02 Lobo Ngata Toro – Sulawesi Tengah

Bangunan Lobo Ngata Toro adalah hasil daripada pemikiran-pemikiran orang tua untuk mendirikan tempat bermusyawarah. “Kalau tidak ada Lobo, bagaimana cara adat itu menemukan satu ketentuan-ketentuan yang menjadi dasar hidup manusia, sebagai pembimbing, sebagai pembina dalam berkehidupan?”, Seperti itulah masyarakat adat ngata toro memaknai Lobo. Sehingga disimpulkan bahwa tujuan berdirinya Lobo ialah tempat berlangsungnya adat, tempat merumuskan adat, dan fungsinya saat ini merupakan bagian dari adat itu sendiri.


Kontributor

Muhammad Ansar dan Riswandi Nursam Haddade

Muhammad Ansar dan Riswandi Nursam Haddade Pembicara merupakan seorang mahasiswa dari Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah yang memiliki ketertarikan terhadap arsitektur vernakular di Sulawesi. Muhammad Ansar aktif sebagai pegiat komunitas Tadulako tradisional yang aktif mendokumentasikan bangunan-bangunan vernakular di Tadulako dari tahun 2012 hingga sekarang. Sementara Riswandi Nursam Haddade juga merupakan pegiat Tadulako tradisional dari tahun 2012…


Beberapa kelas Perjalanan Mengenal Indonesia lainnya bisa diakses di bawah ini:

PMI #37 – Arsitektur Rentang Nusa

#kelasomah Halo teman-teman semua,Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #37. Episode ini akan terbagi dalam 2 bagian: Paparan pertama bersama Pak Bayu Arie Wibawa, dengan tema:Joglo Petani: Jangkeping Urip Berangkat dari fenomena di Desa Pondokrejo, Rembang, di mana rumah joglo tidak hanya bertahan, tetapi terus bertambah dari waktu…

21 Arsitektur Jazirah Leihitu

Berkat Naskah “Hikayat Tanah Hitu” karya Imam Rijali dan buku-buku karya Georg Eberhard Rumphius- lah kita hari ini bisa belajar dan meraba keadaan Pulau Ambon berabad-abad yang lampau khususnya jazirah utara Ambon yang menjadi fokus penulisan buku ini. Hal ini menunjukkan pentingnya sebuah karya tulis dari sebuah kerja penulisan. Apa…

20 Ekspedisi Ketapang: Arsitektur Kayu Tumbang Titi

Suku Dayak Pesaguan adalah salah satu sub-suku Dayak yang secara administratif tersebar di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Penamaan Suku Pesaguan berasal dari nama aliran sungai; Sungai Pesaguan, di mana kelompok masyarakat ini dulunya bermukim. Dalam suatu permukiman Suku Dayak Pesaguan, terdapat sebuah bangunan yang menjadi hirarki baik dari skala…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.