Book Donation – Ismail Fahmi

Ada beberapa buku yang terasa seperti sedang mengajak pembacanya berjalan pelan, melihat dunia dari sudut pandang yang lebih sederhana, jujur, dan penuh rasa ingin tahu.

OMAH Library kembali menerima donasi sebuah buku dari @ismail.fahmi19 berjudul “Diary of A (Not So) Girly School Girl – The Travel Journal”. Dirilis pada 2020, buku ini merupakan karya unik yang ditulis oleh seorang anak perempuan berusia 8 tahun bernama Q (putri dari Kak Ismail Fahmi). Ia menuangkan pengalaman dan pengamatannya melalui bentuk catatan harian perjalanan. Ditulis dari sudut pandangnya sendiri, buku ini menghadirkan cara melihat dunia yang terasa jernih, lugu, tetapi tetap tangkas dan penuh kepekaan.

Melalui perjalanan, keseharian, dan hal-hal sederhana yang ia temui, pembaca diajak melihat bahwa pengalaman tidak selalu harus hadir dalam sesuatu yang besar. Kadang, justru detail-detail kecil yang sering terlewat mampu menghadirkan makna yang paling dekat dengan kehidupan sehari hari.

Yang membuat buku ini terasa menarik bukan hanya karena ditulis di usia yang sangat muda, tetapi juga karena cara pandangnya yang terasa jujur dan reflektif. Ada kepekaan dalam melihat ruang, perjalanan, dan manusia di sekitarnya, sesuatu yang perlahan membuat pembacanya ikut berhenti sejenak dan melihat dunia dengan cara yang berbeda.

Mungkin suatu hari buku ini akan dibaca oleh seseorang yang sedang mencari sudut pandang baru. Atau mungkin menemukan pembaca yang diam-diam merasa dekat dengan cerita-cerita kecil yang ada di dalamnya.

Buku ini sekarang menjadi bagian dari koleksi OMAH Library @guhapiyandeling, dan menjadi bagian dari rak-rak pengetahuan yang terus bertumbuh bersama setiap cerita yang datang.

Buku ini telah tercatat dalam katalog OMAH Library Piyandeling dengan nomor:
G2.163 — “Diary of A (Not So) Girly School Girl – The Travel Journal”

Untuk koleksi lebih lengkap dapat diakses melalui https://bit.ly/OMAH_Collection

Terima kasih atas ketulusan yang telah dibagikan oleh Kak Ismail dan putrinya, Q. Semoga buku ini menemukan banyak pembaca baru dan menjadi bagian kecil dari perjalanan mereka masing-masing. perlahan membentuk ruang dan cara manusia hidup di dalamnya.

“Arsitektur Berbatas” berbicara tentang bagaimana ruang selalu lahir dari konteks dan keterbatasan. Sementara “Interval” memperlihatkan bahwa praktik arsitektur sering kali bergerak di antara jeda, proses, dan kemungkinan-kemungkinan yang terus berubah.

Mungkin suatu hari buku-buku ini akan dibuka oleh mahasiswa-mahasiswa yang sedang mencari arah tugas akhirnya. Atau dibaca perlahan oleh pengunjung yang baru mulai mempertanyakan mengapa sebuah ruang dapat terasa begitu dekat, nyaman, atau bahkan asing bagi manusia.

Dari satu rak kecil di OMAH, buku-buku ini akan melanjutkan perjalanan barunya — berpindah dari satu pembaca ke pembaca lainnya, membawa percakapan yang mungkin terus tumbuh di kemudian hari.

Buku-buku ini kini tercatat dalam katalog OMAH:
A1.dj.001 — Interval: Architecture Design & Practice
A1.dj.002 — Arsitektur Berbatas

Untuk koleksi lebih lengkap dapat diakses melalui
https://bit.ly/OMAH_Collection

Terima kasih atas ketulusan yang telah dibagikan. Semoga kedua buku ini menemukan banyak tangan baru untuk membukanya, banyak kepala baru untuk memikirkannya, dan banyak perjalanan baru untuk dilanjutkan.


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Book Launching | Everywhere & Nowhere: The Aesthetics of Growing Pains

“So a new journey has begun and I surrender all my pre-determined fantasies of my becoming, allowing the universe to decide what’s next. Allowing ourselves. To. Just. Live.” Dengan bangga OMAH Library mempersembahkan buku terbaru yang lahir dari refleksi seorang penulis muda, Karina Dwipayana. Kali ini bergeser dari tema arsitektur,…

Bittersweet Memories In Design Experience I 66. Ren Katili

Bittersweet Memories in Design Experience- Episode 66 Membangun kepercayaan publik dan merespons tantangan iklim tropis bukanlah hal yang mudah bagi seorang arsitek. Menanamkan trust agar masyarakat yakin dan menghargai kekayaan sebuah gagasan adalah proses panjang yang sejatinya sudah harus dirajut jauh sebelum sebuah biro resmi berdiri. Bagi mahasiswa dan arsitek…

PMI #40 – Thomas Karsten & Liem Bwan Tjie – Johannes Adiyanto & Handinoto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #40. Episode kali ini akan terbagi dalam 2 bagian: ▫️Bagian pertama bersama Pak Johannes Adiyanto @jo_adiyanto, mengangkat tema: “Thomas Karsten: When Socialism Meets Modernism in Colonial Cities” Meski Thomas Karsten banyak dikaji, fokusnya masih pada hasil desain seperti…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading