Theory: Do and Don’t

Pernyataan:
Teori adalah sebuah aktivitas memandang.

Coba lanjutkan kalimat ini:
Pertemuan ini adalah pertemuan mengenai …

Jawaban:
a. Teori Arsitektur,
b. Teori pada Arsitektur,
c. Teori bagi Arsitektur,
d. Teori dari Arsitektur,
e. Teori dan Arsitektur,
f. Di atas semua benar,
g. Di atas semua tidak benar,
h. Di atas, sebagian yang benar.
i. Saya punya teori saya sendiri,
j. Pernyataan awal adalah salah, Saya punya pernyataan yang lain.
k. Multiple-choice koq sampai k ??? Ngaco !!!?!?!!!

Jawaban Anda akan didiskusikan pada pertemuan ini. Hal-hal pokok mengenai arsitektur akan dibenturkan dengan sudut pandang-sudut pandang sebuah entitas yang diberi nama t.e.o.r.i , sebuah aktivitas memandang, yang melahirkan pengetahuan atau sekedar cara kita merasakan keindahan.


Kuliah tanggal 18.06.2020, diisi oleh Undi Gunawan, moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A Permana


Testimoni Peserta

Pemaparan yang menarik dan simpatik… Teori itu utk membawa pengembaraan kita ke sesuatu yang baik, dalam batasan-batasan kita.
Aria Permana

Satu kata saja : Anti-mainstream.
Indar Ariska

Soal Materi..Cocok dengan kuliah wacana, seperti moderator bilang, open ended discussion..pemateri juga sama dengan pemateri sebelum-sebelumnya..melemaskan kekakuan..
Nugroho Ifadianto

Olah pikir adalah aktivitas hidup yang tidak pernah berakhir, begitu pula dengan berteori.
Widriyakara Setiadi

Menarik sekali materinya. Membuka cakrawala baru tentang konektivitas teori dan imajinasi kita. Termasuk juga memberikan satu penekanan bahwa kebermaknaan teori tergantung sejauh maka seorang berani berimajinasi dan berkreasi tanpa takut batasan
Nuruddin

Menggali seluk beluk teori secara makro, tidak hanya spesifik arsitektur.
Finta Lissimia

Materi yang disampaikan oleh Pak Undi disuguhkan dengan media yang menarik, sehingga membuat tidak bosan ketika mendengarkan materi yang disampaikan. Materi yang disampaikan juga tidak kalah menarik, dengan mengambil aspek – aspek yang dari luar arsitektur.
Vincent


Berikut ini adalah transkrip diskusi yang terjadi pada saat berlangsungnya kelas wacana Theory pada 18.06.2020, diisi oleh Undi Gunawan, moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A Permana

Speaker

Undi Gunawan

Undi Gunawan adalah seorang pembelajar yang melakukan aktivitas belajarnya dengan mengajar. Aktivitas formal institusionalnya adalah mengajar di Program Studi Arsitektur, School of Design, Universitas Pelita Harapan. Rekam jejak pemikirannya dalam beberapa tingkatan dapat dicari di academia.edu, Instagram, Facebook dan serpihan-serpihan jejak digital di dalam jangkauan big-data jaringan informasi global.


Beberapa kelas wacana Seven Do and Don’t lainnya bisa diakses di bawah ini :

Philosophy: Do and Don’t

“Cogito Ergo Sum”—Rene Descartes ‘Jargon’ yang selalu membayangi pembahasan filsafat. Tapi apakah keberadaan seorang manusia hanya muncul saat dia berpikir? Tolak ukur manusia saat dia menggunakan otaknya? Bagaimana dengan organ lain seperti perasaan? Apakah otak rasional lebih tinggi dari pada perasaan hati? Sejumlah pertanyaan dapat dilontarkan dari sebuah kalimat pendek Descartes, dan itulah esensi dariContinue reading “Philosophy: Do and Don’t”

Writing: Do and Don’t

The profession of architecture has become representative of the society we live in. Arguably the most public art that affects human psychology most profoundly, architecture also happens to be the least discussed. Everyone does care about architecture, but the lack of a common language to talk about the built environment renders the profession as lessContinue reading “Writing: Do and Don’t”

Storytelling: Do and Don’t

Cerita adalah bagian penting dari kemanusiaan kita. Harari meyakini bahwa ciri terpenting manusia adalah bahasa dan kemampuan bahasa yang terpenting adalah untuk bercerita. Dengan bahasa kita bisa menyebut segala sesuatu di sekitar kita, tapi dengan bahasa juga kita bisa mengkomunikasikan bahkan meyakinkan orang lain tentang hal-hal yang tak serta merta dapat kita saksikan. Dengan berbagiContinue reading “Storytelling: Do and Don’t”

Curation: Do and Don’t

Manakah yang seharusnya lebih dulu ada: konsep atau desain? Apakah benar hubungan antara konsep dan desain itu seperti ‘telur dan ayam’? Jawabannya bergantung pada persepsi masing-masing. Mengapa persepsi? Karena tidak ada aturan-aturan baku yang secara de jure bisa mengikat kemungkinan-kemungkinannya. Mungkinkah konsep dibuat setelah desain selesai digambar –atau bahkan lebih radikalnya– karya tersebut selesai dibangun?Continue reading “Curation: Do and Don’t”

History: Do and Don’t

Profesi di bidang (yang kita gadang-gadang sebagai) “kreatif” punya konotasi selalu berorientasi ke masa depan seakan tidak relevan dengan masa lalu. Profesi kreatif selalu diberi tuntutan untuk terampil dalam memanfaatkan teknologi terkini dan tanggap terhadap budaya kiwari, dan selalu dalam kodrat untuk mengejar apapun yang ada di depan. Namun di sisi lain, profesi kreatif (khususnyaContinue reading “History: Do and Don’t”

Criticism: Do and Don’t

Apakah kritisisme itu? Apakah kegunaannya dalam arsitektur? Bagaimana kita melakukan kritik yang baik? Adakah parameter yang jelas untuk menilai sesuatu? Kita kerap salah dalam memahami kritisisme. “Mengkritik” kerap kita anggap sebagai “menyerang,” “mencela,” atau “menghantam” lawan debat kita. Kesalah pahaman ini perlu diluruskan. Kritisisme adalah salah satu unsur dari tritunggal sejarah—teori—kritisisme. Kritisisme, menurut salah satuContinue reading “Criticism: Do and Don’t”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s