Hermits of Architecture #3 – Episteme – Undi Gunawan

Epistêmê
Keluasan wawasan pengetahuan dan berpikir. Menelusuri bagaimana batas mengenai “tahu” merupakan gelombang berpikir dalam tatar arsitektur yang berlaku saat ini.

Perkara mengetahui adalah sebuah perkara mengenai batas. Retorika umum yang beredar adalah sebuah matriks penuh batas antara “tahu” dan “tidak tahu”:

“Kita tahu apa yang kita tahu. Kita tahu apa yang kita tidak tahu. Kita tidak tahu apa yang kita tidak tahu, serta yang sering terlewat adalah: Kita tidak tahu apa yang kita tahu.”

Mengenai batas, arsitektur tentu merupakan ilmu, objek serta aktivitas dari pelaku-pelaku yang berpikir mengenai bentuk dan olahannya. Kecerdasan sebagai rupa aktivitas berpikir juga kemudian melekat di sana. Batas kecerdasan serta pengetahuan ini juga pada akhirnya merupakan tanda-tanda kepastian dalam menghadapi situasi masa depan. ​


Kuliah tanggal 03.11.2021, diisi oleh Undi Gunawan, moderator: Realrich Sjarief, host: Lu’luil Ma’nun

Testimoni Peserta

menarik dan mendalam……. hendaknya mahasiswa mau ikut serta.
mieke choandi

Perkuliahannya menarik dan mengajak berpikir bersama
Maharani Stavira Indrasuta

Sangat menarik
Annisa diva salsabila

SAKTIIIIIIIIIII!!!!!! Presentasinya epistem itu sendiri
Indah

Secara keseluruhan isi pembahasan sangat luar biasa, namun sedikit masukan utk pemateri agar dapat lebih menguasai teknik penyampaian dengan seperti yang dilakukan bu Indah. Mohon maaf dan Terimakasih
Raymond G


Berikut ini adalah transkrip diskusi yang terjadi pada saat berlangsungnya Kuliah tanggal 03.11.2021, diisi oleh Nanda Widyarta, moderator: Realrich Sjarief, host: Lu’luil Ma’nun



Pembicara

M Nanda Widyarta

M Nanda Widyarta saat ini adalah seorang mahasiswa program S3 di College of Built Environment, the University of New South Wales. Minatnya dalam hal riset terletak pada arsitektur modern di masa pasca-kemerdekaan. Walaupun saat ini masih berfokus pada kasus-kasus di Indonesia, tetapi ada juga ketertarikan—bahkan kebutuhan—untuk melakukan perbandingan dengan kasus-kasus di negara-negara lain.

Detailed Summary

Cermin Arsitek – Nous

Rangkuman oleh Lu’luil Ma’nun Dirangkum dari Kuliah tanggal 03.11.2021, diisi oleh Indah Widiastuti, moderator: Realrich Sjarief, host: Lu’luil Ma’nun Adanya upaya untuk menjelaskan desain yang telah selesai terkadang menimbulkan sebuah permasalahan. Disebabkan oleh ketidakmampuan desainer dalam mengkomunikasikan desain mereka dengan baik. Oleh karena itu desainer sebagai manusia perlu belajar untuk mengasah diri agar proses analisis desainnya menghasilkan keputusan-keputusan yang baik dan benar. Dengan kata lain mengawali proses desain dengan niatan untuk kebaikan. Indah Widiastuti punya perhatianContinue reading “Cermin Arsitek – Nous”


Contextual Method #1 – Creativity in Village – Singgih Kartono

Terinspirasi oleh ramalan Alvin Toffler dalam bukunya “Future Shock”, Singgih memutuskan pulangkampung 2 tahun setelah menamatkan kuliah di Desain Produk ITB. Mimpi tinggal dan berkarya didesa namun terkoneksi secara internasional sungguh memikat. Dengan upaya yang keras dan tidak pantang menyerah, akhirnya Singgih mampu membuktikan bahwa ramalan tersebut benar, sekaligus membuktikan potensi desa yang luar biasa.Continue reading “Contextual Method #1 – Creativity in Village – Singgih Kartono”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s