Pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia, tepatnya pada saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar, OMAH Library mengadakan acara kelas Wacana Arsitektur “Do and Don’t” bersama tujuh narasumber terkait dengan filosofi, sejarah, teori, kritik, kurasi, cara bercerita, dan menulis. Rangkaian kuliah membahas mengenai salah satu cara untuk membicarakan arsitektur, yaitu dengan berwacana. Hal ini merupakan sebuah cara kontemplatif, melihat ke-dalam diri sendiri yang melibatkan pengalaman nyata ke dalam proses redefinisi sebuah istilah dan sifat dasar sebuah sudut pandang ilmu. Kuliah ini adalah cerita berbagi pengalaman pribadi setiap narasumber di dalam proses memahami tiap-tiap bagian wacana.
Wacana di dalam arsitektur bisa diibaratkan sebagai sebuah sistem berpikir, ide-ide, pemikiran yang membentuk sebuah kemampuan untuk menalar. Wacana melibatkan percakapan subjek-subjek yang melibatkan referensi, esai, bahasa, praktik yang terkait dengan sebuah perspektif. Dan akhirnya wacana akan membuka kreativitas di dalam dunia arsitektur. “Do and Don’t” bukan berarti peraturan, namun kemampuan menelisik hal-hal yang memiliki potensi untuk terciptanya sebuah perubahan, atau inovasi di dalam dunia arsitektur. OMAH Library mengadakan rangkaian kuliah yang dapat dipahami ke dalam tujuh bagian.
1. Kritik oleh M Nanda Widyarta
2. Sejarah oleh Setiadi Sopandi
3. Teori oleh Undi Gunawan
4. Kurasi oleh Eka Swadiansa
5. Cerita oleh Revianto Budi Santosa
6. Tulisan oleh Apurva Bose Dutta
7. Filosofi oleh Johannes Adiyanto
Seven Discourse of Do and Don’t | Ep. 7 Philosophy – Johannes Adiyanto
“Cogito Ergo Sum”—Rene Descartes ‘Jargon’ yang selalu membayangi pembahasan filsafat. Tapi apakah keberadaan seorang manusia hanya muncul saat dia berpikir? Tolak ukur manusia saat dia menggunakan otaknya? Bagaimana dengan organ lain seperti perasaan? Apakah otak rasional lebih tinggi dari pada perasaan hati? Sejumlah pertanyaan dapat dilontarkan dari sebuah kalimat pendek…
Continue readingSeven Discourse of Do and Don’t | Ep. 6 Writing – Apurva Bose Dutta
The profession of architecture has become representative of the society we live in. Arguably the most public art that affects human psychology most profoundly, architecture also happens to be the least discussed. Everyone does care about architecture, but the lack of a common language to talk about the built environment…
Continue readingSeven Discourse of Do and Don’t | Ep. 5 Storytelling – Revianto B. Santosa
Cerita adalah bagian penting dari kemanusiaan kita. Harari meyakini bahwa ciri terpenting manusia adalah bahasa dan kemampuan bahasa yang terpenting adalah untuk bercerita. Dengan bahasa kita bisa menyebut segala sesuatu di sekitar kita, tapi dengan bahasa juga kita bisa mengkomunikasikan bahkan meyakinkan orang lain tentang hal-hal yang tak serta merta…
Continue readingSeven Discourse of Do and Don’t | Ep. 4 Curation – Eka Swadiansa
Manakah yang seharusnya lebih dulu ada: konsep atau desain? Apakah benar hubungan antara konsep dan desain itu seperti ‘telur dan ayam’? Jawabannya bergantung pada persepsi masing-masing. Mengapa persepsi? Karena tidak ada aturan-aturan baku yang secara de jure bisa mengikat kemungkinan-kemungkinannya. Mungkinkah konsep dibuat setelah desain selesai digambar –atau bahkan lebih…
Continue readingSeven Discourse of Do and Don’t | Ep. 3 Theory – Undi Gunawan
Pernyataan:Teori adalah sebuah aktivitas memandang. Coba lanjutkan kalimat ini:Pertemuan ini adalah pertemuan mengenai … Jawaban:a. Teori Arsitektur,b. Teori pada Arsitektur,c. Teori bagi Arsitektur,d. Teori dari Arsitektur,e. Teori dan Arsitektur,f. Di atas semua benar,g. Di atas semua tidak benar,h. Di atas, sebagian yang benar.i. Saya punya teori saya sendiri,j. Pernyataan awal…
Continue readingSeven Discourse of Do and Don’t | Ep. 2 History – Setiadi Sopandi
Profesi di bidang (yang kita gadang-gadang sebagai) “kreatif” punya konotasi selalu berorientasi ke masa depan seakan tidak relevan dengan masa lalu. Profesi kreatif selalu diberi tuntutan untuk terampil dalam memanfaatkan teknologi terkini dan tanggap terhadap budaya kiwari, dan selalu dalam kodrat untuk mengejar apapun yang ada di depan. Namun di…
Continue readingSeven Discourse of Do and Don’t | Ep. 1 Criticism – Nanda Widyarta
Apakah kritisisme itu? Apakah kegunaannya dalam arsitektur? Bagaimana kita melakukan kritik yang baik? Adakah parameter yang jelas untuk menilai sesuatu? Kita kerap salah dalam memahami kritisisme. “Mengkritik” kerap kita anggap sebagai “menyerang,” “mencela,” atau “menghantam” lawan debat kita. Kesalah pahaman ini perlu diluruskan. Kritisisme adalah salah satu unsur dari tritunggal…
Continue readingTentang OMAH Events lainnya di bawah ini:
