Sejarah dan Kritisisme

Sejarah adalah sesuatu yang rumit, maka ia bersifat terbuka. Tiap orang bisa memahami dengan pemahaman yang berbeda-beda, dengan pembuktian melalui teks, dokumentasi, dan sebagainya. Kalimat di atas, “the past is a foreign country,” mengumpamakan masa lalu sebagai negara yang asing, di mana untuk mencoba memahaminya, kita perlu mempelajari bahasanya, orang-orangnya, dan dengan upaya itupun, kita hanya bisa menghadirkan fragmen-fragmen kecil dari negara asing tersebut.

Tafuri menulis sejarah sebagai antitesis dari produksi arsitektur, tapi dengan tujuan untuk arsitektur itu sendiri. Sama seperti arsitektur, sejarah adalah sebuah disiplin yang terus menerus merekonstruksi.

Bedanya, yang direkonstruksi adalah pemahaman tentang masa lalu itu. Hal ini membangun kesadaran akan sejarah, yang memiliki implikasi rumit terhadap sebuah teks atau bangunan.

Dengan begitu, ia mengharapkan arsitek masa sekarang justru tidak merancang berdasarkan norma atau habit semata, bukan juga berdasarkan prinsip-prinsip yang sudah digariskan sejarawan atau teori. Namun arsitek perancang itu bisa terus menerus bertanya, menghasilkan dialektika dalam disiplin arsitektur yang terus menerus berada di dalam krisis pertentangan dengan produksi arsitektur. Dengan begitu, sejarah menjadi sesuatu yang hanya bisa dipahami, tanpa membuat sebuah kesimpulan estetika.


Kuliah tanggal 31.07.2020, diisi oleh Robin Hartanto, moderator: Realrich Sjarief, host: Amel

TESTIMONI PESERTA

Materinya menarik sekali, jujur saya jarang membaca buku-buku yang berhubungan dengan arsitektur. Tetapi dengan adanya kelas yang diadakan malam ini pada khususnya dan kelas-kelas yang lain. Banyak sekali membuka wawasan saya mengenai literatur arsitektur. Bahwa arsitektur ini merupakan sebuah disiplin ilmu yang sangat besar. seperti sebuah pohon beringin yang besar, apa yang saya terima saat ini itu seperti sebuah daun diantara ribuan daun dan keseluruhan pohon beringin tersebut. Jadi memicu saya untuk lebih mengenal daun-daun yang lain, dahan, batang, dan juga akarnya.

Dedek Surya

Salah satu kuliah yang membuat saya berpikir keras, in a good way 🙂 Materi yang disampaikan sangat menarik, dan menyadarkan bahwa banyak sudut pandang yang (pastinya) luput dari pandangan saya selama ini. Terima kasih, dan sukses!

Amelia Mega

Saya rasa menarik dan mulai terlihat hubungan antara Teori Preskriptif yang dibawakan minggu lalu dengan Operative Criticism yang dibawakan minggu ini. Saya setuju dengan statement kak rich, bahwa sesi diskusi tadi lebih membuka wawasan dan menarik melihat berbagai sudut pandang yang membuat saya sebagai mahasiswa juga berpikir. Tidak sabar rasanya menunggu sesi terakhir yang akan dibawakan minggu depan. Terima kasih atas kesempatannya

Kenny Lesmana

Materi yang disampaikan menarik, dengan pembahasan terhadap operative critisisme, hingga dikaitkan dengan arsitektur indonesia.

Vincent

Seru banget untuk wacana dan diskusi yang ada.. semoga semakin kaya wacana yang bisa diperbincangkan di masa depan terkait arsitektur

Rezki Dikaputera


Berikut ini adalah transkrip diskusi yang terjadi pada saat berlangsungnya kelas Sejarah dan Kritisisme pada 31.07.2020, diisi oleh Robin Hartanto, moderator: Realrich Sjarief, host: Amel

Speaker

Robin Hartanto

Robin Hartanto previously worked as a reseach assistant at the Office of Publications of Columbia GSAPP and at the Temple Hoyne Buell Center for the Study of American Architecture; as a junior architect at Avianti Armand Studio; and as a content writer at Yahoo! Indonesia. He has taught at Universitas Pelita Harapan and Universitas Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s