Tua Tua Keladi #1 Rembuk Arsitektur – Rezki Dikaputra

Rembuk Arsitektur (atau yang akrab disebut Rembukars) merupakan wadah untuk diskusi dan saling berbagi informasi terkait arsitektur dan hal-hal terkait. Dibuat untuk menjadi pengingat individu untuk mengasah semangat berbagi dan berunding. Diskusi bulanan ini diharapkan mampu menemukan irisan-irisan daripada cerita teman-teman hingga menjadi inspirasi.

Apa makna dibalik Philosophy of Symbiosis?

“Ketika Rembukars diputuskan untuk dapat dinikmati secara publik, dimana artinya akan lebih banyak orang yang dapat ikut di dalam perjalanannya, saya mencoba mencari dasar atau alasan daripada inisiasi tersebut.

Buku Philosophy of Symbiosis tulisan arsitek Jepang, Kisho Kurokawa menjadi salah satu referensi yang menjawab beberapa kegusaran terkait pencarian makna dalam misi.Buku tersebut ditulis Kisho Kurokawa sebagai salah satu esai elaboratif yang diharapkan mampu menjelaskan kultur di Jepang. Kata Simbiosis dipakai sebagai kata kunci dalam memahami budaya tersebut. Namun, di dalam konteks Rembukars, saya menangkap relevansi buku ini terhadap pembacaan zaman, simbiosis dirasa bisa menjadi kata kunci bagi Rembukars (baik sebagai komunitas, ataupun platform) untuk membuat pergerakan.”

Rembukars dan Simbiosis

“Mengambil format bedah buku, saya akan coba menjelaskan apa yang dilakukan oleh Rembukars melalui pembahasan tulisan Kisho Kurokawa di awal abad ke-20 tersebut. Apa pembacaan yang relevan dan refleksinya terhadap konteks diskursus arsitek di Indonesia secara umum.

Simbiosis berbicara tentang relasi dan interaksi, jika meminjam salah satu bagian dari tulisannya, evokasi atau pencarian makna tidak dapat terealisasi di dalam hirarki yang mati, namun cenderung akan ditemukan di dalam proses berelasi.

Ketika makna dalam bermisi dapat kita definisikan, yang mana Rembukars akan coba berbagi tentang ini, maka mungkin akan dapat ditemukan relasi dari bentuk-bentuk kegiatannya yang bervariasi.”

– Rezki Dikaputera


Video Rekaman Kelas


Pembicara

Rezki Dikaputera

Sebelum lulus dari Universitas Tarumanegara, Rezki telah memperlihatkan ketertarikannya terhadap lingkungan diskursus arsitektur. Hal ini membawanya menjadi volunteer di OMAH Library pada tahun 2016, dan kemudian berlanjut menjadi peneliti dan pustakawan hingga tahun 2018. Hasratnya dalam berkarya arsitektur juga berkembang di bawah PT. Budi Lim Arsitek selama 2 tahun. Saat…


Beberapa kelas Tua-tua Keladi lainnya bisa diakses di bawah ini:

Tua Tua Keladi #4 Lanai – Haziq Ariffin

LANAI is an independent Malaysian ‘archi-cultural’ zine produced by an informal collaborative collective which operates as a non-profit. LANAI aims to add to the discourse around design and architecture in Malaysia by collating pieces of thoughts and provocations centered around specific themes, presenting it as a way to think about…

Tua Tua Keladi #3 Concrete Matter – Joyee Lee

Concrete Matter is an online platform for the architecture community of Malaysia to share their theses and built projects, debate topics of architectural education or just have conversations about the field. The set-up is simple: a two-hour Zoom call with two presenters, during which the first half comprises a presentation,…

Tua Tua Keladi #2 Project XYZ – Gary Yeow

Project XYZ has been actively involving in architectural competition, furniture and installation designs. Apart from designing objects, the initiative also interested in organising events such as podcast, moderations, workshops, and round table discussion. Young People are Dumb and Broke(?) In the architectural industry with endless possibilities and opportunities to learn,…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s