In Memoriam – Dicky hendrasto

Beberapa hari lalu, kami menerima kabar yang membawa duka. Bapak Dicky Hendrasto telah berpulang pada 5 Mei 2026.

Kami semua, restless spirit di OMAH Library, turut berduka & merasa kehilangan atas sosok yang memberi banyak makna, bukan hanya sebagai arsitek, tetapi juga sebagai guru, panutan, dan seorang pembelajar yang setia pada prosesnya.

Ingatan kami kembali pada 4 Februari 2017, saat Pak Dicky berkunjung ke OMAH Library sebagai bagian dari Titik Awal Exhibition. Malam itu, beliau berbagi tentang perjalanan tugas akhirnya, Rekreasi Pantai dan Marina Pluit, sebuah eksplorasi yang berangkat dari ketertarikannya pada karya Santiago Calatrava.

Pak Dicky menyelesaikan studi di Universitas Indonesia pada 1988, dan menjadi peraih nilai A pertama sepanjang sejarah jurusan arsitektur UI. Tugas akhir tersebut membawanya ke dunia praktik profesional—mulai dari bekerja sebagai interior designer di Hoemar Tjokrodiatmo, hingga kemudian berkarya bersama DCM sebagai Associate Director.

Melalui tugas akhirnya, ia mengeksplorasi bentuk, struktur, dan detail dengan sangat mendalam—menggunakan konstruksi baja & atap membran yang menyerupai layar kapal. Pada masanya, pendekatan tersebut terbilang kontroversial. Namun, justru dari keberanian itulah banyak generasi setelahnya menemukan inspirasi.

Dalam proses merancang, Pak Dicky percaya pada graphic thinking. Gagasan-gagasan awal hadir sebagai fragmen di dalam pikiran, lalu diproses melalui sketsa hingga perlahan menjadi lebih jelas & realistis.

Ary Indra pernah bercerita bagaimana ia berhenti pada satu halaman berisi gambar karya Pak Dicky di sebuah buku AMI. “Gila ini gambar kok bisa bagus banget,” kenangnya. Gambar itu ia simpan bertahun-tahun, hingga akhirnya mereka berdiri di satu panggung yang sama.

Melalui cerita, karya, dan pendekatannya, Pak Dicky meninggalkan jejak yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dirasakan dan dipelajari.

Terima kasih, Pak Dicky, untuk ketulusan dalam berbagi, keberanian dalam berkarya, dan proses yang telah Bapak hidupi. Semoga damai menyertai perjalanan Bapak.

Sumber: Titik Awal (OMAH Library, 2017)
Pewawancara: Yenni Khaliddazia, Gregorius Giovanni Gerard
Transkrip: Rio Sanjaya


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Testimonial- Syaukat Zidane, Micko & Serra

1 Maret 2026, kunjungan kali ini diawali oleh dua orang yang datang lebih dulu, sementara satu lainnya menyusul. Tanpa disadari, yang datang belakangan ternyata sudah pernah berkunjung ke OMAH sebelumnya. Pertemuan kecil ini akhirnya menjadi perjalanan yang penuh rasa ingin tahu. Sepanjang experiencing, mereka banyak mengajukan pertanyaan, terutama dari sisi…

Book Donation – Liany

Pada 29 Januari lalu, OMAH Library menerima donasi buku dari Kak Liany Sebastian, datang dengan cara sederhana, hampir tanpa kami sadari di tengah aktivitas hari itu. Kehadirannya membawa tambahan cerita baru untuk rak-rak literasi di OMAH, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan sering hadir dengan tenang, tanpa banyak suara. Koleksi buku…

PMI #37 – Arsitektur Rentang Nusa

#kelasomah Halo teman-teman semua,Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #37. Episode ini akan terbagi dalam 2 bagian: Paparan pertama bersama Pak Bayu Arie Wibawa, dengan tema:Joglo Petani: Jangkeping Urip Berangkat dari fenomena di Desa Pondokrejo, Rembang, di mana rumah joglo tidak hanya bertahan, tetapi terus bertambah dari waktu…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a comment