Setiap keluarga memiliki cara yang berbeda untuk mewariskan sesuatu. Ada yang mewariskan rumah, ada yang mewariskan cerita, dan ada pula yang tanpa disadari mewariskan kebiasaan membaca. Seiring waktu, kebiasaan itu perlahan memenuhi rak-rak rumah, hingga akhirnya menjadi jejak perjalanan sebuah keluarga lintas generasi.
Barangkali, kebiasaan membaca memang bekerja dengan cara yang begitu pelan. Ia tidak selalu diajarkan melalui nasihat panjang atau aturan yang harus diikuti. Kadang, ia tumbuh hanya karena seseorang melihat buku di rumahnya, melihat orang tuanya membaca, lalu perlahan ikut mengambil satu buku, kemudian satu lagi, hingga tanpa terasa kebiasaan itu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Beberapa waktu lalu, Kak Edward dan keluarga datang untuk mengantarkan langsung koleksi buku mereka ke Perpustakaan kami. Koleksinya terasa begitu beragam, berisi kumpulan buku yang telah menemani tiga generasi. Di dalamnya ada buku-buku lama, buku pengetahuan, novel, hingga teenlit yang pernah tumbuh menemani masa remaja.
Selama bertahun-tahun, koleksi itu terus bertambah, sebagaimana keluarga mereka yang terus bertumbuh. Namun ada satu hal yang tidak ikut bertambah: ruang untuk menyimpannya. Meski begitu, mereka tidak pernah ingin melepasnya begitu saja. Mereka tidak ingin buku yang pernah menemani perjalanan keluarganya berakhir sebagai barang yang kehilangan makna. Di dalamnya ada kenangan, ada perjalanan hidup, dan ada kebiasaan yang telah tumbuh begitu lama. Buku-buku tersebut disimpan selama beberapa tahun, menunggu tempat yang dirasa tepat untuk melanjutkan perjalanannya.
Sampai akhirnya, setelah beberapa kali berkunjung ke OMAH Library, membuat mereka merasa bahwa buku-buku ini telah menemukan rumah yang baru.
Bagi kami, kepercayaan seperti ini selalu terasa begitu berharga. Sebab yang berpindah bukan hanya tumpukan buku, melainkan juga kenangan, kebiasaan membaca, dan harapan agar apa yang pernah memberi manfaat bagi satu keluarga dapat terus hidup bersama banyak pembaca lainnya. Ada waktu yang pernah mereka habiskan bersama buku-buku itu. Ada percakapan yang mungkin lahir darinya.
Mungkin, inilah yang membuat sebuah perpustakaan terus bertumbuh. Bukan semata karena jumlah koleksinya bertambah, tetapi karena setiap buku membawa cerita dari rumah yang berbeda. Ketika semua cerita itu berkumpul dalam satu tempat, perpustakaan perlahan berubah menjadi ruang yang menyimpan bukan hanya pengetahuan, tetapi juga kehidupan banyak orang.
Saat ini, buku-buku tersebut akan menjadi bagian dari koleksi Guha The Guild dan Guha Boboto, menunggu untuk kembali dibuka, dibaca, dan menjadi bagian dari perjalanan hidup pembaca selanjutnya.
Terima kasih kepada Kak Edward dan keluarga atas kepercayaan yang telah diberikan kepada OMAH Library. Semoga setiap buku yang kini melanjutkan perjalanannya di rumah kami dapat terus menemukan pembaca-pembaca baru, menghadirkan percakapan baru, dan menjadi bagian kecil dari kenangan yang suatu hari nanti akan diwariskan kembali kepada generasi berikutnya.
Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:








