Experiencing – HIMA Interior Mercu Buana

Tamu-tamu kami biasanya mendongak, membaca struktur, atap, dan tapak. Tamu pekan ini justru menunduk dan mendekat, meraba tekstur, mengukur suasana, dan bertanya tentang sambungan. Setelah bertahun-tahun menerima kunjungan mahasiswa arsitektur, untuk pertama kalinya Guha dikunjungi kawan-kawan dari jurusan interior, rombongan Universitas Mercu Buana yang datang dalam rangka acara tahunan mereka, Interior Design Week.

Hanifah, pemandu kami, mencatat perbedaannya dengan jeli. Kawan-kawan interior lebih peka terhadap skala yang lebih kecil, spesifikasi material dan ambience yang terbentuk, hal-hal yang langsung terlihat dan dirasakan di kulit serta pengindraan lainnya. Tyo menambahkan, mereka paling tertarik pada eksplorasi material, pada perbedaan-perbedaan material yang hidup berdampingan di Guha.

Dan bagi kami itu bukan kepekaan yang lebih rendah, ia justru menyentuh sesuatu yang dalam pada tradisi Nusantara, interioritas. Dari luar, kita perlu sadar bahwa tropikalitas itu penting, bayangan, kanopi, udara yang mengalir. Tetapi dari dalam, kita tahu bahwa ruang adalah soal relasi antar manusia, dan menata bagian dalam bukan sekadar bersolek. Pendekatan dari dalam ini sungguh relasional, dan banyak perancang besar sesungguhnya memulai dari sini. Carlo Scarpa menghabiskan sebagian besar hidupnya merancang produk, pameran, dan interior, dan seluruh pendekatannya berfokus pada interelasi antara material dan ruang, bagaimana kayu bertemu logam, bagaimana cahaya jatuh di sambungan. Katsura Villa di Jepang termasyhur bukan karena fasadnya, melainkan karena pintu-pintu gesernya dan perjalanan ruang dari dalam ke luar, dan justru kualitas dari-dalam itulah yang memukau para arsitek Barat dan ikut membentuk modernisme dunia.

Pengaruh memang selalu mengalir dua arah, amalgamasi. Bali adalah contohnya yang paling dekat, Bali mendunia dan dunia ada di Bali, dengan segala eksotisme budaya yang dimilikinya. Tetapi arus sebesar itu juga menjanjikan masalah-masalah tambahan, dan bila tidak diwaspadai, satu dua di antaranya bisa mengancam nilai-nilai yang sudah dirintis ribuan tahun. Di sinilah kepekaan dari dalam kembali menemukan tugasnya, menjadi penjaga.

Pada akhirnya kunjungan ini menjadi refleksi bagi kami sendiri, tentang menjadi pembelajar seutuhnya. Belajar ternyata tidak memilih skala, yang besar dipelajari dari tapak, yang kecil dipelajari dari kulit, dan keduanya dipelajari seumur hidup. Sikap lifelong learning itulah jiwa padepokan, dan pada saat yang sama ia adalah perayaan atas akar yang kuat, sebab hanya pohon yang akarnya dalam yang berani terus tumbuh ke segala arah.

Terima kasih kawan-kawan interior Universitas Mercu Buana dan panitia Interior Design Week, kepekaan kalian pada yang kecil adalah kepekaan pada yang relasional, dan kalian membuka halaman rumah ini yang selama ini jarang dibaca. Semoga ini kunjungan interior yang pertama dari banyak yang berikutnya. Sampai bertemu lagi.

#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #LearningThroughSpace #GuhaTheGuild


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Book Launching | Everywhere & Nowhere: The Aesthetics of Growing Pains

“So a new journey has begun and I surrender all my pre-determined fantasies of my becoming, allowing the universe to decide what’s next. Allowing ourselves. To. Just. Live.” Dengan bangga OMAH Library mempersembahkan buku terbaru yang lahir dari refleksi seorang penulis muda, Karina Dwipayana. Kali ini bergeser dari tema arsitektur,…

Bittersweet Memories In Design Experience I 66. Ren Katili

Bittersweet Memories in Design Experience- Episode 66 Membangun kepercayaan publik dan merespons tantangan iklim tropis bukanlah hal yang mudah bagi seorang arsitek. Menanamkan trust agar masyarakat yakin dan menghargai kekayaan sebuah gagasan adalah proses panjang yang sejatinya sudah harus dirajut jauh sebelum sebuah biro resmi berdiri. Bagi mahasiswa dan arsitek…

PMI #40 – Thomas Karsten & Liem Bwan Tjie – Johannes Adiyanto & Handinoto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #40. Episode kali ini akan terbagi dalam 2 bagian: ▫️Bagian pertama bersama Pak Johannes Adiyanto @jo_adiyanto, mengangkat tema: “Thomas Karsten: When Socialism Meets Modernism in Colonial Cities” Meski Thomas Karsten banyak dikaji, fokusnya masih pada hasil desain seperti…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading