Terinspirasi oleh ramalan Alvin Toffler dalam bukunya “Future Shock”, Singgih memutuskan pulangkampung 2 tahun setelah menamatkan kuliah di Desain Produk ITB. Mimpi tinggal dan berkarya didesa namun terkoneksi secara internasional sungguh memikat. Dengan upaya yang keras dan tidak pantang menyerah, akhirnya Singgih mampu membuktikan bahwa ramalan tersebut benar, sekaligus membuktikan potensi desa yang luar biasa.Continue reading “Contextual Method | Ep. 1 Creativity in Village – Singgih Kartono”
Category Archives: OMAH Talks
Seven Discourse of Do and Don’t | Ep. 7 Philosophy – Johannes Adiyanto
“Cogito Ergo Sum”—Rene Descartes ‘Jargon’ yang selalu membayangi pembahasan filsafat. Tapi apakah keberadaan seorang manusia hanya muncul saat dia berpikir? Tolak ukur manusia saat dia menggunakan otaknya? Bagaimana dengan organ lain seperti perasaan? Apakah otak rasional lebih tinggi dari pada perasaan hati? Sejumlah pertanyaan dapat dilontarkan dari sebuah kalimat pendek Descartes, dan itulah esensi dariContinue reading “Seven Discourse of Do and Don’t | Ep. 7 Philosophy – Johannes Adiyanto”
Seven Discourse of Do and Don’t | Ep. 6 Writing – Apurva Bose Dutta
The profession of architecture has become representative of the society we live in. Arguably the most public art that affects human psychology most profoundly, architecture also happens to be the least discussed. Everyone does care about architecture, but the lack of a common language to talk about the built environment renders the profession as lessContinue reading “Seven Discourse of Do and Don’t | Ep. 6 Writing – Apurva Bose Dutta”
PMI #13 – Rampa Kapis – Arsitektur Hijau
Pandangan pertama tampak dari dek kapal yang mengantarkan ekspeditor menuju ke dermaga untuk berlabuh, sebuah kawasan berdiri diatas lautan dengan bentuk vernakular lengkap dengan gambaran kehidupan maritimnya. Hingga sampai di dermaga, jalan setapak sebagai struktur kawasan membentang panjang ke arah daratan dengan material kayu ulin, menuntun melewati rumah – rumah warga. Berjalan menyusuri jalan setapakContinue reading “PMI #13 – Rampa Kapis – Arsitektur Hijau”
PMI #11 – Arsitektur Tanimbar – Arsitektur Hijau
Tanimbar Kei adalah sebuah desa sekaligus pulau yang terletak tepat pada gugus selatan Kepulauan Kei Kecil. Diapit oleh Laut Banda pada bagian barat dan Kepulauan Tanimbar pada bagian selatan. Pulau ini menampung sekitar 548 masyarakat di dalamnya. Tanimbar Kei dibagi dalam tiga wilayah secara kependudukan besar, yaitu Kampung Atas, Kampung Bawah, dan Kampung Mun. SalahContinue reading “PMI #11 – Arsitektur Tanimbar – Arsitektur Hijau”
PMI #10 – Arsitektur Hindia Belanda – Yulianto Sumalyo
Selama masa kependudukan Belanda di Indonesia sejak abad ke-17 hingga menjelang proklamasi kemerdekaan di tahun 1945, Belanda telah mendirikan berbagai fasilitas untuk menunjang keperluannya, mulai dari infrastruktur seperti pelabuhan, hingga yang berskala lebih kecil seperti kantor, villa, dan perumahan. Arsitektur dari masa itu menjadi unsur penting dalam pengkajian asal usul dan perkembangan budaya serta identiasContinue reading “PMI #10 – Arsitektur Hindia Belanda – Yulianto Sumalyo”
PMI #9 – Arsitektur Keraton Yogyakarta – Yulianto Sumalyo
Keraton Yogyakarta, menjadi semakin kompleks dan rumit, karena berbagai pengaruh bercampur menjadi satu : Hindu, Islam, Jawa, percampuran adat dan agama (sinkretis), juga klasik dan modern Eropa. Lebih rumit lagi adanya kemungkinan terlibatnya unsur spiritual dalam proses perancangan, yang tidak dapat dianalisis secara fisik-arsitektural baik dalam bentuk maupun fungsinya. Dalam aspek sejarah, juga tidak kurangContinue reading “PMI #9 – Arsitektur Keraton Yogyakarta – Yulianto Sumalyo”
PMI #8 – Arsitektur Mamasa – Arsitektur hijau
Dalam sesi Perjalanan Mengenal Indonesia kali ini Arsitektur Hijau akan membagikan pengalaman ekspedisinya pada arsitektur di Mamasa yang dilakukan pada tahun 2018 silam melalui penggalian arsitektural mulai dari konteks lingkungan, budaya, tradisi membangun hingga proses membangun. Mamasa adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Barat. Kabupaten Mamasa terbagi atas beberapa desa, salah satunya adalah Desa BallaContinue reading “PMI #8 – Arsitektur Mamasa – Arsitektur hijau”
PMI #7 – Experimentasi Arsitektur Maclaine Pont – Kattiya Paninndriya
Cerita ini berfokus, pertama, pada intervensi pemerintah Belanda dalam penataan lingkungan perkotaan di Jawa yang dibangun sebagai model pos terdepan pada masa kolonial, dan kedua, pada percobaan Maclaine Pont (1884-1971) sebagai arsitek Belanda yang karyanya mewakili budaya arsitektur kolonial Indonesia pada awal abad kedua puluh. Selama 1910-1920, terjadi wabah yang menewaskan puluhan ribu orang diContinue reading “PMI #7 – Experimentasi Arsitektur Maclaine Pont – Kattiya Paninndriya”
PMI #6 – Laika Mbuu dan Laika Landa – Putra Wijaya
Rumah ini berfungsi sebagai hunian/tempat tinggal dan tempat perlindungan. Berbeda dari proses berdirinya laika mbu’u yang melalui prosesi adat dan sangat dijunjung tinggi keberadaanya. Ada perbedaan konteks perihal proses pembangunan kedua rumah ini. Laika landa dahulu digunakan sebagai Rumah tinggal untuk rakyat biasa, kemudian berpindah fungsi sebagai tempat penyimpanan barang-barang pusaka atau hasil panen perkebunanContinue reading “PMI #6 – Laika Mbuu dan Laika Landa – Putra Wijaya”
