Rumah Bosar: Karya Arsitektur Kayu Dayak Pesaguan

Rumah Bosar Mandiangin merupakan salah satu bentuk arsitektur Dayak Pesaguan yang tidak hanya hadir sebagai bangunan, tetapi sebagai pengetahuan yang hidup dan diwariskan lintas generasi. Selama lebih dari satu abad, bangunan ini mengalami perpindahan, pembongkaran, dan perakitan ulang, namun tetap mempertahankan sistem arsitektur serta praktik ketukangan yang menyertainya. Buku ini mengajak pembaca memahami Rumah BosarContinue reading “Rumah Bosar: Karya Arsitektur Kayu Dayak Pesaguan”

Book Launching | Rumah Bosar, Karya Arsitektur Kayu Dayak Pesaguan

Dengan penuh sukacita, Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia bersama OMAH Library mempersembahkan buku terbaru yang lahir dari ikhtiar panjang untuk mendokumentasikan, merawat, dan melestarikan khazanah arsitektur Nusantara sebagai warisan pengetahuan bagi generasi kini dan mendatang. Gagasan mengenai ruang, material, dan tektonika ini pertama kali dipaparkan secara lisan dalam forum PMI #20 pada 2022. Empat tahun kemudian, percakapan tersebutContinue reading “Book Launching | Rumah Bosar, Karya Arsitektur Kayu Dayak Pesaguan”

Yang Tidak di Balik Meja

Tidak semua orang di studio kami bekerja di balik meja. Sebagian pekerjaan justru menuntut orang terus bergerak. Tim yang mengurus pengecekan lapangan, misalnya, lebih banyak berada di tapak daripada di ruang kerja. Tim yang memikirkan strategi berpindah dari satu pertemuan ke pertemuan lain. Mereka bekerja dengan laptop di tangan, dari mana saja mereka berada, danContinue reading “Yang Tidak di Balik Meja”

Memberi Alamat pada Buku

Ada satu pekerjaan di perpustakaan ini yang hampir tidak pernah difoto: mengkatalog. Duduk berjam-jam di depan tumpukan buku, mengangkat satu demi satu, mencatat judul, penulis, penerbit, tahun, lalu memberinya nomor dan tempat di rak. Pekerjaan yang pelan, berulang, dan tidak akan pernah muncul di halaman mana pun sebagai prestasi. Kami mengerjakannya dengan sumber daya yangContinue reading “Memberi Alamat pada Buku”

PMI #41 – Rumah Bosar Mandiangin dan Pusparagam Tektonika Arsitektur Kayu Kalimantan – Yoris Mangenda, Sheila Nurfajrina, M. Cahyo Novianto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui seri #41. Dua seri PMI ke depan akan dibawakan dalam tema Tektonika Kayu untuk Arsitektur Kayu Masa Depan. Seri pertama ini akan diwarnai arsitektur dari Kalimantan. Kalimantan menyimpan pusparagam pengetahuan arsitektur kayu yang terbentuk dari pengalaman panjang masyarakat dalam berhadapan dengan material, iklim, lingkungan,Continue reading “PMI #41 – Rumah Bosar Mandiangin dan Pusparagam Tektonika Arsitektur Kayu Kalimantan – Yoris Mangenda, Sheila Nurfajrina, M. Cahyo Novianto”

Bittersweet Memories In Design Experience | 67. Maria Rosantina

Menjadikan arsitektur bukan hanya semata penciptaan bentuk, melainkan sebuah pengalaman ruang yang jujur, membutuhkan komitmen panjang. Arsitektur menuntut sebuah kebenaran, yaitu kebenaran terhadap konteks, fungsi, material, konstruksi, dan kebutuhan manusia. Ketika landasan ini terpenuhi, keindahan tidak lagi menjadi sesuatu yang dibuat-buat, melainkan hadir secara alami untuk dialami sebagai ruang hidup. Menghidupi filosofi tersebut, Maria RosantinaContinue reading “Bittersweet Memories In Design Experience | 67. Maria Rosantina”

Arsitektur di Sekitar Kita

Ada anggapan yang ingin kami bantah pelan-pelan: bahwa arsitektur hanya untuk anak arsitektur dan hanya bisa dipahami oleh yang bersekolah di dalamnya. Kami tidak percaya itu. Bagi kami, arsitektur ada di keseharian, di hadapan siapa saja, dan siapa pun yang mau memperhatikan bisa mulai memahaminya. Cobalah perhatikan hal-hal yang tampak sepele. Bagaimana sebuah dinding diselesaikan,Continue reading “Arsitektur di Sekitar Kita”

Ruang yang Aman untuk Bercerita

Ada pertanyaan yang lama kami pikirkan di OMAH: bagaimana sebuah tempat bisa membuat orang berani bercerita? Bukan berbicara basa-basi, melainkan benar-benar bercerita, tentang keraguannya, tentang perjalanannya, tentang hal-hal yang biasanya disimpan sendiri. Kami perlahan paham bahwa keberanian semacam itu tidak bisa dipaksa. Ia hanya tumbuh di ruang yang terasa aman. Ruang aman itu kami rawatContinue reading “Ruang yang Aman untuk Bercerita”

Surat di Hari Terakhir

Setiap kali masa magang berakhir di studio kami, ada satu tugas terakhir yang tidak ada hubungannya dengan gambar, maket, atau presentasi. Kami meminta mereka menulis surat. Kami menyebutnya reflection letter. Isinya bukan laporan kegiatan, bukan daftar proyek yang pernah disentuh. Isinya satu pertanyaan yang jauh lebih sulit: apa yang berubah dalam dirimu selama berada diContinue reading “Surat di Hari Terakhir”

Nada yang Boleh Salah

Di beberapa kota di luar negeri, piano diletakkan begitu saja di ruang-ruang publik. Di stasiun, di taman, di sudut bandara. Siapa pun boleh duduk dan memainkannya, dan orang-orang yang lewat mendengarkan musik langsung dari tangan orang asing. Kami selalu menyukai pemandangan itu, dan setiap kali melihatnya, pertanyaan yang sama muncul: kenapa tidak di sini? MakaContinue reading “Nada yang Boleh Salah”