanpa direncanakan, perjumpaan ini menumbuhkan kehangatan yang mengalir begitu saja. Para suami yang dengan santai menunggu di perpustakaan, anak-anak yang asyik berlarian, dan para ibu yang larut dalam perbincangan.
Bagi James yang cerdas dan kritis menanyakan banyak hal, serta Elleri yang tak kehabisan energi, Guha seketika berubah menjadi arena bermain. Mereka mencoba memainkan piano, memukul drum, bermain catur, hingga bersama-sama berlarian penuh tawa untuk memberi makan hewan. Meskipun berbeda usia, keduanya seolah terhubung oleh satu bahasa universal: rasa ingin tahu. Seperti kata Elleri yang sangat antusias karena belum pernah naik ke area rooftop, dan James yang begitu menikmati keseruannya melihat mini zoo. Dari mereka, kami belajar bahwa ruang yang membebaskan akan selalu menemukan cara untuk membuat anak-anak saling terhubung.
Sementara anak-anak sibuk bereksplorasi, sebuah percakapan yang tak kalah hangat mengalir di antara para ibu. Kak Novita dan Kak Ria berbagi cerita tentang dunia pendidikan anak, pengalaman homeschooling, hingga bagaimana pilihan sekolah sangat memengaruhi keputusan mereka dalam memilih tempat tinggal. Pada akhirnya, keduanya sepakat pada satu hal: masa kecil adalah masa yang sangat krusial bagi anak untuk mencoba banyak hal dan bebas bereksplorasi.
Menariknya, ruang yang mereka susuri ini dibaca dengan cara yang sangat personal. Kak Novita (@ellerideen) merasakan bagaimana detail-detail di setiap ruangan seolah merangsang otak untuk terus aktif berpikir. Di sisi lain, Kak Ria yang bekerja remote di bidang IT, melihatnya dari kacamata kenyamanan. Pengalaman pribadinya yang pernah berpindah rumah demi menghindari panasnya dinding yang menghadap barat membuatnya sangat peka terhadap kondisi termal bangunan. Melalui tur ini, Kak Ria menyadari bagaimana sebuah visi arsitektur diaplikasikan hingga ke hal-hal terkecil, sembari memetik pelajaran tentang cara memilih ruang yang benar-benar sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan.
Dan si kecil Elleri merangkum kunjungannya dengan kepolosan yang menggemaskan: “Seru. Seru banget. Paling suka kasih makan kambing.” Sementar James menutup hari dengan senyuman, “Seru, aku suka mini zoo.”
Terima kasih Kak Ria, Kak Novita, dan keluarga yang telah menghidupkan rumah ini dengan tawa dan percakapan. “Semoga tempat ini terus jadi berkat,” pesan Kak Ria sebelum pulang.
Sebuah pengingat manis bagi kami, bahwa arsitektur yang hidup adalah arsitektur yang mampu menjadi latar belakang bagi pertemanan baru, pertukaran pikiran, dan rasa ingin tahu yang tidak pernah padam. Sampai bertemu di penjelajahan berikutnya.
#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #LearningThroughSpace #GuhaTheGuild
(rs, hs, fm)
Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:







