Pergerakan arsitektur di Indonesia salah satunya tumbuh karena perjuangan dan konsistensi arsitek-arsitek yang kami sebut “Mumpuni”. Arsitek mumpuni diwarnai dengan perjuangan yang konsisten dalam membangun ekosistem arsitektur, dan terus menggelorakan kecintaan mereka, bahwa mereka perlu berkontribusi untuk arsitektur. Mereka adalah orang-orang yang selama ini konsisten merajut arsitektur Indonesia. Seringkali orang-orang tersebut menjadi titik kembali bagi para kaum muda yang gelisah terhadap topik-topik seputar arsitektur di masa kini.
Pertanyaanya adalah, seberapa banyak pengetahuan yang dirajut oleh mereka, dan seberapa konsisten perjuangan mereka atas apa yang mereka cintai?
Oleh sebab itulah, series Arsitek(tur) Mumpuni kami buat dengan tujuan untuk mendengarkan dan berdiskusi bersama mereka, kami berusaha untuk memetakan benang merah yang menjadi dinamika arsitektur Indonesia dan kepentingan regional lainnya. Hadirnya seri buku ini kami harap dapat menjadi refleksi bersama sebagi alat penyambung tongkat estafet dari kegelisahan anak-anak muda terutama mahasiswa yang mencari cerita untuk memahami arsitekturnya lebih dalam.
Eko Prawoto: The Voice of the Village
Buku ini menggambarkan sosok Eko Agus Prawoto yang hadir dan hidup di desa, sebuah proses belajar tentang bahasa arsitektur yang lebih gayut di desa. Beliau adalah seorang Kesatria yang berjuang…
Continue readingYuswadi Saliya: Perjalanan Malam Hari
Buku terbitan kedua ini memuat tulisan Yuswadi Saliya tahun 2003 dengan refleksi baru “Perjalanan Siang Hari” di 2024. Seperti menjelajah hutan rimba penuh makna, Yuswadi mengajak pembaca melihat arsitektur sebagai…
Continue readingMohammad Danisworo: Begawan Padmanaba
Kisah pengajaran dan petualangan “Mohammad Danisworo – Begawan Padmanaba”, sosok teladan dalam ilmu (teoretik) dan laku (praktik) arsitektur. Meluaskan arsitektur hingga ke urban, meluaskan desain sampai ke masalah sosial-kemasyarakatan, meluaskan…
Continue readingGunawan Tjahjono: Maharsi Bisma
“Saya sangat setuju dengan Mario Salvatore, bahwa arsitek tidak bisa diajarkan, tetapi bisa dipelajari. Anda siapkan seperangkat keadaan sehingga murid tahu bagaimana mempelajari arsitektur untuk seumur hidupnya. Jadi, saya tidak…
Continue readingTan Tjiang Ay: Begawan Ciptaning
Saat – saat berdialog dan berdiskusi bersama Tan Tjiang Ay bisa diibaratkan seperti perjalanan mencari matahari. Cobalah bayangkan di pagi atau sore hari, kejarlah bayang bayang, tidak akan ada habisnya,…
Continue readingTentang OMAH Events lainnya di bawah ini:
