Selama masa kependudukan Belanda di Indonesia sejak abad ke-17 hingga menjelang proklamasi kemerdekaan di tahun 1945, Belanda telah mendirikan berbagai fasilitas untuk menunjang keperluannya, mulai dari infrastruktur seperti pelabuhan, hingga yang berskala lebih kecil seperti kantor, villa, dan perumahan. Arsitektur dari masa itu menjadi unsur penting dalam pengkajian asal usul dan perkembangan budaya serta identiasContinue reading “PMI #10 – Arsitektur Hindia Belanda – Yulianto Sumalyo”
Category Archives: Perjalanan Mengenal Indonesia
PMI #9 – Arsitektur Keraton Yogyakarta – Yulianto Sumalyo
Keraton Yogyakarta, menjadi semakin kompleks dan rumit, karena berbagai pengaruh bercampur menjadi satu : Hindu, Islam, Jawa, percampuran adat dan agama (sinkretis), juga klasik dan modern Eropa. Lebih rumit lagi adanya kemungkinan terlibatnya unsur spiritual dalam proses perancangan, yang tidak dapat dianalisis secara fisik-arsitektural baik dalam bentuk maupun fungsinya. Dalam aspek sejarah, juga tidak kurangContinue reading “PMI #9 – Arsitektur Keraton Yogyakarta – Yulianto Sumalyo”
PMI #8 – Arsitektur Mamasa – Arsitektur hijau
Dalam sesi Perjalanan Mengenal Indonesia kali ini Arsitektur Hijau akan membagikan pengalaman ekspedisinya pada arsitektur di Mamasa yang dilakukan pada tahun 2018 silam melalui penggalian arsitektural mulai dari konteks lingkungan, budaya, tradisi membangun hingga proses membangun. Mamasa adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Barat. Kabupaten Mamasa terbagi atas beberapa desa, salah satunya adalah Desa BallaContinue reading “PMI #8 – Arsitektur Mamasa – Arsitektur hijau”
PMI #7 – Experimentasi Arsitektur Maclaine Pont – Kattiya Paninndriya
Cerita ini berfokus, pertama, pada intervensi pemerintah Belanda dalam penataan lingkungan perkotaan di Jawa yang dibangun sebagai model pos terdepan pada masa kolonial, dan kedua, pada percobaan Maclaine Pont (1884-1971) sebagai arsitek Belanda yang karyanya mewakili budaya arsitektur kolonial Indonesia pada awal abad kedua puluh. Selama 1910-1920, terjadi wabah yang menewaskan puluhan ribu orang diContinue reading “PMI #7 – Experimentasi Arsitektur Maclaine Pont – Kattiya Paninndriya”
PMI #6 – Laika Mbuu dan Laika Landa – Putra Wijaya
Rumah ini berfungsi sebagai hunian/tempat tinggal dan tempat perlindungan. Berbeda dari proses berdirinya laika mbu’u yang melalui prosesi adat dan sangat dijunjung tinggi keberadaanya. Ada perbedaan konteks perihal proses pembangunan kedua rumah ini. Laika landa dahulu digunakan sebagai Rumah tinggal untuk rakyat biasa, kemudian berpindah fungsi sebagai tempat penyimpanan barang-barang pusaka atau hasil panen perkebunanContinue reading “PMI #6 – Laika Mbuu dan Laika Landa – Putra Wijaya”
PMI #5 – Ngela Flores – Furqon Badriantoro
Nggela merupakan salah satu dari ratusan desa adat suku Lio yang tersebar diseluruh Kabupaten Ende dan sebagian kecil Kabupaten Sikka. Berada di antara rimbunnya dataran kaki gunung Kelibara hingga tebing curam dengan pantai berbatu menjadi ciri khas dari daerah pesisir selatan Flores, menjadikan desa adat Nggela memiliki kekayaan bentang alam yang beragam dengan sumber dayaContinue reading “PMI #5 – Ngela Flores – Furqon Badriantoro”
PMI #4 – Tarung Sumba NTT – Fachri
Bercerita tentang ingatan peristiwa terbakarnya kampung adat Tarung-Waitabar, Sumba, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2017 silam. Dibawah terik kering tanpa hujan, melalui padang-padang terbuka, menyusuri lembah-masuk ke dalam hutan, merupakan perjalanan yang ditempuh dalam memahami kembali akar nilai budayanya. Diatas puing-puing yang terbakar, kayu-kayu besar diletakkan, disusun dan diikat, begitu Uma di lahirkan. Kemudian, apiContinue reading “PMI #4 – Tarung Sumba NTT – Fachri”
PMI #3 – Gurusina – Bondan Petra Diponegoro + Mutia Aulia Febriana
Di Gurusina, 26 Sa’o (Sebutan untuk rumah tradisionalnya) telah dibangun dalam waktu yang paralel antara satu dan lainnya dimana antar Sa’o hanya berjarak 1-3 meter saja. Masyarakat adat membangunan Sa’o dengan satu acuan baku, teknis, dan prinsip – prinsip yang selalu dijaga secara turun – temurun. Sedangkan prinsip utama yang selalu dijaga adalah untuk menjawabContinue reading “PMI #3 – Gurusina – Bondan Petra Diponegoro + Mutia Aulia Febriana”
PMI #2 – PMI Lobo Ngata Toro – Muhammad Ansar + Riswandi Nursam Haddade
Bangunan Lobo Ngata Toro adalah hasil daripada pemikiran-pemikiran orang tua untuk mendirikan tempat bermusyawarah. “Kalau tidak ada Lobo, bagaimana cara adat itu menemukan satu ketentuan-ketentuan yang menjadi dasar hidup manusia, sebagai pembimbing, sebagai pembina dalam berkehidupan?”, Seperti itulah masyarakat adat ngata toro memaknai Lobo. Sehingga disimpulkan bahwa tujuan berdirinya Lobo ialah tempat berlangsungnya adat, tempatContinue reading “PMI #2 – PMI Lobo Ngata Toro – Muhammad Ansar + Riswandi Nursam Haddade”
PMI #1 – Arsitektur Radakng – Yoris Mangenda
Rumah Radakng merupakan rumah tinggal bagi sebagian besar masyarakat suku Kanayatn di Kalimantan Barat. Rumah ini memiliki panjang 183 meter dengan 35 bilik dimana masing – masing bilik ditempati oleh 1 keluarga. Bentuk memanjang rumah ini terjadi secara bertahap dimana pada awalnya hanya ada 3 unit yang akhirnya berkembang seiring bertambahnya jumlah keluarga. Beberapa kelasContinue reading “PMI #1 – Arsitektur Radakng – Yoris Mangenda”
