Experiencing – Amelia dan Keluarga

Ada hal-hal yang tidak selesai hanya dengan melihat. Kadang, kita perlu berhenti, mendengar, bertanya, lalu membiarkan sebuah tempat bercerita lebih jauh.

Pagi itu, Kak Amelia datang ke Guha bersama suami, adik, dan kedua orang tuanya yang sedang berkunjung dari Makassar. Sebelumnya, Kak Amelia sudah beberapa kali datang ke OMAH, menemani buah hatinya ke Rumah Buku Anak. Kali ini mereka datang bersama-sama untuk mengalami ruang lebih dalam di Guha the Guild.

Pak Abing, sang ayah, membawa satu cara pandang yang kemudian terasa sepanjang perjalanan, “Saya menghindari melihat yang ada di permukaan saja, mencoba melihat makna di baliknya.” Dari situ kami kembali di ingatkan bahwa cara kita melihat sebuah tempat juga menentukan apa yang akhirnya kita temukan di dalamnya.

Dalam buku yang berjudul The Eyes of the Skin, Juhani Pallasmaa mengingatkan bahwa ruang tidak hanya dialami melalui mata. Kita mengenal sebuah tempat melalui suara, material, cahaya, udara, ingatan, bahkan perasaan yang muncul ketika berada di dalamnya.

Perasaan itu kemudian muncul ketika Kak Amelia dan ibunya membaca sebuah tulisan di foyer. Tanpa sadar, air mata mereka menetes. Mereka tersentuh pada bagian tentang melanjutkan legacy orang-orang yang telah menuntun kita hingga sampai di titik ini. Ada orang-orang yang mungkin tidak lagi berjalan bersama kita, tetapi cara mereka mendidik, mencintai, dan memberi arah tetap tinggal dalam langkah yang kita ambil hari ini.

Cara melihat seperti itu terasa dalam keluarga mereka. Tumbuh dari generasi ke generasi. Tentang cucunya, mereka bercerita, kalau diajak mengikuti tur mungkin perjalanan tidak akan selesai karena hampir segala akan ditanyakan.

Ketika jendela paranet di Sky garden dibuka, Kak Amelia dan suaminya spontan berkata “Itu rumah kita kelihatan dari sini! Wah, ternyata dekat sekali.” sebuah kejutan kecil yang membuat pagi itu terasa semakin hangat

Terima kasih, Kak Amelia dan keluarga, untuk pagi yang penuh rasa ingin tahu, percakapan, dan kehangatan. Semoga selalu ada alasan untuk melihat lebih dalam, bahkan pada hal-hal yang terasa paling dekat.

#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #LearningThroughSpace #GuhaTheGuild

(rs, ty, fm)


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

PMI #42 – Tektonika Retikulasi dan Tektonika Kuno-Kini – Dani Hermawan, Cahyo Novianto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #42. Ini episode kedua dari seri Tektonika Kayu untuk Arsitektur Kayu Masa Depan, dan terbagi dalam dua paparan: ▫️Paparan 1 bersama Dani Hermawan, dengan tema: “Tektonika Retikulasi” “Tektonika Retikulasi” merupakan eksplorasi yang mempertemukan komputasi, ketukangan, dan rekayasa material…

Bittersweet Memories In Design Experience | 68. Anton Siura

Di tengah pesatnya urbanisasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tantangan perubahan iklim, membangun lanskap tidak lagi sekadar urusan estetika. Ia adalah upaya merajut ketahanan. Menjaga kesadaran itu bukanlah proses yang singkat, dan bagi Anton Siura, hal tersebut telah menjadi perjalanan profesionalnya selama lebih dari dua dekade. Dalam kultur industri yang sering…

Book Launching | Rumah Bosar, Karya Arsitektur Kayu Dayak Pesaguan

Dengan penuh sukacita, Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia bersama OMAH Library mempersembahkan buku terbaru yang lahir dari ikhtiar panjang untuk mendokumentasikan, merawat, dan melestarikan khazanah arsitektur Nusantara sebagai warisan pengetahuan bagi generasi kini dan mendatang. Gagasan mengenai ruang, material, dan tektonika ini pertama kali dipaparkan secara lisan dalam forum PMI #20 pada 2022.…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading