Book Donation | Rabbit Hole untuk Rumah Buku

Teman-teman sudah tahu belum? Selain ada perpustakaan arsitektur dan bookstore, di OMAH Library juga ada perpustakaan untuk anak-anak, lho. Tempat ini kami beri nama Rumah Buku dan dibuka setiap sore untuk anak-anak yang tinggal di sekitar Guha. Buku-buku yang ada di sini sebagian besar merupakan donasi dari orang-orang baik. Nah, belum lama ini kami mendapatContinue reading “Book Donation | Rabbit Hole untuk Rumah Buku”

Quotes | Jo Adiyanto: Cinta Pragma Alvar Aalto

Dalam diri tiap arsitek selalu bersemayam kecintaan terhadap arsitektur, walau wujudnya berbeda-beda. Penulusan terhadap karya-karya dan kehidupan Alvar Aalto memberi pelajaran tentang cinta yang tanpa pamrih—Cinta Pragma, begitu sebutan Jo Adiyanto rasa yang satu ini. Aalto bisa melakukan apa saja demi arsitektur yang ia cintai. Mencurahkan hidupnya untuk berlatih, bereksperiman, dan menguasai teknik mendesain dalamContinue reading “Quotes | Jo Adiyanto: Cinta Pragma Alvar Aalto”

Event | Fight for Architecture #11 – Sejarah?

Setelah yang lalu kita bersama-sama telah melalui pergulatan melalui pergerakan dan kearsipan, kali ini giliran kita membahas sejarah arsitektur, atau mungkin lebih tepatnya pendidikan sejarah arsitektur di Indonesia, sejauh mana ia menjembatani kutub-kutub keilmuan yang ada? Antara data artefak (arkeologi) dengan interpretasi (sejarah)? Eka Swadiansa mengajak kita berdiskusi tentang bagaimana kolaborasi antara tiga bidang yangContinue reading “Event | Fight for Architecture #11 – Sejarah?”

Quotes | Indah Widiastuti: Kritik terhadap Wacana Arsitektur Nusantara

Teman-teman pasti sudah tidak asing dengan istilah arsitektur nusantara, kan? Namun, apa sih yang sebenarnya termasuk dalam cakupan arsitektur nusantara itu? Dari daerah mana saja? Dari era apa saja?.Indah Widiastuti, akademisi arsitektur dari ITB, berpendapat bahwa wacana arsitektur nusantara punya banyak kekuatan dan potensi untuk dikembangkan. Namun, bukan berarti ia juga tanpa kekurangan. Salah satunyaContinue reading “Quotes | Indah Widiastuti: Kritik terhadap Wacana Arsitektur Nusantara”

21 Arsitektur Jazirah Leihitu

Berkat Naskah “Hikayat Tanah Hitu” karya Imam Rijali dan buku-buku karya Georg Eberhard Rumphius- lah kita hari ini bisa belajar dan meraba keadaan Pulau Ambon berabad-abad yang lampau khususnya jazirah utara Ambon yang menjadi fokus penulisan buku ini. Hal ini menunjukkan pentingnya sebuah karya tulis dari sebuah kerja penulisan. Apa yang dituliskan bisa menerobos ruangContinue reading “21 Arsitektur Jazirah Leihitu”

Five Discourse: Arts, Cities, and Architecture | Ep. 5 Pameran – Ayos Purwoaji

Seni rupa dan arsitektur kerap dilihat sebagai dua praktik berbeda. Seni rupa dianggap lebih intuitif, sementara arsitektur memiliki pendekatan lebih rasional. Sesi obrolan ini akan bertolak dari pandangan dikotomis tersebut dan mempertanyakan ulang relevansinya saat ini di tengah semakin banyaknya pameran arsitektur yang “ngartsy” dan pameran seni yang menggunakan narasi dan rancangan arsitektur di dalamnya.Continue reading “Five Discourse: Arts, Cities, and Architecture | Ep. 5 Pameran – Ayos Purwoaji”

Five Discourse: Arts, Cities, and Architecture | Ep. 4 Sejarah – Bayu Genia K

Seni rupa dan arsitektur pada hakikatnya adalah saudara kandung dalam keluarga besar kesenian visual (visual arts). Dalam diskursus seni era Renaisans di Eropa, karya arsitektural Donato Bramante, Tempietto (1502-1510)-sebuah martyrium di kawasan plaza Gereja San Pietro in Montorio, Roma-dianggap sebagai mahakarya yang sama pentingnya dengan patung David (1501-1504) karya Michelangelo, lukisan Monalisa (c. 1503-1506, kemungkinanContinue reading “Five Discourse: Arts, Cities, and Architecture | Ep. 4 Sejarah – Bayu Genia K”

Five Discourse: Arts, Cities, and Architecture | Ep. 3 Refleksi – Alia Swastika

Public art menjadi gagasan identitas kota melalui seni lokal. Strateginya dengan mengajak seniman mapan menjadi pembentuk wajah baru suatu kota. Graffiti, street art, dan urban culture lainnya sudah menjadi budaya umum di kehidupan kita. Sesuatu yang semula identik sebagai simbol pemberontakan sekarang dipandang menjadi wajar, terlebih pada kalangan anak muda. Karya seni urban yang memilikiContinue reading “Five Discourse: Arts, Cities, and Architecture | Ep. 3 Refleksi – Alia Swastika”