Book Donation – Sahabat OMAH

Sebuah buku mungkin sudah selesai dibaca oleh pemiliknya, tetapi bukan berarti perjalanannya harus selesai. Ada kesempatan untuk dibaca kembali, ditemukan orang lain, dan memberi manfaat dengan cara berbeda. Pada akhir Juli lalu, paket-paket buku tiba di Guha melalui kurir JNE. Tidak ada perjumpaan langsung atau obrolan serah terima. Namun, tumpukan kardus itu membawa kehangatannya sendiri.Continue reading “Book Donation – Sahabat OMAH”

Yang Tidak di Balik Meja

Tidak semua orang di studio kami bekerja di balik meja. Sebagian pekerjaan justru menuntut orang terus bergerak. Tim yang mengurus pengecekan lapangan, misalnya, lebih banyak berada di tapak daripada di ruang kerja. Tim yang memikirkan strategi berpindah dari satu pertemuan ke pertemuan lain. Mereka bekerja dengan laptop di tangan, dari mana saja mereka berada, danContinue reading “Yang Tidak di Balik Meja”

Event | OMAH Library Upcoming Event 2026

#kelasOMAH Halo teman-teman Restless Spirit! kami di OMAH Library sangat bersyukur bisa terus tumbuh dan belajar bersama kalian sepanjang tahun ini. Saat ini, OMAH Library memiliki beberapa seri kelas seperti Dara(h) Muda, Bittersweet Memories in Design Experience, Arsitek(tur) Mumpuni, Perjalanan Mengenal Indonesia, bedah buku dan berbagai seri kelas lainnya. Berikut beberapa update untuk schedule eventContinue reading “Event | OMAH Library Upcoming Event 2026”

Memberi Alamat pada Buku

Ada satu pekerjaan di perpustakaan ini yang hampir tidak pernah difoto: mengkatalog. Duduk berjam-jam di depan tumpukan buku, mengangkat satu demi satu, mencatat judul, penulis, penerbit, tahun, lalu memberinya nomor dan tempat di rak. Pekerjaan yang pelan, berulang, dan tidak akan pernah muncul di halaman mana pun sebagai prestasi. Kami mengerjakannya dengan sumber daya yangContinue reading “Memberi Alamat pada Buku”

PMI #41 – Rumah Bosar Mandiangin dan Pusparagam Tektonika Arsitektur Kayu Kalimantan – Yoris Mangenda, Sheila Nurfajrina, M. Cahyo Novianto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui seri #41. Dua seri PMI ke depan akan dibawakan dalam tema Tektonika Kayu untuk Arsitektur Kayu Masa Depan. Seri pertama ini akan diwarnai arsitektur dari Kalimantan. Kalimantan menyimpan pusparagam pengetahuan arsitektur kayu yang terbentuk dari pengalaman panjang masyarakat dalam berhadapan dengan material, iklim, lingkungan,Continue reading “PMI #41 – Rumah Bosar Mandiangin dan Pusparagam Tektonika Arsitektur Kayu Kalimantan – Yoris Mangenda, Sheila Nurfajrina, M. Cahyo Novianto”

Experiencing – Universitas Widya Mataram – Yogyakarta

Tamu biasanya membawa oleh-oleh makanan. Tamu pekan ini membawa buku-buku yang ditulis oleh dosen-dosennya sendiri, tentang bangsal-bangsal keraton tempat kampus mereka berdiri. Ilmu yang datang membawa ilmu, dan seketika kunjungan ini terasa bukan seperti menerima tamu, melainkan bertemu saudara-saudara lama dari Yogyakarta. Rombongan Universitas Widya Mataram tiba dalam rangka ekskursi arsitektur ke Jakarta. Kampus merekaContinue reading “Experiencing – Universitas Widya Mataram – Yogyakarta”

Bittersweet Memories In Design Experience | 67. Maria Rosantina

Menjadikan arsitektur bukan hanya semata penciptaan bentuk, melainkan sebuah pengalaman ruang yang jujur, membutuhkan komitmen panjang. Arsitektur menuntut sebuah kebenaran, yaitu kebenaran terhadap konteks, fungsi, material, konstruksi, dan kebutuhan manusia. Ketika landasan ini terpenuhi, keindahan tidak lagi menjadi sesuatu yang dibuat-buat, melainkan hadir secara alami untuk dialami sebagai ruang hidup. Menghidupi filosofi tersebut, Maria RosantinaContinue reading “Bittersweet Memories In Design Experience | 67. Maria Rosantina”

Arsitektur di Sekitar Kita

Ada anggapan yang ingin kami bantah pelan-pelan: bahwa arsitektur hanya untuk anak arsitektur dan hanya bisa dipahami oleh yang bersekolah di dalamnya. Kami tidak percaya itu. Bagi kami, arsitektur ada di keseharian, di hadapan siapa saja, dan siapa pun yang mau memperhatikan bisa mulai memahaminya. Cobalah perhatikan hal-hal yang tampak sepele. Bagaimana sebuah dinding diselesaikan,Continue reading “Arsitektur di Sekitar Kita”

Experiencing – Shanice Eve

“In front, I thought this is just a small place, but this is a very big place.” Begitu tulis Shanice Eve, seusai kunjungannya. Kalimat sederhana itu diam-diam menyentuh jantung cara rumah ini dirancang. Kesannya ia tuliskan lengkap, “everything was done intentionally up to its detail, this is such a wonderful and full of warmth place,”Continue reading “Experiencing – Shanice Eve”

Ruang yang Aman untuk Bercerita

Ada pertanyaan yang lama kami pikirkan di OMAH: bagaimana sebuah tempat bisa membuat orang berani bercerita? Bukan berbicara basa-basi, melainkan benar-benar bercerita, tentang keraguannya, tentang perjalanannya, tentang hal-hal yang biasanya disimpan sendiri. Kami perlahan paham bahwa keberanian semacam itu tidak bisa dipaksa. Ia hanya tumbuh di ruang yang terasa aman. Ruang aman itu kami rawatContinue reading “Ruang yang Aman untuk Bercerita”