Pada dasarnya estetika menjadi bagian dari pengalaman indrawi sehingga estetika urban dapat dilihat sebagai pengalaman indrawi yang dapat dibangun melalui lingkungan perkotaan dengan mengambil pertimbangan posisi teoritis lain seperti kajian perkotaan, geografi, manusia, teori perencanaan hingga kritisisme arsitektur.
Karya seni urban yang memiliki jangka waktu instalasi cukup panjang bahkan mungkin akan permanen untuk mengenang peristiwa penting dan bersejarah untuk daerah. Biasanya berskala besar, bersifat monumental, berkaitan dengan sejarah dan ideologi politik t ertentu. Karena sifatnya yang permanen maka artefak ini sering kali menjadi estetika sekaligus identitas suatu kota.
Video Rekaman Kelas
Beberapa kelas Five Discourse: Arts, Cities, and Architecture lainnya bisa diakses di bawah ini:
Seni rupa dan arsitektur kerap dilihat sebagai dua praktik berbeda. Seni rupa dianggap lebih intuitif, sementara arsitektur memiliki pendekatan lebih rasional. Sesi obrolan ini akan bertolak dari pandangan dikotomis tersebut dan mempertanyakan ulang relevansinya saat ini di tengah semakin banyaknya pameran arsitektur yang “ngartsy” dan pameran seni yang menggunakan narasi…
Seni rupa dan arsitektur pada hakikatnya adalah saudara kandung dalam keluarga besar kesenian visual (visual arts). Dalam diskursus seni era Renaisans di Eropa, karya arsitektural Donato Bramante, Tempietto (1502-1510)-sebuah martyrium di kawasan plaza Gereja San Pietro in Montorio, Roma-dianggap sebagai mahakarya yang sama pentingnya dengan patung David (1501-1504) karya Michelangelo,…
Public art menjadi gagasan identitas kota melalui seni lokal. Strateginya dengan mengajak seniman mapan menjadi pembentuk wajah baru suatu kota. Graffiti, street art, dan urban culture lainnya sudah menjadi budaya umum di kehidupan kita. Sesuatu yang semula identik sebagai simbol pemberontakan sekarang dipandang menjadi wajar, terlebih pada kalangan anak muda.…
Loading…
Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.