Book Donation | Rabbit Hole untuk Rumah Buku

Teman-teman sudah tahu belum?

Selain ada perpustakaan arsitektur dan bookstore, di OMAH Library juga ada perpustakaan untuk anak-anak, lho. Tempat ini kami beri nama Rumah Buku dan dibuka setiap sore untuk anak-anak yang tinggal di sekitar Guha. Buku-buku yang ada di sini sebagian besar merupakan donasi dari orang-orang baik.

Nah, belum lama ini kami mendapat donasi dari Rabbit Hole @rabbitholeid, penyedia buku cerita & ilustrasi buku anak. Melalui program #20untuk1, kami mendapatkankan 10 buku anak, seperti:

1. Buku pengenalan emosi kepada anak-anak
2. Buku pengenalan suara
3. Buku pengenalan sosok ayah
4. Buku dari kain dan foam yang lembut untuk bayi
Dsb

Kebetulan setelah Rumah Buku kami aktifkan kembali, semakin banyak anak-anak disekitar @guhatheguild yang datang untuk membaca. Beberapa dari mereka ada yang bersama orang tua dan adiknya yang masih balita. Koleksi buku baru ini bisa melengkapi kebutuhan mereka. Terima kasih Rabbit Hole atas donasi buku-bukunya.

Bagi teman-teman yang ingin berdonasi buku, OMAH Library terbuka untuk memfasilitasi semangat teman-teman dalam berbagi seperti Rabbit Hole.

Silahkan DM untuk donasi buku ke OMAH Library. Demi menjaga keamanan dan kesahatan bersama, kita terapkan protokol kesehatan yaa.

#omahlibrary#opendonasibuku#architecturebooks#architecture#literacy#architecturestudent#20untuk1


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Experiencing – Syaukat Zidane, Ainun, Aya, Ridwan, Aswin, Ryan Hidayat, Dimas & Shifa

Sekolah arsitektur dunia mengenal dua tradisi besar. Bauhaus mewariskan tradisi rasional, bengkel dan industri, bentuk yang lahir dari fungsi dan logika. Beaux-Arts mewariskan tradisi visual yang monumental, komposisi agung yang dilatih bertahun-tahun. Dan di Nusantara sesungguhnya ada tradisi ketiga yang jarang disebut di buku teks, padepokan, tempat eksperimen, rasionalitas, dan…

Experiencing – Damare Lazuardi

Experiencing Guha: Damare Lazuardi Di tengah keseharian yang sering berjalan begitu cepat, kita jarang memberi waktu untuk benar-benar berhenti sejenak. Padahal terkadang justru saat kita melambat, kita mulai melihat hal-hal yang sebelumnya terlewat, dan memaknai sesuatu dengan cara yang berbeda. Dalam Experiencing kali ini, kami berkesempatan menyambut Kak @rerelazuardi untuk…

Book Donation – Sahabat OMAH Library

Tidak semua kebaikan ingin dikenali. Ada yang memilih hadir dengan tenang, menitipkan buku-buku yang pernah menemaninya, lalu membiarkan perjalanan berikutnya dimulai oleh orang lain. Barangkali, di situlah kami kembali belajar bahwa nilai sebuah buku tidak berhenti ketika selesai dibaca. Ia justru terus hidup ketika dibuka oleh pembaca berikutnya. Pada 26…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Leave a comment