Experiencing – Dewi dan Keluarga

Satu keluarga, satu rumah, empat cara memakainya. Pekan ini @Guhatheguild kedatangan Dewi dan keluarga, dan kami diingatkan satu hal, di dalam keluarga selalu ada banyak perbedaan, dan perbedaan itu tidak selalu perlu didamaikan, ia cukup diberi ruang, dan begitu diberi ruang, ia justru menyatukan.

Dewi, seorang ibu rumah tangga, menemukan ketenangan, katanya tempat ini menarik, unik, dan menginspirasi, suasananya menenangkan dengan udara yang menyegarkan, dan ruang favoritnya adalah ruang tunggu yang ada kerangnya. Carver, pelajar sekaligus kreator digital, memakainya dengan caranya sendiri, this is perfect for cozy reading, meeting, gathering, or personally for me, videomaking or even hide and seek with friends, definitely giving this a 1000/10. Calisto, pelajar, pulang dengan pekerjaan baru, senang, tempatnya menarik, cocok untuk semua orang, aku jadi kameramen. Dan Didi, karyawan, merangkumnya pendek saja, menarik dan menyenangkan berada di sini.

Ruang tunggu berkerang yang disukai Bu Dewi itu memang ruang yang aneh bagi sebuah kantor. Ia tidak pernah benar-benar menjadi ruang tunggu. Di situ orang mengobrol, memainkan piano, ribut dengan apa adanya, bertukar pendapat, merekam podcast, menggelar workshop dan kuliah kecil, sampai curhat dan melepaskan emosi, lalu ditutup foto bersama di depan piano, lukisan, dan dinding beton. Eric Weiner, dalam bukunya tentang tempat-tempat paling kreatif di dunia, menulis bahwa kejeniusan Athena tidak lahir di ruang-ruang tertutup, ia lahir di agora, ruang berkumpul tempat siapa saja bertemu, berdebat, dan bertukar pikiran sambil berjalan. Kami diam-diam berharap ruang tunggu kecil ini menjadi agora versi kampung kami.

Dan di atas dinding beton itu ada tumpang sari, susunan kayu yang naik bertingkat-tingkat. Bagi kami ia bukan hiasan, ia filosofi yang bisa dilihat setiap hari, bertahap kita maju, selapis demi selapis, tidak melompat, tidak berhenti.

Terima kasih Dewi dan keluarga sudah menghidupkan rumah ini sehari penuh. Rumah ini memang hanya hidup ketika ada yang memakainya, membacanya, meributkannya, dan memotretnya. Sampai bertemu di kunjungan Experiencingguha berikutnya.

#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #LearningThroughSpace #GuhaTheGuild


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Bittersweet Memories In Design Experience | 68. Anton Siura

Di tengah pesatnya urbanisasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tantangan perubahan iklim, membangun lanskap tidak lagi sekadar urusan estetika. Ia adalah upaya merajut ketahanan. Menjaga kesadaran itu bukanlah proses yang singkat, dan bagi Anton Siura, hal tersebut telah menjadi perjalanan profesionalnya selama lebih dari dua dekade. Dalam kultur industri yang sering…

Book Launching | Rumah Bosar, Karya Arsitektur Kayu Dayak Pesaguan

Dengan penuh sukacita, Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia bersama OMAH Library mempersembahkan buku terbaru yang lahir dari ikhtiar panjang untuk mendokumentasikan, merawat, dan melestarikan khazanah arsitektur Nusantara sebagai warisan pengetahuan bagi generasi kini dan mendatang. Gagasan mengenai ruang, material, dan tektonika ini pertama kali dipaparkan secara lisan dalam forum PMI #20 pada 2022.…

Event | OMAH Library Upcoming Event 2026

#kelasOMAH Halo teman-teman Restless Spirit! kami di OMAH Library sangat bersyukur bisa terus tumbuh dan belajar bersama kalian sepanjang tahun ini. Saat ini, OMAH Library memiliki beberapa seri kelas seperti Dara(h) Muda, Bittersweet Memories in Design Experience, Arsitek(tur) Mumpuni, Perjalanan Mengenal Indonesia, bedah buku dan berbagai seri kelas lainnya. Berikut…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading