Riza, Efriza & Ganesh

Untuk sekarang, tempat plus arsitekturnya menarik, juga teruntuk library yang menyesuaikan atmosfer. Every person here, just friendly as well. Today, 10/10 more than enough. that’s it! Riza Suasana adem dan segar, buku-bukunya bagus, orangnya ramah. Efriza Tempatnya sangat adem dan tenang. Adminnya sangat ramah, arsitekturnya juga unik. Also, supprised there is a good library likeContinue reading “Riza, Efriza & Ganesh”

Fight for Architecture | Ep.12 Jaringan? – M. Cahyo Novianto

Sebagai seorang praktisi arsitektur, di sisi yang lain penyaji juga terlibat dalam berbagai aktivitas yang beragam walau sebagian besar masih seputar dunia arsitektur. Aktivitas yang beragam ini secara “alamiah” membuat penyaji bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru dari berbagai latar belakang. Hal ini turut membawa penyaji kepada aktivitas dan kegiatan yang bersifat berjejaring atau berjaringan,Continue reading “Fight for Architecture | Ep.12 Jaringan? – M. Cahyo Novianto”

Fight for Architecture | Ep.11 Sejarah? – Eka Swadiansa

Apakah sejarah arsitektur, atau mungkin lebih tepatnya pendidikan sejarah arsitektur di Indonesia, sedang mengalami kerusakan sistem (broken system)? Tidak juga! Terkotak-kotakkan mungkin, tapi jelas tidak rusak. Sudah menjadi rahasia umum bagaimana setidaknya ada dua kelompok besar dalam sistem ini; yaitu kelompok vernakular/tradisional yang berpatok pada taksonomi keilmuan global (world system), dan kelompok nusantara yang mencobaContinue reading “Fight for Architecture | Ep.11 Sejarah? – Eka Swadiansa”

Quotes | Undi Gunawan: Inklusivitas Ilmu Pengetahuan

Dahulu, merupakan hal yang biasa bagi seorang cendekiawan untuk mempelajari beberapa disiplin sekaligus. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin detail dan spesifik sejak abad ke-16 hingga 19 mendorong disiplin ilmu untuk terpisah dari satu sama lain..Dalam standar masa kini, memang sulit bagi manusia modern untuk menjadi ahli pada beberapa bidang sekaligus. Namun, dunia yang semakinContinue reading “Quotes | Undi Gunawan: Inklusivitas Ilmu Pengetahuan”