Contextual Method #4 – Future Fabrication – Albert Pramono

The Covid-19 Pandemic has revealed how we are totally unprepared to response to such pandemic. It is a final red alert signal that global warming starts to become irreversible. There is an urgency to create solutions that are attractive and effective to stop global warming. Henceforth a cross-field think-tank & collaboration needs to be established in order to collaboratively creating sustainable future in smaller slices, one piece at a time. The way we build things is one of the most important to focus at.

Future Fabrication is a method of construction that focuses in the mindset of sustainability. It is a mindset that not just focuses on pure design, but also cross-border integration with nature & technology, making them work in an ecosystem.

Since 2019 as a multidisciplinary design and build studio Accossa has been focused to develop positive impact ecosystem. From Kaldera off-grid eco cabin in Toba Lake to Jakarta First Creative Compound Kumulo, Accossa applies this future fabrication ecosystem for post-pandemic construction. How if we from diverse field collaborate and create new typology of future fabrication. It will be no surprise in the future where construction can be done by growing mushroom? Or when a building itself is an oxygen forest? This is future fabrication.


Video will be updated.

Kuliah tanggal 07.10.2021, diisi oleh Albert Pramono, moderator: Realrich Sjarief, host: Hanifah Sausan


Testimoni Peserta

Materinya menarik tentang cara bertanam yang terbarukan, mencoba membuat sesuatu baru di dalam konteks yang sudah kental dengan budaya yg ada itu tidak muda. Tetapi banyak pengelaman yang menceritakan bahwa ada beberapa yang terealisasi itu menrupakan sebuah harapan kedepan bahwa konsep ini dapat diimpletasikan di kedepannya.
Yuliana Susi Susanti

membuka wawasan, mengingatkan lagi tentang lingkungan, dan bagaimana arsitektur berperan
Joan Chrisanti

Seperti frasa yang sering diucapkan Kak Albert, “Menarik Sekali!”
Khairina Hardini

Penyampaian materi dan isi materi sangat menarik
Hanif Iqbal Sya’bani

rangkuman acara



Berikut ini adalah transkrip diskusi yang terjadi pada saat berlangsungnya kuliah tanggal 07.10.2021, diisi oleh Albert Pramono, moderator: Realrich Sjarief, host: Hanifah Sausan N


Pembicara

Albert Pramono

Albert Arron Pramono graduated from The University of Manchester with a master’s degree in chemical engineering (MEng). He is the founder of ACCOSSA, an ecosystem engineering consultant based in Jakarta, focusing on sustainable development through prefab construction, integrated farming, and food innovation. ACCOSSA has created some distinctive disruption to the lifestyle industry by creating Arumdalu Farm, the Kaldera Nomadic Escape Cabin in Toba Lake, The Light Prayer House in Golf Island, and Food Street in Sedayu.

Rangkuman

Future Fabrication

Rangkuman oleh Hanifah Sausan N Dirangkum dari kuliah tanggal 07.10.2021, diisi oleh Albert Pramono, moderator: Realrich Sjarief, host: Hanifah Sausan N Fenomena global warming merupakan masalah yang amat serius bagi seluruh umat manusia karena selain berujung pada climate change dan berbagai bencana alam, juga mengakibatkan krisis pangan, air, energi, dan hal-hal primer lainnya. Penyebabnya amat kompleks, tidak hanya akibat satu sektor, tetapi merupakan perpaduan berbagai macam faktor/bidang. Albert Pramono dengan kepeduliannya terhadap lingkungan, menjadikan global warming sebagai fokus masalah yang ingin diatasi melalui beberapa bidang perusahaan yang ia kelola, juga berkolaborasi dengan tim ahli dari bidang lainnya. Belajar dari studi yang ia temuiContinue reading “Future Fabrication”


Sesi-sesi Webinar Contextual Method lainnya dapat diakses di bawah ini:

Contextual Method #7 – Berkelanjutan – Paulus Mintarga

Ada 3 aspek yang menjadi pertimbangan membangun Rumah Atsiri Indonesia dalam proses berkelanjutan: Aspek ekonomi Aspek sosial Aspek lingkungan Proses membangun Rumah Atsiri Indonesia diawali dengan semangat revitalisasi bangunan lama (eksisting) yang ditransformasikan ke fungsi baru serta elaborasi kontennya. Sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak serta lingkungan/kawasan sekitar dalam pengembangan & penguatan ekosistem yang berkelanjutan. Video will be updated. Kuliah tanggal 28.10.2021, diisi oleh Paulus Mintarga, moderator: Realrich Sjarief, host: Hanifah Sausan N Testimoni Peserta Senang bisa belajar decision making pak Paulus, terutama dalam usaha beliau mempertahankan signifikansi bangunan lama—Vincentius Rico Senang sekali ada acara seperti ini, membuat mahasiswa mendapatkan insight baru yang…

Keep reading

Contextual Method #6 – Bamboo Engineering – The Next Context (Markus Roselieb from Chiangmai Life Architects)

In our journeys we always have to understand where we are – the current context and then realize that there are many more possible contexts waiting to be explored. That’s where it gets interesting. To make bamboo more popular and free of the current image as “poor men’s timber” we need to work on many different angles. Our time on this planet is running short and bamboo can help to reduce global climate change as well as add a smile to the individual’s daily life. At Chiangmai Life Architects in Thailand, they work on combining and binging different spheres and…

Keep reading

Contextual Method #5 – Redefining Bamboo – Elora Hardy & Defit Wijaya from IBUKU

IBUKU is a team of young designers, architects, and engineers exploring groundbreaking ways of using bamboo to build homes, hotels, schools, and event spaces in Bali, Indonesia. We are creating a new design vocabulary based on this one material and exploring the way sustainable architecture and design can redefine luxury. The materials we use, the people we work with, and the land we build on all inform our design process. The traditional skills of Balinese craftsmen, combined with our design ideas and modern engineering enable us to create original bamboo structures that meet the needs of a diverse clientele. IBUKU’s…

Keep reading

Contextual Method #3 – Interiority – Keat Ong

Omah Library dengan bangga mengadakan Webinar “Contextual Method / Metode Kontekstual” yang membahas desain dari sudut pandang latar konteks dan metode desain dari panelis-panelis yang memiliki pengalaman khusus yang telah mereka pupuk hingga sekarang. Injecting Architecture adalah metodologi desain yang berguna untuk mengekstraksi kualitas tiga dimensional dari suatu ruangan. Memungkinkan untuk kita melebarkan imajinasi produksi dan eksekusi rancangan dari sudut pandang yang berbeda. Video will be updated. Kuliah tanggal 23.09.2021, diisi oleh Keat Ong, moderator: Realrich Sjarief, host: Nirma Ayuni Setiasih Testimoni Peserta Diskusi menarik dan sangat menggugah wawasan dan Kelas ini me-refresh kembali dan juga membantu memperkaya vocabulary storytelling kita sebagai designer;…

Keep reading

Contextual Method #2 – Being Creative + Critical in Context – Eko Prawoto

Eko Prawoto menyebut desainnya biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa, sederhana dan sesuai dengan lingkungannya di kehidupan sehari-hari.Menurut belaiau mendesain adalah proses menyalurkan niat dan tekad tentang mencari upaya pengejawantahan nilai (Tentang bagaimana gagasan-gagasan yang ideal atau dianggap penting diwujudkan melalui materi dalam suatu tempat), dengan kata lain  Arsitektur tidaklah bebas, selain memilki relasi langsung dengan client dan program ruang, juga relasi dengan sekitarnya secara sosial, budaya dan lingkungan yang disebut Silent Client.  Pak Eko menjawab bahwa intervensi aritektur harus lebih rendah dari site atau alamnya. Jadi ketika kita meletakkan arsitektur pada sebuah site harus dengan kesadaran bahwa ini sementara.…

Keep reading

Contextual Method #1 – Creativity in Village – Singgih Kartono

Terinspirasi oleh ramalan Alvin Toffler dalam bukunya “Future Shock”, Singgih memutuskan pulangkampung 2 tahun setelah menamatkan kuliah di Desain Produk ITB. Mimpi tinggal dan berkarya didesa namun terkoneksi secara internasional sungguh memikat. Dengan upaya yang keras dan tidak pantang menyerah, akhirnya Singgih mampu membuktikan bahwa ramalan tersebut benar, sekaligus membuktikan potensi desa yang luar biasa. Produk-produk kayu dengan brand Magno bukan saja tersebar luar secara internasional , namun juga mendapat banyak penghargaan desain internasional prestisius dan publikasi yang sangat luas. Keprihatinannya akan kondisi desa mendorong Singgih untuk melahirkan Spedagi, sebuah gerakan revitalisasi desa dengan ikon sepeda bambu. Ilmu desain bagi…

Keep reading

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s