Gunawan Tjahjono: Maharsi Bisma

“Saya sangat setuju dengan Mario Salvatore, bahwa arsitek tidak bisa diajarkan, tetapi bisa dipelajari. Anda siapkan seperangkat keadaan sehingga murid tahu bagaimana mempelajari arsitektur untuk seumur hidupnya. Jadi, saya tidak pernah meliburkan kelas karena mati lampu. Tidak ada listrik, ya kita belajar di luar. Dimanapun kita bisa belajar arsitektur.” Gunawan Tjahjono sebagai Maharsi Bisma. Bisma adalah begawan yang ambigu, dia sebagai begawan (brahmana) tetapi masih menyandang kedudukan sebagai panglima perang (sebagai ksatria), bahkan ketika perang Bharatayudha menjadi panglima kurawa menghadapi Pandhawa. Maharsi Bisma adalah begawan yang nyata, nyata ada di dua dunia, karena dia sebagai pendidik bergelar profesor, sekaligus arsitek (dan keduanya berimbang), dan dialah “Sang Begawan yang Seimbang”.

Anas Hidayat + Realrich Sjarief | Monochrome | Bahasa |
134 | ISBN 978-602-5615-75-7 | Release Date May, 2019

Price: Rp172.050,-

Books Recommendation

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading