Experiencing – Nia & Dylan

Tamu-tamu kami kali ini pulang dengan menghafal nama-nama baru, Bogor, Bantul, Tamsir, dan Jambon. Bukan nama-nama tempat, melainkan nama para penghuni mini zoo kami.

Experiencing Guha kali ini kedatangan Nia dan Dylan, dan perjalanannya sampai naik ke Sky Office di puncak bangunan. Nia, seorang karyawan swasta, ternyata paling betah di dua tempat, mini zoo dengan penghuni-penghuni bernama kota itu, dan orchid garden yang katanya keren, ada vanda, anggrek spesies, anggrek bulan, sampai tillandsia garden. Katanya lagi, gak pernah bosan berkunjung ke OMAH, selalu ada yang baru dan menarik. Dylan, seorang pelajar, merangkumnya singkat, tournya unik, bagus.

Yang jarang kami ceritakan adalah dilema di balik keduanya. Mini zoo dan taman-taman di atap ini bukan hiasan, ia lahir dari satu pertanyaan desain, bagaimana membuat lapisan yang hidup di puncak bangunan yang sekaligus bekerja sebagai insulasi bioklimatik, meredam panas matahari sebelum ia sampai ke ruang-ruang di bawahnya. Lalu hewan-hewan kecil itu melengkapi siklusnya, kotoran mereka menjadi kompos, kompos menghidupi anggrek dan taman, dan penggunaan pupuk dari luar pun berhemat. Skalanya sengaja mikro, kadal, guinea pig, kelinci, makhluk-makhluk yang cukup kecil untuk dipegang, cukup nyata untuk dirawat setiap hari, dan cukup hidup untuk mengajarkan rasa sayang kepada siapa pun yang datang.

Dan soal memegang itu ada teorinya. Edward O. Wilson menyebutnya biofilia, kecenderungan bawaan manusia untuk tertarik dan terikat pada sesama yang hidup. Ketika seekor makhluk kecil diam dengan tenang di telapak tangan kita, ada sesuatu yang sulit dijelaskan tetapi nyata, kita merasa diterima tanpa syarat, tervalidasi oleh kehidupan lain yang memilih untuk tidak lari. Barangkali itu sebabnya tamu-tamu kami, dari anak pelajar sampai karyawan, selalu berhenti paling lama di kandang-kandang kecil itu. Arsitektur bisa merancang dindingnya, tetapi yang menyentuh hati tetap yang bernyawa.

Terima kasih Nia dan Dylan sudah berjalan sampai ke atap. Rumah ini memang selalu punya yang baru, sebab tamannya terus berbunga dan penghuninya terus beranak-pinak, dan justru karena itulah ia tidak pernah selesai. Sampai bertemu di kunjungan berikutnya.

#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #LearningThroughSpace #GuhaTheGuild


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

PMI #42 – Tektonika Retikulasi dan Tektonika Kuno-Kini – Dani Hermawan, Cahyo Novianto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #42. Ini episode kedua dari seri Tektonika Kayu untuk Arsitektur Kayu Masa Depan, dan terbagi dalam dua paparan: ▫️Paparan 1 bersama Dani Hermawan, dengan tema: “Tektonika Retikulasi” “Tektonika Retikulasi” merupakan eksplorasi yang mempertemukan komputasi, ketukangan, dan rekayasa material…

Bittersweet Memories In Design Experience | 68. Anton Siura

Di tengah pesatnya urbanisasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tantangan perubahan iklim, membangun lanskap tidak lagi sekadar urusan estetika. Ia adalah upaya merajut ketahanan. Menjaga kesadaran itu bukanlah proses yang singkat, dan bagi Anton Siura, hal tersebut telah menjadi perjalanan profesionalnya selama lebih dari dua dekade. Dalam kultur industri yang sering…

Book Launching | Rumah Bosar, Karya Arsitektur Kayu Dayak Pesaguan

Dengan penuh sukacita, Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia bersama OMAH Library mempersembahkan buku terbaru yang lahir dari ikhtiar panjang untuk mendokumentasikan, merawat, dan melestarikan khazanah arsitektur Nusantara sebagai warisan pengetahuan bagi generasi kini dan mendatang. Gagasan mengenai ruang, material, dan tektonika ini pertama kali dipaparkan secara lisan dalam forum PMI #20 pada 2022.…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading