Ada banyak cara seorang ibu mencintai anaknya. Ada yang menyiapkan bekal setiap pagi, ada yang mengingatkan untuk beristirahat, dan ada pula yang terus mencari pengalaman yang nanti akan menjadi bekal bagi masa depan anaknya. Experiencing Guha kali ini, kami menerima Kunjungan Bu Citra bersama putrinya, Bella, mahasiswa arsitektur tahun kedua. Awalnya mereka hanya ingin melihatContinue reading “Experiencing – Bu Citra dan Bella”
Category Archives: OMAH Story
Book Donation – Anonymous
Ada buku yang sulit dilepaskan. Bukan hanya karena terlalu berharga untuk diberikan, tetapi justru karena kondisinya masih bagus. Masih rapi, masih enak dibaca, dan mungkin masih terasa sayang kalau harus dilepas dari rak sendiri. Salah satu sahabat OMAH ini punya pertimbangan yang kurang lebih seperti itu ketika memilih buku-buku yang kemudian ia kirimkan ke OMAHContinue reading “Book Donation – Anonymous”
Kursi yang Jarang Diduduki
Di antara kursi-kursi di perpustakaan ini, ada satu yang berbeda sendiri. Warnanya merah dan biru, bidang sandaran dan dudukannya seperti melayang, ditahan oleh batang-batang hitam yang saling silang dan dikunci dari samping. Orang yang pernah belajar sejarah desain akan langsung mengenalinya, kursi Rietveld. Ia dirancang sekitar seabad yang lalu oleh Gerrit Rietveld, dan yang seringContinue reading “Kursi yang Jarang Diduduki”
Experiencing – Pak Iman, Meisya, Bu Aan dan keluarga
Yang jauh mengenal kami dari layar, yang dekat mengenal kami dari sapaan, dan pekan ini keduanya masuk lewat pintu yang sama. Dari dua arah itu, kami belajar pola bertetangga yang sederhana, lebih kenal, lebih dekat. Kenal bisa dirangkai dari mana saja, kadang dari Instagram oleh yang jauh, kadang dari sapaan pagi oleh yang dekat, danContinue reading “Experiencing – Pak Iman, Meisya, Bu Aan dan keluarga”
Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia
Dari dek sebuah kapal yang merapat ke dermaga yang jauh, kampung itu tampak berdiri di atas laut. Rumah-rumah panggung, jalan setapak kayu ulin yang membentang ke daratan, kehidupan yang sudah lama sekali tahu cara tinggal di atas air. Pemandangan semacam itulah yang ditempuh berhari-hari oleh para pengarsip dalam ekspedisi-ekspedisi mereka. Dan pemandangan semacam itu pulaContinue reading “Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia”
Experiencing – Rania, Dianra dan Ayu
Persahabatan yang baik ternyata tahan jarak. Tiga sahabat sejak SMA, kini hidup di jalur masing-masing, pekan ini memilih terbang jauh dari Bali dan menjadikan Guha sebagai titik temunya. Kak Rania datang paling awal, baru saja kembali dari Bandung, koper besarnya masih setia menemani sampai ke Guha. Sembari menunggu, ia bercerita tentang kekagumannya pada OMAH LibraryContinue reading “Experiencing – Rania, Dianra dan Ayu”
Book Donation – Carissa
29 Juli lalu, sebuah kiriman buku diletakkan dengan tenang di depan pintu Guha. Kehadirannya kembali memperkaya cerita yang ada di balik setiap buku yang ada di rak-rak kami. Ketika kami menghubunginya, Kak Carissa membagikan sebuah pesan yang manis. “Saya ingin bukunya bisa dipergunakan dengan baik, Karena pas saya masih memiliki bukunya, saya jaga dengan baik.Continue reading “Book Donation – Carissa”
Yang Tidak Bisa Kita Perintah
Di Guha ada pohon-pohon, dan ada hewan. Marmut, kelinci, kambing. Mereka bukan sekadar penghuni tambahan, lama-lama kami sadar mereka bagian dari cara tempat ini menjaga kewarasan orang-orang di dalamnya. Ada sesuatu yang menenangkan dari memegang, atau sekadar berada di dekat, makhluk yang hidup. Banyak orang bilang itu pelepas stres, dan memang begitu terasanya. Tetapi kalauContinue reading “Yang Tidak Bisa Kita Perintah”
Rak yang tidak menghalangi
Orang yang datang ke OMAH mungkin mengira rak-rak buku di sana disusun sekadar untuk menampung sebanyak mungkin buku. Sebenarnya tidak. Susunan rak di sini kami pikirkan cukup lama, karena ternyata cara menata rak buku punya ilmunya sendiri, dan ilmu itu bukan tentang kapasitas, melainkan tentang bagaimana orang melihat dan bergerak. Persoalan utamanya adalah ruangnya kecil.Continue reading “Rak yang tidak menghalangi”
Experiencing – Meggiy Saputra
Kita sering mengira identitas adalah sesuatu yang utuh. Padahal, sebagian besar dari kita justru dibentuk oleh banyak hal yang datang dari tempat-tempat yang berbeda. Ada yang mewarisi bahasa dari satu kota, kebiasaan dari kota lain, cara berpikir dari tempat ia belajar, lalu perlahan menjadi seseorang yang tidak lagi dapat dijelaskan hanya oleh satu asal. Barangkali,Continue reading “Experiencing – Meggiy Saputra”
