Book Donation – Sahabat OMAH

Sebuah buku mungkin sudah selesai dibaca oleh pemiliknya, tetapi bukan berarti perjalanannya harus selesai. Ada kesempatan untuk dibaca kembali, ditemukan orang lain, dan memberi manfaat dengan cara berbeda.

Pada akhir Juli lalu, paket-paket buku tiba di Guha melalui kurir JNE. Tidak ada perjumpaan langsung atau obrolan serah terima. Namun, tumpukan kardus itu membawa kehangatannya sendiri.

Pemilik buku ini memilih hadir dari kejauhan. Ketika kami menghubunginya untuk berterima kasih, beliau menitipkan satu permintaan manis: tolong jangan sebutkan nama saya di postingan. Maka, cerita ini adalah milik seorang sahabat.

Lewat pesan itu pula, sahabat OMAH ini menyisipkan doa tulus, “Semoga buku-bukunya jadi berkat buat banyak orang.” Di akhir percakapan, beliau menambahkan satu janji kecil, “Nanti saya kirim lagi ya.” Kalimat sederhana dengan napas panjang: amanat ini masih berlanjut.

Begitulah perpustakaan mandiri di berbagai belahan dunia sering kali bertahan, bukan lewat satu sumbangan besar yang instan, melainkan kiriman paket yang datang berkali-kali dari tempat jauh.

Di pedalaman Kenya, Camel Mobile Library melintasi gurun membawa buku untuk anak-anak nomaden. Satu unta membawa kotak buku, yang lain tenda, meja, dan kursi. Koleksinya terus hidup berkat buku dari orang-orang tak dikenal. Di Amerika Serikat era 1930-an, Pack Horse Library mengandalkan buku kiriman warga dari kota-kota jauh, lalu mendistribusikannya ke pelosok pegunungan melalui pustakawan berkuda.

Kisah-kisah itu digerakkan oleh napas yang sama dengan sahabat OMAH: orang-orang yang merelakan bukunya menempuh perjalanan jauh tanpa pernah tahu wajah siapa yang kelak membacanya. Mereka tidak menuntut pengakuan, sebab kepuasan terdalam lahir dari keyakinan bahwa sebuah buku akan menemukan pembacanya sendiri, dan menjadi berkat di sana.

Terima kasih, sahabat OMAH. Paketnya sudah kami buka, pilah, dan siapkan menjadi bagian dari @Guhaboboto. Doanya sudah kami aminkan di sini. Semoga buku-buku ini menjadi berkat bagi banyak orang, seperti harapan yang menyertainya sejak pertama kali dikirimkan.

(rs, ty, hs, fm)


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Event | OMAH Library Upcoming Event 2026

#kelasOMAH Halo teman-teman Restless Spirit! kami di OMAH Library sangat bersyukur bisa terus tumbuh dan belajar bersama kalian sepanjang tahun ini. Saat ini, OMAH Library memiliki beberapa seri kelas seperti Dara(h) Muda, Bittersweet Memories in Design Experience, Arsitek(tur) Mumpuni, Perjalanan Mengenal Indonesia, bedah buku dan berbagai seri kelas lainnya. Berikut…

PMI #41 – Rumah Bosar Mandiangin dan Pusparagam Tektonika Arsitektur Kayu Kalimantan – Yoris Mangenda, Sheila Nurfajrina, M. Cahyo Novianto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui seri #41. Dua seri PMI ke depan akan dibawakan dalam tema Tektonika Kayu untuk Arsitektur Kayu Masa Depan. Seri pertama ini akan diwarnai arsitektur dari Kalimantan. Kalimantan menyimpan pusparagam pengetahuan arsitektur kayu yang terbentuk dari pengalaman panjang masyarakat dalam…

Bittersweet Memories In Design Experience | 67. Maria Rosantina

Menjadikan arsitektur bukan hanya semata penciptaan bentuk, melainkan sebuah pengalaman ruang yang jujur, membutuhkan komitmen panjang. Arsitektur menuntut sebuah kebenaran, yaitu kebenaran terhadap konteks, fungsi, material, konstruksi, dan kebutuhan manusia. Ketika landasan ini terpenuhi, keindahan tidak lagi menjadi sesuatu yang dibuat-buat, melainkan hadir secara alami untuk dialami sebagai ruang hidup.…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading