Arsitek(tur) Mumpuni

Arsitek(tur) Mumpuni merupakan salah satu series lecture di OMAH Library. Pergerakan arsitektur di Indonesia salah satunya tumbuh karena perjuangan dan konsistensi arsitek-arsitek yang kami sebut “Mumpuni”. Arsitek mumpuni diwarnai dengan perjuangan yang konsisten dalam membangun ekosistem arsitektur, dan terus menggelorakan kecintaan mereka, bahwa mereka perlu berkontribusi untuk arsitektur. Mereka adalah orang-orang yang selama ini konsisten merajut arsitektur Indonesia. Seringkali orang-orang tersebut menjadi titik kembali bagi para kaum muda yang gelisah terhadap topik-topik seputar arsitektur di masa kini.

Pertanyaanya adalah, seberapa banyak pengetahuan yang dirajut oleh mereka, dan seberapa konsisten perjuangan mereka atas apa yang mereka cintai?

Oleh sebab itulah, series Arsitek(tur) Mumpuni kami buat dengan tujuan untuk mendengarkan dan berdiskusi bersama mereka, kami berusaha untuk memetakan benang merah yang menjadi dinamika arsitektur Indonesia dan kepentingan regional lainnya. Hadirnya program ini kami harap dapat menjadi refleksi bersama sebagi alat penyambung tongkat estafet dari kegelisahan anak-anak muda terutama mahasiswa yang mencari cerita untuk memahami arsitekturnya lebih dalam.

Kenapa Kelas Arsitek(tur) Mumpuni Menjadi Penting

Pergerakan arsitektur di Indonesia salah satunya tumbuh karena perjuangan dan konsistensi arsitek-arsitek yang kami sebut “Mumpuni”. Arsitek mumpuni diwarnai dengan perjuangan yang konsisten dalam membangun ekosistem arsitektur, dan terus menggelorakan kecintaan mereka, bahwa mereka perlu berkontribusi untuk arsitektur. Mereka adalah orang-orang yang selama ini konsisten merajut arsitektur Indonesia. Seringkali orang-orang tersebut menjadi titik kembali bagi para kaum muda yang gelisah terhadap topik-topik seputar arsitektur di masa kini.

Pertanyaanya adalah, seberapa banyak pengetahuan yang dirajut oleh mereka, dan seberapa konsisten perjuangan mereka atas apa yang mereka cintai?

Oleh sebab itulah, series Arsitek Mumpuni kami buat dengan tujuan untuk mendengarkan dan berdiskusi bersama mereka, kami berusaha untuk memetakan benang merah yang menjadi dinamika arsitektur Indonesia dan kepentingan regional lainnya. Hadirnya program ini kami harap dapat menjadi refleksi bersama sebagai alat penyambung tongkat estafet dari kegelisahan anak-anak muda terutama mahasiswa yang mencari cerita untuk memahami arsitekturnya lebih dalam.

  1. Episode 1: Minggu, 21 April 2024  – Sutrisno Murtiyoso
  2. Episode 2: Minggu, 26 Mei 2024 – Budi Lim
  3. Episode 3: Minggu, 18 Agustus 2024 – Tresnowati Soendoro
  4. Episode 4: Minggu, 29 September 2024 – Yuswadi Saliya
  5. Episode 5: Minggu, 10 November 2024 – Danang Triratmoko

Video

OMAH Talks

OMAH Talks is the archive of casual discussion about things beyond architecture from various thinkers. This is the discussion by the practicioners which can be acessed for free. The discussion is personal, which sometimes note the contributions of the individuals to the ecosystem by knowledge disseminations.

OMAH Library bekerjasama dengan Taylor’s University Malaysia, Universitas Tarumanagara & didukung oleh IAI Banten dengan bangga menghadirkan kelas “Tracing Our Own Asian Architecture Heritage?”

Mengajak anak-anak muda Indonesia yang bergerak di bidang arsitektur untuk berbagi kisah perjalanan di OMAH Library. Jalan menekuni arsitektur tidaklah mudah, banyak yang harus dipelajari, dari teori, praktik, hingga etika. 

Perjalanan Mengenal Indonesia dalah sebuah kelas yang mengupas kisah penjelajahan-penjelajahan tentang arsitektur dan vernakularitas di Indonesia. Kelas ini merupakan hasil kerjasama dari Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia bersama OMAH Library, dan penjelajah-penjelajah yang mengarungi belantara arsitektur di Indonesia.

This class tries to explore ways to fight for belief and love for architecture, starting from the discourse that everyone is unique and has their spesific problems, or “struggle for life”. Therefore, every individual innovates with strategies and tactics by contributing to the surrounding ecosystem.

Di dalam “Hermit of Architecture”, ada setidaknya 5 cara hermits yang dapat dipelajari yang diturunkan dari filosofi Nicomachean-Aristoteles, seperti Nous (kearifan intelektual), Techne (kearifan teknikal), Phronesis (kearifan taktikal), Episteme (wawasan pengetahuan), dan Sophia (kecintaan dan refleksi).

Contextual Method / Metode Kontekstual membahas desain dari sudut pandang latar konteks dan metode desain dari panelis-panelis yang memiliki pengalaman khusus yang telah mereka pupuk hingga sekarang.

Tua-Tua Keladi (The Old Mind) adalah sebuah program dari OMAH Library berupa wadah perkenalan mengenai diskursus yang digerakkan oleh orang-orang yang akan membawa perubahan sosial.

OMAH Library mengadakan acara kelas Wacana Arsitektur “Do and Don’t” bersama tujuh narasumber terkait dengan filosofi, sejarah, teori, kritik, kurasi, cara bercerita, dan menulis.

Kelas Wacana Omah Library yang kedua setelah seri Do dan Don’t ini bertujuan untuk mendapatkan stimulus wacana yang terjadi di dalam sisi pribadi, proses pembuatan karya dan sisi eksternal yang terjadi di dalam kota. 

Di antara permutasi dari kemungkinan variasi metode yang ada, kuliah ini merupakan salah satu bentuk sebuah metode melawan strukturnya pemikirannya sendiri, untuk kemudian mempertanyakan, menjawab pertanyaan sendiri, lalu mendapatkan metode yang baru.

Arsitektur perlu dimengerti dari sudut pandang epistemologi: yakni meletakkan bangunan bukan hanya sebagai sebuah bentuk fisik, tapi juga pengubah lingkungan yang berfungsi secara sosial, kultural dan ekonomi.

Membahas “Nusantara” bersama 11 narasumber dengan 11 sudut pandang berbeda: reposisi, kritisisme, teori, sejarah, kurasi, cerita, tulisan, rekonstruksi – budaya, ruang publik, filosofi dan refleksi.

Kelas ini akan membahas satu-persatu perjalanan arsitektur mulai dari modernism, postmodernism, regionalism hingga refleksi yang akan dibawakan oleh pembicara-pembicara yang tentunya seru dan menarik. 

Setiap arsitek mengalami sisi – sisi yang melelahkan di dalam proses berkreasi. Ia terlibat di dalam kerja komunal ataupun kerja yang sendiri dan retrospektif. Ia akan dilatih untuk peka terhadang gambar yang berisikan ruang, bentuk dan tatanan.

Kelas ini akan membahas tentang perjalanan karir seorang Master Arsitektur di Indonesia dan dunia seperti Mies Van De Rohe hingga Y.B. Mangunwijaya yang memberikan pengaruh dalam perkembangan arsitektur.

Pembahasan mendalam tentang buku-buku karya Jacques Derrida, Roland Barthes, Eladio Dieste, dan beberapa lainnya untuk memahami vista penulis serta diskursus yang mereka lahirkan.