Book Donation – Veronika

Bertahun-tahun Bu Veronika melewati Guha dan hanya melihatnya dari luar. Rumahnya beberapa langkah saja dari sini, tetapi ia belum pernah masuk. Meski begitu, hampir lima tahun lalu ia sudah pernah datang mengantarkan buku, dan pada 23 Juni kemarin ia datang lagi, kali ini membawa kembali buku-buku koleksi keluarganya. Baru pada kunjungan kedua itulah kami mengajaknya berkeliling, ke OMAH Bookstore dan ke OMAH Kaca. Sambil berjalan beliau berkata pelan, perpustakaannya cukup besar ya, banyak keunikannya.

Kalimat itu menempel di kepala kami. Sebab artinya, sebelum pernah masuk sekalipun, sudah ada sesuatu yang membuat beliau percaya bahwa buku keluarganya akan aman di sini. Rupanya bertetangga memang seperti berkenalan dengan manusia, butuh waktu, tidak bisa dipaksa. Yang bisa kami kerjakan hanya menjaga apa yang terlihat dari luar, merawat tanamannya, menjaga detail kekriyaannya, dan berusaha tetap bersahaja, supaya siapa pun yang lewat merasa disapa, bukan dijauhi.

Banyak orang membaca tempat ini sebagai ruang publik yang ramai dan beragam. Tetapi bagi kami, Bu Veronika bukan lagi pengunjung. Beliau bagian dari gerakan literasi lingkungan ini, dan buku-bukunya akan menemukan pembaca baru.

Yang menarik, cara seperti ini bukan hal aneh di dunia. Di Jepang ada bunko, perpustakaan rumahan yang dibuka ibu-ibu di ruang tamu mereka sendiri. Shigeko Tsuchiya memulainya di rumahnya di Setagaya pada 1955, lalu Momoko Ishii, penerjemah Winnie-the-Pooh, membuka Katsura Bunko di Suginami pada 1958. Dari rumah-rumah itu gerakan ini tumbuh menjadi Tokyo Children’s Library dan ikut mengubah wajah perpustakaan umum Jepang. Di Korea, perpustakaan-perpustakaan kecil lahir dari ruang yang sudah ada, bekas kantor, bekas loket, bahkan kontainer, dan di Distrik Gwanak, Seoul, jumlahnya bertambah dari 5 menjadi 43. Di Suncheon ada Miracle Library, dan di Seoul ada perpustakaan yang dirintis Young-Sook Park dari sebuah ruang bawah tanah, hidup dari donasi warga, kini menjadi satu gedung berisi arsip komunitas, dapur, dan kebun. Di Finlandia, perpustakaan pusat Helsinki bernama Oodi dibangun setelah lebih dari 2.000 usulan dikumpulkan dari warga, sampai gedungnya terasa milik mereka, bukan milik pemerintahnya.

Ketiganya berangkat dari tempat yang sama, orang biasa yang memutuskan bahwa buku sebaiknya tidak berhenti di lemari rumah. Matur nuwun, Bu Veronika. Pintunya selalu terbuka, dan sekarang beliau sudah tahu isinya.

Saat ini, buku-buku tersebut akan menjadi bagian dari koleksi Guha Boboto, menunggu untuk kembali dibuka, dibaca, dan menjadi bagian dari perjalanan hidup pembaca selanjutnya.


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Bittersweet Memories In Design Experience | 70. Rida Sobana

Di tengah pesatnya urbanisasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tantangan perubahan iklim, Arsitektur menyerupai permainan catur. Ada strategi dalam setiap garis, visi pada setiap langkah, dan kemungkinan yang tak pernah berakhir untuk terus mencipta dari keterbatasan. Cara pandang inilah yang mengiringi perjalanan Rida Sobana @ridasobana dalam dunia arsitektur sejak tahun terakhir…

PMI #45 – Herman Thomas Karsten: Arsitektur Bastar – Priyo Pratikno

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #45. Episode kali ini bersama Pak Priyo Pratikno, mengangkat tema: “Herman Thomas Karsten: Arsitektur Bastar” Bastar merupakan entitas baru yang terbentuk dari penyatuan dua elemen dalam oposisi biner walau sering kali berkonotasi negatif. Dalam kerangka berpikir Barat, proses…

PMI #42 – Tektonika Retikulasi dan Tektonika Kuno-Kini – Dani Hermawan, Cahyo Novianto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #42. Ini episode kedua dari seri Tektonika Kayu untuk Arsitektur Kayu Masa Depan, dan terbagi dalam dua paparan: ▫️Paparan 1 bersama Dani Hermawan, dengan tema: “Tektonika Retikulasi” “Tektonika Retikulasi” merupakan eksplorasi yang mempertemukan komputasi, ketukangan, dan rekayasa material…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Leave a Reply