Book Launch | “Nisha” Novel Kolaborasi Ketiga OMAH Library dengan The Mad Tea Book Club

Setelah sebelumnya OMAH Library berkolaborasi dengan The Mad Tea Book Club meluncurkan sebuah novel berjudul “Alasan Alin” karya Krisan Wijaya, kolaborasi ini hadir kembali dengan novel karya Airin Efferin berjudul “Nisha”.

The Mad Tea Book Club adalah klub buku berbahasa Inggris dari Indonesia. Klub ini diprakarsai oleh Sherry Heather, Airin Efferin, dan Krisan Wijaya pada Maret 2021. The Mad Tea Book Club bertujuan untuk menjadi tempat dan rumah bagi kutu buku dan orang yang belajar Bahasa Inggris untuk berbagi hobi dan minat mereka. Nah, proyek kolaborasi ini sendiri merupakan upaya Mad Tea dalam hal peningkatan literasi dan pemberdayaan wanita dengan menghadirkan penulis-penulis perempuan Indonesia.

Kolaborasi ini adalah ketiga kalinya setelah dua tahun lalu, OMAH menerbitkan buku “Sketches and Regrets” yang ditulis oleh Airin Efferin, salah satu founder dari The Mad Tea Book Club.

Dalam novel “Nisha”, Airin Efferin menuliskan kisah pendewasaan Nisha, seorang putri muda yang suatu hari menemukan bahwa kerajaannya, Seis, berada dalam masalah besar. Dengan bantuan teman-temannya dan kekuatan magis, Nisha mencoba untuk memahami hidupnya, juga menyelamatkan masa depannya dan negerinya.

Buku ini dapat dipesan (Pre-Order) melalui bit.ly/OrderOMAH seharga Rp108.000,-. Info lebih lengkap bisa hubungi Vivi (+62 899-8898-239)



Informasi buku dan tautan pembelian:

[Novel] Nisha

Airin Efferin | Soft cover | Monochrome | Bahasa13x19 | 100 page | Release Date (coming soon)ISBN: 978-602-5615-80-1 Sinopsis Nisha adalah seorang putri yang beranjak remaja, Penyihir Gerakan Dalam, sekaligus pewaris tahta Kerajaan Seis. Hidup sebagai seorang putri yang tinggal di…


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Quotes | Undi Gunawan: Inklusivitas Ilmu Pengetahuan

Dahulu, merupakan hal yang biasa bagi seorang cendekiawan untuk mempelajari beberapa disiplin sekaligus. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin detail dan spesifik sejak abad ke-16 hingga 19 mendorong disiplin ilmu untuk terpisah dari satu sama lain..Dalam standar masa kini, memang sulit bagi manusia modern untuk menjadi ahli pada beberapa bidang…

Event | Fight for Architecture #12 – Jaringan?

Setelah yang lalu kita bersama-sama telah melalui pergulatan melalui pergerakan dan kearsipan, kali ini giliran kita membahas sejarah arsitektur, atau mungkin lebih tepatnya pendidikan sejarah arsitektur di Indonesia, sejauh mana ia menjembatani kutub-kutub keilmuan yang ada? Antara data artefak (arkeologi) dengan interpretasi (sejarah)?Eka Swadiansa mengajak kita berdiskusi tentang bagaimana kolaborasi…

Quotes | Realrich Sjarief: Menahan Ambisi Duduk Berdiskusi

Di era yang serbacepat dan instan ini, rasanya mudah untuk menerima apa yang ditampilkan ke hadapan kita—oleh media, penguasa, atau siapa pun di baliknya. Perlu kesadaran dari dalam diri untuk diam sejenak dan memperhatikan hal-hal yang tidak terlihat, tetapi sebenarnya lebih penting daripada soal apa yang sedang viral. Kesadaran memang…

Loading…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s