Experiencing – Faris Fam & Dody Fam

Dokter dan arsitek ternyata bersaudara jauh. Sama-sama sedikit tidurnya, sama-sama memikul tanggung jawab pada kemanusiaan. Bedanya hanya satu, yang satu merawat manusia, yang satu merawat bangunan. Pekan itu, kami diingatkan pada persaudaraan itu, sebab yang datang berkunjung sampai ke Sky Office adalah pasangan dari dua dunia tersebut.

Dari Malaysia, Dhiya, seorang dokter, menulis singkat dan hangat, “My kids love this place and I can’t disagree. Love from Malaysia,” ditandatangani berempat, Faris, Dhiya, Naufah, dan Naila. Faris, sang arsitek, menambahkan, “A wonderful house and I mean it. Full of wonders.” Rombongan Kedua datang dari keluarga Dody Heriawan, seorang akuntan, menulis bahwa kunjungannya sangat mengesankan, bisa mengenalkan dunia arsitektur kepada anak-anak, keluarga, hingga mahasiswa. Akuida menyebut konsepnya keren dan tidak sabar menunggu karya-karya berikutnya. Dan Kalya, seorang pelajar yang ingin kuliah arsitektur, memberi ulasan paling jujur, “Bagus, tempatnya nyaman dan bersih, kayak labirin, takut nyasar.”

Komentar sang dokter dan sang arsitek membuat kami merenungkan satu hal. Sebelum bertindak, dokter membaca riwayat dan menegakkan prognosis. Bangunan pun sesungguhnya begitu. Sebelum bentuk lahir, selalu ada cerita dan kebutuhan yang mendahuluinya. Daniel Coyle, dalam The Talent Code, menulis bahwa perjalanan menuju keahlian dimulai dari ignition—percikan rasa ingin tahu, lalu dirawat oleh latihan dan bimbingan. Rumah juga demikian. Yang kami harap dibawa pulang bukan sekadar pengetahuan tentang arsitektur, melainkan empati bahwa sebuah tempat lahir dari cerita, dirawat banyak tangan, lalu bertumbuh bersama penghuninya.

Soal labirin yang ditakuti Kalya, kami jadi teringat mitos Yunani. Konon, di jantung labirin menunggu seekor Minotaur. Labirin kami juga punya penunggunya, seekor kambing. Bedanya, ia tidak pernah mengejar siapa-siapa, paling-paling menyundul pelan sambil meminta rumput.

Terima kasih Faris @doku.mental sekeluarga yang jauh-jauh dari Malaysia, dan Dody sekeluarga @heriawanpriatmoko. Rumah ini hidup karena kalian menjelajahinya sampai tersesat dan menemukan jalan pulang. Sampai bertemu di kunjungan berikutnya.

#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #LearningThroughSpace #GuhaTheGuild


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Bittersweet Memories In Design Experience | 70. Rida Sobana

Di tengah pesatnya urbanisasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tantangan perubahan iklim, Arsitektur menyerupai permainan catur. Ada strategi dalam setiap garis, visi pada setiap langkah, dan kemungkinan yang tak pernah berakhir untuk terus mencipta dari keterbatasan. Cara pandang inilah yang mengiringi perjalanan Rida Sobana @ridasobana dalam dunia arsitektur sejak tahun terakhir…

PMI #45 – Herman Thomas Karsten: Arsitektur Bastar – Priyo Pratikno

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #45. Episode kali ini bersama Pak Priyo Pratikno, mengangkat tema: “Herman Thomas Karsten: Arsitektur Bastar” Bastar merupakan entitas baru yang terbentuk dari penyatuan dua elemen dalam oposisi biner walau sering kali berkonotasi negatif. Dalam kerangka berpikir Barat, proses…

PMI #42 – Tektonika Retikulasi dan Tektonika Kuno-Kini – Dani Hermawan, Cahyo Novianto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #42. Ini episode kedua dari seri Tektonika Kayu untuk Arsitektur Kayu Masa Depan, dan terbagi dalam dua paparan: ▫️Paparan 1 bersama Dani Hermawan, dengan tema: “Tektonika Retikulasi” “Tektonika Retikulasi” merupakan eksplorasi yang mempertemukan komputasi, ketukangan, dan rekayasa material…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a Reply