Contextual Method #5 – Redefining Bamboo – Elora Hardy & Defit Wijaya from IBUKU

IBUKU is a team of young designers, architects, and engineers exploring groundbreaking ways of using bamboo to build homes, hotels, schools, and event spaces in Bali, Indonesia. We are creating a new design vocabulary based on this one material and exploring the way sustainable architecture and design can redefine luxury. The materials we use, the people we work with, and the land we build on all inform our design process. The traditional skills of Balinese craftsmen, combined with our design ideas and modern engineering enable us to create original bamboo structures that meet the needs of a diverse clientele.

IBUKU’s goal is to provide spaces in which people can live in an authentic relationship with nature. We do this by designing fully functional homes and furniture that are made of natural substances and built-in ways that integrate with nature. We give our projects detailed care and attention from start to finish, including bespoke interior furnishings. IBUKU has built over 60 bamboo structures in Bali, Indonesia, and around the region. Completed key projects include the Green School, Green Village, Sharma Springs, and Bambu Indah Hotel, which have appeared in international publications like Architectural Digest, Vogue, and The Huffington Post. Upcoming projects are underway in West Africa, Lombok, and Bali.


Video will be updated.

Kuliah tanggal 14.10.2021, diisi oleh Elora Hardy & Defit Wijaya (IBUKU), moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A Permana


rangkuman acara


Testimoni Peserta

Terimakasih akan oppurtunity yang diberikan akan diskusi redifining bamboo malam ini, that was such a great and insightful discussion. The way of presenting by IBUKU and OMAH Library was fun and easy listening.
Raina Shintasya

Menginspirasi, lebih fokus memahami konteks Indonesia yang memiliki kekayaan material alam yang melimpah. Terlebih terkait teknis pemakaian dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan
Dimas Purwanto

Keren sekali.. sangat innovative dan berani, berbeda dari umumnya, sustainable, dan nature. Jadi tahu bahwa penting untuk berkomunikasi effectively, dan its only amazing when its original, lets be creative and make something new
Joan Chrisanti

Sharing yang seru banget, perpaduan presentasi Mam Elora yang poetic dan Pak Defit yang teknikal. Banyak sekali pertanyaan dari teman-teman yang bagus, namun sayangnya waktu sangat terbatas :”) Masih penasaran dengan tim IBUKU dan semoga bisa diundang kembali dengan pembahasan yang lebih dalam lagi. Thank you Omah Library and team!
Mutia Rizka Rayhani


Berikut ini adalah transkrip diskusi yang terjadi pada saat berlangsungnya kuliah tanggal 14.10.2021, diisi oleh Elora Hardy & Defit Wijaya (IBUKU), moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A Permana


Pembicara

Elora Hardy & Defit Wijaya (IBUKU)

IBUKU is a team of young designers, architects, and engineers exploring groundbreaking ways of using bamboo to build homes, hotels, schools, and event spaces in Bali, Indonesia. They are creating a new design vocabulary based on this one material and exploring the way sustainable architecture and design can redefine luxury. The materials they use, the people they work with, and the land they build on all inform their design process. The traditional skills of Balinese craftsmen, combined with their design ideas and modern engineering enable them to create original bamboo structures that meet the needs of a diverse clientele. IBUKUContinue reading “Elora Hardy & Defit Wijaya (IBUKU)”

Rangkuman

Rangkuman – Contextual Method #5 – Redefining Bamboo (Elora Hardy & Defit Wijaya from IBUKU)

Written by: Nirma Ayuni Setiasih IBUKU is a team of young designers, architects, and engineers exploring groundbreaking ways of using bamboo to build homes, hotels, schools, and event spaces in Bali, Indonesia. Since the last two decades, IBUKU has worked on more than 200 unique bamboo structures in Bali, throughout Indonesia, and around the world. IBUKU’s Goal is to provide spaces in which people can live in an authentic relationship with nature. What IBUKU looking for is wherever they are, whatever they build, they just wanna find comfort. They want to form the building to hold the people, hug themContinue reading “Rangkuman – Contextual Method #5 – Redefining Bamboo (Elora Hardy & Defit Wijaya from IBUKU)”


Sesi-sesi Webinar Contextual Method lainnya dapat diakses di bawah ini:

Contextual Method #7 – Berkelanjutan – Paulus Mintarga

Ada 3 aspek yang menjadi pertimbangan membangun Rumah Atsiri Indonesia dalam proses berkelanjutan: Aspek ekonomi Aspek sosial Aspek lingkungan Proses membangun Rumah Atsiri Indonesia diawali dengan semangat revitalisasi bangunan lama (eksisting) yang ditransformasikan ke fungsi baru serta elaborasi kontennya. Sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak serta lingkungan/kawasan sekitar dalam pengembangan & penguatan ekosistem yang berkelanjutan. Video will be updated. Kuliah tanggal 28.10.2021, diisi oleh Paulus Mintarga, moderator: Realrich Sjarief, host: Hanifah Sausan N Testimoni Peserta Senang bisa belajar decision making pak Paulus, terutama dalam usaha beliau mempertahankan signifikansi bangunan lama—Vincentius Rico Senang sekali ada acara seperti ini, membuat mahasiswa mendapatkan insight baru yang…

Keep reading

Contextual Method #6 – Bamboo Engineering – The Next Context (Markus Roselieb from Chiangmai Life Architects)

In our journeys we always have to understand where we are – the current context and then realize that there are many more possible contexts waiting to be explored. That’s where it gets interesting. To make bamboo more popular and free of the current image as “poor men’s timber” we need to work on many different angles. Our time on this planet is running short and bamboo can help to reduce global climate change as well as add a smile to the individual’s daily life. At Chiangmai Life Architects in Thailand, they work on combining and binging different spheres and…

Keep reading

Contextual Method #4 – Future Fabrication – Albert Pramono

The Covid-19 Pandemic has revealed how we are totally unprepared to response to such pandemic. It is a final red alert signal that global warming starts to become irreversible. There is an urgency to create solutions that are attractive and effective to stop global warming. Henceforth a cross-field think-tank & collaboration needs to be established in order to collaboratively creating sustainable future in smaller slices, one piece at a time. The way we build things is one of the most important to focus at. Future Fabrication is a method of construction that focuses in the mindset of sustainability. It is…

Keep reading

Contextual Method #3 – Interiority – Keat Ong

Omah Library dengan bangga mengadakan Webinar “Contextual Method / Metode Kontekstual” yang membahas desain dari sudut pandang latar konteks dan metode desain dari panelis-panelis yang memiliki pengalaman khusus yang telah mereka pupuk hingga sekarang. Injecting Architecture adalah metodologi desain yang berguna untuk mengekstraksi kualitas tiga dimensional dari suatu ruangan. Memungkinkan untuk kita melebarkan imajinasi produksi dan eksekusi rancangan dari sudut pandang yang berbeda. Video will be updated. Kuliah tanggal 23.09.2021, diisi oleh Keat Ong, moderator: Realrich Sjarief, host: Nirma Ayuni Setiasih Testimoni Peserta Diskusi menarik dan sangat menggugah wawasan dan Kelas ini me-refresh kembali dan juga membantu memperkaya vocabulary storytelling kita sebagai designer;…

Keep reading

Contextual Method #2 – Being Creative + Critical in Context – Eko Prawoto

Eko Prawoto menyebut desainnya biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa, sederhana dan sesuai dengan lingkungannya di kehidupan sehari-hari.Menurut belaiau mendesain adalah proses menyalurkan niat dan tekad tentang mencari upaya pengejawantahan nilai (Tentang bagaimana gagasan-gagasan yang ideal atau dianggap penting diwujudkan melalui materi dalam suatu tempat), dengan kata lain  Arsitektur tidaklah bebas, selain memilki relasi langsung dengan client dan program ruang, juga relasi dengan sekitarnya secara sosial, budaya dan lingkungan yang disebut Silent Client.  Pak Eko menjawab bahwa intervensi aritektur harus lebih rendah dari site atau alamnya. Jadi ketika kita meletakkan arsitektur pada sebuah site harus dengan kesadaran bahwa ini sementara.…

Keep reading

Contextual Method #1 – Creativity in Village – Singgih Kartono

Terinspirasi oleh ramalan Alvin Toffler dalam bukunya “Future Shock”, Singgih memutuskan pulangkampung 2 tahun setelah menamatkan kuliah di Desain Produk ITB. Mimpi tinggal dan berkarya didesa namun terkoneksi secara internasional sungguh memikat. Dengan upaya yang keras dan tidak pantang menyerah, akhirnya Singgih mampu membuktikan bahwa ramalan tersebut benar, sekaligus membuktikan potensi desa yang luar biasa. Produk-produk kayu dengan brand Magno bukan saja tersebar luar secara internasional , namun juga mendapat banyak penghargaan desain internasional prestisius dan publikasi yang sangat luas. Keprihatinannya akan kondisi desa mendorong Singgih untuk melahirkan Spedagi, sebuah gerakan revitalisasi desa dengan ikon sepeda bambu. Ilmu desain bagi…

Keep reading

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s