Seven Discourse of Do and Don’t | Ep. 5 Storytelling – Revianto B. Santosa

Cerita adalah bagian penting dari kemanusiaan kita. Harari meyakini bahwa ciri terpenting manusia adalah bahasa dan kemampuan bahasa yang terpenting adalah untuk bercerita. Dengan bahasa kita bisa menyebut segala sesuatu di sekitar kita, tapi dengan bahasa juga kita bisa mengkomunikasikan bahkan meyakinkan orang lain tentang hal-hal yang tak serta merta dapat kita saksikan.

Dengan berbagi cerita maka manusia dapat menggalang solidaritas, menjalin kerjasama, serta membangun cita-cita dan idealita bersama. Budaya, bangsa dan agama adalah di antara gagasan-gagasan abstrak yang terbentuk karena kemampuan bercerita. Arsitektur menjadi perlu dibahasakan sebagai cerita ketika dia melampaui batas-batas kesehariannya. Suatu rumah bisa membuat penghuninya kerasan, tanpa perlu diceritakan kepada orang yang memang sehari-hari di situ. Tapi ketika penghuni ingin meyakinkan tentang perasaan kerasan itu kepada mereka yang tak pernah melihat dan menginap di dalamnya maka cerita diperlukan.

Sejumlah moda dalam membangun cerita arsitektur antara lain: a) figuratif, memberikan gambaran wujud; b) sensasional, memberikan gambaran perasaan; c) fiksional, memberikan gambaran imajinatif; atau d) representasional, memberikan gambaran tentang sesuatu selain rumah atau objek itu sendiri.

Arsitektur dapat menginspirasi cerita, namun cerita juga dapat menginspirasi arsitektur. Relasi timbal balik ini lah yang memungkinkan “cerita arsitektur” menjadi kaya dan beragam. Namun demikian, arsitektur tetap bukanlah entitas linguistik naratif karena arsitektur memiliki alur yang jauh lebih kompleks ketimbang cerita, serta arsitektur melibatkan pengalaman-pengalaman non-verbal yang tak sepenuhnya dapat diceritakan.

Menceritakan Arsitektur & Mengarsitekturkan Cerita

“Those who tell the stories rule society”
—Plato


Kuliah tanggal 03.07.2020, diisi oleh Revianto Budi Santosa, moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A Permana


Testimoni Peserta

Materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan namun tidak mengurangi esensi diskusi yang ingin disampaikan. moderator juga bisa membawa diskusi dengan baik sehingga diskusi sejalan dengan tema.
Rakhmi Fitriani

Menarik dan pembicara banyak pengalaman yang menarik dan bisa membagi ilmu dengan santai, sehingga pendengar pun mudah menyimaknya.
Mieke Choandi

Mengalir, cocok dengan temanya, bercerita.. dan seperti kuliah sebelumnya, memang open ending.. bukan mengakhiri dengan jawaban, tapi memperluas aternatif jawaban.. kendala ganguan sinyal ditutupi tanggapan kocak spontan dari pak revi.. dan jawaban beliau bisa lompat-lompat dimensinya.. sehingga gak nemu kekakuan saat mengulas..
Nugroho Ifadianto

Acaranya santai dan setiap materi selalu berbobot, terima kasih Omah Library..
Yunita Kesuma

Cara bercerita yang pas untuk menceritakan cara bercerita. Wawasan dan contoh terasa dekat dengan kita bahkan yang mungkin tidak tahu dengan contoh tersebut.
Affi Khresna

Bagus, fresh, sesi Pak Revi tidak membosankan!
Marchelia Gupita Sari

Sangat menarik… lucu menggelitik.. tapi sangat berisi.
Diana Lisa

Materi tentang apa itu story bagaimana dan tentang story yang ada memberikan gamabaran yang jelas tentang story itu tersebut. materi yang di sampaikan menyenangkan tanpa mengurangi cara berfikirnya.
Muhammad Syauqi

Seruu banget, jadi punya perspektif baru ttg storytelling, sebelumnya agak blm kebayang 🙂
Ajani


Berikut ini adalah transkrip diskusi yang terjadi pada saat berlangsungnya kelas wacana Storytelling pada 03.07.2020, diisi oleh Revianto B. Santosa, moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A Permana


Speaker

Revianto B Santosa

Revianto Budi Santosa bercita-cita menjadi dalang sebelum akhirnya mempelajari arsitektur di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas McGill MontrÈal, dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Sejak tahun 1992 mengajar di Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia. Bapak dua anak ini menulis buku Kotagede: Life between Walls; Trusmi: Berarsitektur yang Tak Abadi; Omah: Membaca Makna Rumah Jawa; dan Kudus: Sepenggal Yerusalem di Tanah Jawa. Saat ini sedang menyiapkan buku Spirituality in Space: The Architectural Legacy of the Wali in Java.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s