Contextual Method | Ep. 1 Creativity in Village – Singgih Kartono

Terinspirasi oleh ramalan Alvin Toffler dalam bukunya “Future Shock”, Singgih memutuskan pulang
kampung 2 tahun setelah menamatkan kuliah di Desain Produk ITB. Mimpi tinggal dan berkarya di
desa namun terkoneksi secara internasional sungguh memikat. Dengan upaya yang keras dan tidak pantang menyerah, akhirnya Singgih mampu membuktikan bahwa ramalan tersebut benar, sekaligus membuktikan potensi desa yang luar biasa. Produk-produk kayu dengan brand Magno bukan saja tersebar luar secara internasional , namun juga mendapat banyak penghargaan desain internasional prestisius dan publikasi yang sangat luas.

Keprihatinannya akan kondisi desa mendorong Singgih untuk melahirkan Spedagi, sebuah gerakan revitalisasi desa dengan ikon sepeda bambu. Ilmu desain bagi Singgih bukan semata untuk menciptakan produk, namun lebih penting lagi untuk menggunakannya sebagai upaya memperbaiki kehidupan dan menjaga kelestarian alam. Tahun 2020 Singgih melahirkan “Cyral-Spiriterial” sebuah pemikiran makro tentang bagaimana keberlanjutan kehidupan secara global bisa diwujudkan.


Kuliah tanggal 09.09.2021, diisi oleh Singgih Kartono, moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A Permana


Testimoni Peserta

Mantap Pak Undi, saya makin lebih sadar bagaimana cara “lain” dalam melihat sebuah bentuk. Dari sini membuka Sangat menginspirasi dalam ilmu desain, sangat menambah pengetahuan design thinking yang sangat ramah terhadap lingkungan melalui spiritual dan material
Intan Novia Hari Pratiwi

Inspiratif sekali karena Pak Singgih punya pemikiran yg luar biasa! Poin-poin yg disampaikan termasuk jawaban-jawaban Pak Singgih terhadap bbrp pertanyaan seringnya tidak tertebak, menggelitik pikiran, sungguh pantas utk direnungkan, semoga nanti bs memantik ide2 solusi terhadap hambatan diri sesuai konteks kita masing2. Terima kasih 😊
Angela Rinta

Experience never lie. gimana caranya supaya bisa sadar dimana posisi kita di society ya?
Agung

A very interesting manifesto with a surprising intention behind it. Terima kasih pak Singgih, pak Realrich dan Omah Library. Menantikan seri selanjutnya.
Sylviana Mirahayu Ifani

terima kasih sudah memberikan kesempatan untuk belajar untuk memiliki pola pikir sederhana,mengenal dan lebih peduli terhadap keunikan yang hadir dari desa atau lingkungan terdekat
Dionisius Rio

tokoh yang sangat idealis dan berkarakter, cita-citanya terhadap desa sangat memotivasiiii
Julianti Putri Setiawan


Berikut ini adalah transkrip diskusi yang terjadi pada saat berlangsungnya kuliah tanggal 09.09.2021, diisi oleh Singgih Kartono, moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A Permana



Pembicara

Singgih Kartono

Terinspirasi oleh ramalan Alvin Toffler dalam bukunya “Future Shock”, Singgih memutuskan pulangkampung 2 tahun setelah menamatkan kuliah di Desain Produk ITB. Mimpi tinggal dan berkarya didesa namun terkoneksi secara internasional sungguh memikat. Dengan upaya yang keras dan tidak pantang menyerah, akhirnya Singgih mampu membuktikan bahwa ramalan tersebut benar, sekaligus membuktikan potensi desa yang luar biasa. Produk-produk kayu dengan brand Magno bukan saja tersebar luar secara internasional , namun juga mendapat banyak penghargaan desain internasional prestisius dan publikasi yang sangat luas. Keprihatinannya akan kondisi desa mendorong Singgih untuk melahirkan Spedagi, sebuah gerakan revitalisasi desa dengan ikon sepeda bambu. Ilmu desain bagi…

Rangkuman oleh Satria A Permana

Kreatifitas dari Desa

Rangkuman oleh Satria A Permana Dirangkum dari Kuliah tanggal 09.09.2021, diisi oleh Singgih Kartono, moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A Permana Secara kontekstual, Singgih Kartono menempatkan dirinya sebagai masyarakat desa. Memutuskan kembali ke desa karena ketidakcocokannya dengan suasa kota yang riuh dan padat. Ia melihat desa-desa saat ini menghadapi keadaan yang kurang menguntungkan karena banyaknya migrasi dari desa ke kota. Singgih mereferensikan ramalan Alvin Toffler tentang kehidupan desa yang dapat terhubung secara global dengan adanya teknologi. Saat pulang ke desa, Singgih merintis Magno Design sebagai titik mula upaya usaha di desa. Sebenarnya dimulai dari tugas akhirnya tentang pembuatan Radio dengan proses yang sarat…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s