Experiencing – Damare Lazuardi

Experiencing Guha: Damare Lazuardi

Di tengah keseharian yang sering berjalan begitu cepat, kita jarang memberi waktu untuk benar-benar berhenti sejenak. Padahal terkadang justru saat kita melambat, kita mulai melihat hal-hal yang sebelumnya terlewat, dan memaknai sesuatu dengan cara yang berbeda.

Dalam Experiencing kali ini, kami berkesempatan menyambut Kak @rerelazuardi untuk mengalami ruang bersama di Guha Boboto. Sebagai lulusan sosiologi, ia membaca ruang dengan kacamata ilmunya sendiri: bukan hanya sebagai bentuk atau estetika, melainkan sebagai tempat hubungan antarmanusia. Bagi seorang yang terbiasa memikirkan masyarakat, sebuah bangunan bukan sekadar benda; ia panggung tempat orang bertemu, saling terhubung. Cara pandang tersebut membuat perjalanan terasa istimewa, karena ia melihat hal-hal yang tidak selalu kami sadari sendiri

Perjalanan perlahan hari itu membuat kami memahami cerita yang tersimpan di setiap ruang, bagaimana setiap keputusan lahir melalui proses berpikir yang panjang. Guha Boboto punya sejarah dan cerita dari setiap generasi yang pernah singgah dan tumbuh di dalamnya. Menyusurinya perlahan berarti ikut mendengarkan lapisan-lapisan cerita itu.

Rere bercerita bahwa perjalanan hari itu membuatnya belajar dankembali berefleksi. Ia menemukan sesuatu yang terasa seperti angin segar, bukan karena ruang ini memberi semua jawaban, melainkan karena ia melihat bagaimana setiap keputusan dalam arsitektur dipikirkan dengan sungguh-sungguh.

Ada satu hal yang mengendap dari perbincangan itu. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu terdorong untuk bergerak, mencari, dan bertemu dengan yang lain. Karena itu, ruang yang baik bukan sekadar menghadirkan bentuk, tetapi menyediakan jeda: tempat untuk bernapas, dan kembali terhubung dengan hal-hal yang bermakna.

Terima kasih, Kak Rere, Refleksi ini membuat kami terus ingin mendengarkan cerita dari setiap orang yang datang, sebab setiap perjumpaan selalu meninggalkan cara baru bagi kami untuk memandang ruang yang sama. Semoga pengalaman ini tetap tinggal sebagai bagian kecil dari perjalanan yang terus bertumbuh, dan semoga kami dapat kembali menyambut di kesempatan berikutnya.

#OMAHLibrary #LearningThroughSpace #GuhaTheGuild


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Book Donation – Sahabat OMAH Library

Tidak semua kebaikan ingin dikenali. Ada yang memilih hadir dengan tenang, menitipkan buku-buku yang pernah menemaninya, lalu membiarkan perjalanan berikutnya dimulai oleh orang lain. Barangkali, di situlah kami kembali belajar bahwa nilai sebuah buku tidak berhenti ketika selesai dibaca. Ia justru terus hidup ketika dibuka oleh pembaca berikutnya. Pada 26…

Experiencing – Jamie

Tidak semua pertemuan diawali dengan rencana yang panjang. Terkadang, semuanya berawal dari rasa penasaran saat mencari sesuatu, lalu berakhir menjadi sebuah pertemuan yang membuka percakapan baru. Perjalanan kali ini mempertemukan kami dengan @jienn.w, yang berasal dari Taiwan dan telah beberapa tahun tinggal serta bekerja di Indonesia. Saat sedang mencari sebuah…

Bittersweet Memories In Design Experience I 66. Ren Katili

Bittersweet Memories in Design Experience- Episode 66 Membangun kepercayaan publik dan merespons tantangan iklim tropis bukanlah hal yang mudah bagi seorang arsitek. Menanamkan trust agar masyarakat yakin dan menghargai kekayaan sebuah gagasan adalah proses panjang yang sejatinya sudah harus dirajut jauh sebelum sebuah biro resmi berdiri. Bagi mahasiswa dan arsitek…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a comment