Furqon Badriantoro

Furqon Badriantoro merupakan alumnus Universitas Islam Indonesia yang memiliki ketertarikan pada arsitektur vernakular di Indonesia. Furqon Badriantoro juga aktif dalam kegiatan dokumentasi arsitektur salah satunya kegiatan dokumentasi eksisting dari kawasan masjid dan makam Sunan Bonang bersama Yayasan Mubarrot Sunan Bonang pada tahun 2017 sebagai tim pengukuran dan penggambaran. Pengembangan fasilitas umum pada kawasan cagar budayaContinue reading “Furqon Badriantoro”

04 Tarung, Nusa Tenggara Timur

Bercerita tentang ingatan peristiwa terbakarnya kampung adat Tarung-Waitabar, Sumba, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2017 silam. Dibawah terik kering tanpa hujan, melalui padang-padang terbuka, menyusuri lembah-masuk ke dalam hutan, merupakan perjalanan yang ditempuh dalam memahami kembali akar nilai budayanya. Diatas puing-puing yang terbakar, kayu-kayu besar diletakkan, disusun dan diikat, begitu Uma di lahirkan. Kemudian, apiContinue reading “04 Tarung, Nusa Tenggara Timur”

Fachri Muzaqii

Fachri Muzaqii merupakan alumnus Universitas Islam Indonesia yang memiliki ketertarikan pada arsitektur vernakular di Indonesia. Hasil dokumentasinya bersama tim tentang proses revitalisasi Kampung Tarung telah dibukukan pada tahun 2019 dan artikel dengan topik yang serupa akan segera di terbitkan oleh Asia Cultural Institute, Korea Selatan. Saat ini sedang aktif berperan dalam kerja-kerja kolaborasi studi kajianContinue reading “Fachri Muzaqii”

Book – Ornament is Rhyme

Eka Swadiansa | Paperback | Monochrome | Bahasa160 page | Release Date March, 2020ISBN 978-602-5615-89-4 Sinopsis Tahun lalu dunia arsitektur memperingati 100 tahun kelahiran Bauhaus. Meskipun hanya seumur jagung; jejak peninggalan sekolah ini bisa dikatakan sebagai salah satu yang paling berpengaruh di dunia. Sebuah warisan yang bahkan bisa dirasakan kehadirannya hingga masa kini. Buku ini adalahContinue reading “Book – Ornament is Rhyme”

03 Gurusina, Nusa Tenggara Timur

Di Gurusina, 26 Sa’o (Sebutan untuk rumah tradisionalnya) telah dibangun dalam waktu yang paralel antara satu dan lainnya dimana antar Sa’o hanya berjarak 1-3 meter saja. Masyarakat adat membangunan Sa’o dengan satu acuan baku, teknis, dan prinsip – prinsip yang selalu dijaga secara turun – temurun. Sedangkan prinsip utama yang selalu dijaga adalah untuk menjawabContinue reading “03 Gurusina, Nusa Tenggara Timur”

02 Lobo Ngata Toro – Sulawesi Tengah

Bangunan Lobo Ngata Toro adalah hasil daripada pemikiran-pemikiran orang tua untuk mendirikan tempat bermusyawarah. “Kalau tidak ada Lobo, bagaimana cara adat itu menemukan satu ketentuan-ketentuan yang menjadi dasar hidup manusia, sebagai pembimbing, sebagai pembina dalam berkehidupan?”, Seperti itulah masyarakat adat ngata toro memaknai Lobo. Sehingga disimpulkan bahwa tujuan berdirinya Lobo ialah tempat berlangsungnya adat, tempatContinue reading “02 Lobo Ngata Toro – Sulawesi Tengah”

Muhammad Ansar dan Riswandi Nursam Haddade

Muhammad Ansar dan Riswandi Nursam Haddade Pembicara merupakan seorang mahasiswa dari Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah yang memiliki ketertarikan terhadap arsitektur vernakular di Sulawesi. Muhammad Ansar aktif sebagai pegiat komunitas Tadulako tradisional yang aktif mendokumentasikan bangunan-bangunan vernakular di Tadulako dari tahun 2012 hingga sekarang. Sementara Riswandi Nursam Haddade juga merupakan pegiat Tadulako tradisional dari tahun 2012Continue reading “Muhammad Ansar dan Riswandi Nursam Haddade”

Yoris Mangenda

Yoris Mangenda merupakan alumni Arsitektur di Universitas Tanjungpura, Pontianak, yang saat ini sedang berpraktek secara mandiri dan aktif di dalam industri kreatif khususnya di Kota Pontianak. Ketertarikannya terhadap material alam membawanya meraih. juara 4 dalam International Student Bamboo Competition 2019. Sebelumnya Yoris pernah menjadi panelis PMI untuk Rumah Radakng yang materinya kemudian diterbitkan menjadi bukuContinue reading “Yoris Mangenda”