Studio Culture

Omah Library dengan bangga mengadakan kelas Wacana Arsitektur mengenai “Budaya Studio Desain Studio Culture,” sebuah proses kreasi mendesain di dalam budaya sebuah studio, di antara tegangan akademis dan praktis, juga tuntutuan untuk menjadi kreatif sekaligus kompromistis. Hal ini terkait dengan penyusunan metode desain dari sudut pandang filosofi, budaya, teori, puisi, sertifikasi, dan komputasi.

Di dalam praktik arsitektur, keterampilan di dalam studio perlu diimbangi dengan kemampuan berbisnis, berkomunikasi, ber-relasi, hingga berkontemplasi. Kuliah ini akan mengundang 7 narasumber yang masing-masing akan berbagi pengalaman di dalam proses berarsitektur di dalam praktik dan akademik, sebuah aksi reaksi yang saling berkelindan di dalam studio.

Setiap praktisi arsitektur memiliki pendekatan desain yang sangat beragam. Proses yang linear dan kerap kali berputar-putar membentuk sebuah relasi yang tumpang tindih antara filosofi sampai metode, aktor-aktor seperti arsitek, tim arsitek, klien dan desainer maupun antara dosen dan mahasiswa di dalam pembelajaran simulasi desain. Hal ini menciptakan sebuah benang merah dari budaya berpikir dan berbuat yang khas di dalam studio, yang biasa kita jumpai dalam sekolah arsitektur maupun dunia praktik arsitek. Pada dasarnya, praktik mendesain arsitektur adalah sebuah proses aksi–reaksi dimana untuk memahaminya, kita perlu mengalaminya, namun ada saatnya pula kita merefleksikan apa yang telah kita alami, mengevaluasikan dan membagikan pengalaman tersebut dengan orang lain. Hal ini menjadi titik berangkat diskusi Studio Culture, yang akan membahas ketujuh sisi pendekatan dari para narasumber:

Philosophy – Agustinus Sutanto 18/9/20, 18.30
Theory – Undi Gunawan 25/9/20, 18.30
Poetic – Yuswadi Saliya 2/10/20, 18.30
Komputasi – Rizal Muslimin 9/10/20, 18.30
Culture – Ryadi Adityavarman 16/10/20, 18.30
License – Wendy Teo Boon Ting 24/10/20, 10.00
Undagi – Gede Maha Putra 30/10/20, 18.30

Studio Culture: Undagi

Kata undagi relatif sering terucap dalam diskusi-diskusi arsitektur tradisional, terutama di Bali. Kata ini umumnya dikaitkan dengan sebuah profesi yang bertanggung-jawab terhadap rancang bangun fasilitas fisik tradisional. Undagi dipandang sebagai manusia yang memiliki kemampuan untuk menciptakan keseimbangan alam. Upaya saya untuk menggali pengetahuan tentang undagi menjumpai bahwa ‘profesi’ ini cukupContinue reading “Studio Culture: Undagi”

Studio Culture: License

For a long time, architect’s registration is being regarded as a key professional milestone for most architecture students, fresh graduates and practitioners. In countering with globalisation, BIM, global challenges and technological advancement, the scope and understanding of architectural practice diversified in recent decades, so is the career path of architecturalContinue reading “Studio Culture: License”

Studio Culture: Culture

Omah Library dengan bangga mengadakan Kelas Wacana Arsitektur mengenai “Budaya Studio Desain Studio Culture,” sebuah proses kreasi mendesain di dalam budaya sebuah studio, di antara tegangan akademis dan praktis, juga tuntutan untuk menjadi kreatif sekaligus kompromistis. Hal ini terkait dengan penyusunan metode desain dari sudut pandang filosofi, budaya, teori, puisi,Continue reading “Studio Culture: Culture”

Studio Culture: Komputasi

Komputasi, yaitu antara lain proses penalaran, perhitungan, dan penggambaran, adalah bagian yang tak terhindarkan dalam budaya studio. Peranan dan dampaknya cukup signifikan karena komputasi tidak sama dengan komputerisasi. Maknanya lebih luas ketimbang berkutat dengan program CAD, BIM, atau program-program lainnya di komputer digital.. Paparan kali ini akan mengilustrasikan beberapa karakterContinue reading “Studio Culture: Komputasi”

Studio Culture: Poetic

Tajuk puitik berasal dari kegiatan bersusastra, y.i. ihwal menghasilkan puisi. Puisi dikenal sebagai karya bahasa bersifat khusus. Dalam konteks kultur studio (arsitektur) pembicaraannya akan mengarah ke kerja, kegiatan, atau perbuatan yang berkelindan dengan suatu karya (arsitektur). Dalam berbagai telaahan teoritik dewasa ini, kata puitik dalam arsitektur menginduk ke tektonika. PerkembanganContinue reading “Studio Culture: Poetic”

Studio Culture: Theory

Studio adalah sebuah tempat. Bila kita mamahami studio sebagai sebuah tempat, akan berlebihan -redundant- kita menyebutnya sebagai sebuah kultur studio (studio culture), karena studio, jika dipandang sebagai tempat, adalah medium tumbuh, pembudidayaan. Namun sebagai tempat, studio terus-menerus membutuhkan upaya pemaknaan. Studio, dalam berbagai situasinya merupakan sebuah tempat unik, namun sekaligusContinue reading “Studio Culture: Theory”

Studio Culture: Philosophy

Sesi pertama dari rangkaian diskusi wacana arsitektur Studio Culture akan diisi oleh Agustinus Sutanto, dengan topik Filosofi dalam budaya studio.. Dengan serentetan hal yang perlu dikerjakan oleh seorang arsitek di dalam studio, dari mengkonsep, meriset, menggambar, sampai bekerja hingga larut malam, terkadang dibutuhkan sebuah mental baja untuk melalui itu semua.Continue reading “Studio Culture: Philosophy”

Pilihan kelas OMAH Academy lainnya:

Bentuk adalah hasil dari produksi pengetahuan arsitektur. Untuk memproduksi pengetahuan arsitektur melalui bentuk diperlukan pemahaman mengenai mengapa satu bentuk dibuat, dan apa dampak dari bentuk tersebut.

Arsitektur bukan hanya soal bisnis, namun juga kebanggaan menjadi arsitek. Hal ini dimulai dari memulai praktik, mengatur manajemen, merefleksikan perjalanan praktik dengan kebanggaan menjadi arsitek, dan nilai-nilai bekerjasama dengan orang lain, termasuk mengenal kembali dunianya dan memperkenalkannya pada dunia yang lebih luas, seberapa cukup dan seberapa besar sebuah studio perlu dikembangkan, dan apa yang menjadi dasar pertimbangannya.

Setelah 77 tahun Indonesia merdeka, bagaimana keadaan ekosistem arsitektur Indonesia sekarang? Sehingga tiap-tiap generasi memiliki peran untuk menyambung pengetahuan arsitektur di dalam aspek teori, tata kota, pendidikan, paradigma, ideologi, profesi, arsip, sejarah, pergerakan, jaringan dan sosial-lingkungan masyarakatnya.

Kelas ini akan membahas secara menyeluruh tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk bekerja setelah lulus dari jurusan arsitektur. Dimulai dari mengetahui potensi diri yang akan dituangkan dalam CV dan portfolio, membentuk karakter, hingga menyusun rencana karir dalam ranah arsitektur.