Experiencing – Damare Lazuardi

Experiencing Guha: Damare Lazuardi

Di tengah keseharian yang sering berjalan begitu cepat, kita jarang memberi waktu untuk benar-benar berhenti sejenak. Padahal terkadang justru saat kita melambat, kita mulai melihat hal-hal yang sebelumnya terlewat, dan memaknai sesuatu dengan cara yang berbeda.

Dalam Experiencing kali ini, kami berkesempatan menyambut Kak @rerelazuardi untuk mengalami ruang bersama di Guha Boboto. Sebagai lulusan sosiologi, ia membaca ruang dengan kacamata ilmunya sendiri: bukan hanya sebagai bentuk atau estetika, melainkan sebagai tempat hubungan antarmanusia. Bagi seorang yang terbiasa memikirkan masyarakat, sebuah bangunan bukan sekadar benda; ia panggung tempat orang bertemu, saling terhubung. Cara pandang tersebut membuat perjalanan terasa istimewa, karena ia melihat hal-hal yang tidak selalu kami sadari sendiri

Perjalanan perlahan hari itu membuat kami memahami cerita yang tersimpan di setiap ruang, bagaimana setiap keputusan lahir melalui proses berpikir yang panjang. Guha Boboto punya sejarah dan cerita dari setiap generasi yang pernah singgah dan tumbuh di dalamnya. Menyusurinya perlahan berarti ikut mendengarkan lapisan-lapisan cerita itu.

Rere bercerita bahwa perjalanan hari itu membuatnya belajar dankembali berefleksi. Ia menemukan sesuatu yang terasa seperti angin segar, bukan karena ruang ini memberi semua jawaban, melainkan karena ia melihat bagaimana setiap keputusan dalam arsitektur dipikirkan dengan sungguh-sungguh.

Ada satu hal yang mengendap dari perbincangan itu. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu terdorong untuk bergerak, mencari, dan bertemu dengan yang lain. Karena itu, ruang yang baik bukan sekadar menghadirkan bentuk, tetapi menyediakan jeda: tempat untuk bernapas, dan kembali terhubung dengan hal-hal yang bermakna.

Terima kasih, Kak Rere, Refleksi ini membuat kami terus ingin mendengarkan cerita dari setiap orang yang datang, sebab setiap perjumpaan selalu meninggalkan cara baru bagi kami untuk memandang ruang yang sama. Semoga pengalaman ini tetap tinggal sebagai bagian kecil dari perjalanan yang terus bertumbuh, dan semoga kami dapat kembali menyambut di kesempatan berikutnya.

#OMAHLibrary #LearningThroughSpace #GuhaTheGuild


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

PMI #45 – Herman Thomas Karsten: Arsitektur Bastar – Priyo Pratikno

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #45. Episode kali ini bersama Pak Priyo Pratikno, mengangkat tema: “Herman Thomas Karsten: Arsitektur Bastar” Bastar merupakan entitas baru yang terbentuk dari penyatuan dua elemen dalam oposisi biner walau sering kali berkonotasi negatif. Dalam kerangka berpikir Barat, proses…

PMI #42 – Tektonika Retikulasi dan Tektonika Kuno-Kini – Dani Hermawan, Cahyo Novianto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #42. Ini episode kedua dari seri Tektonika Kayu untuk Arsitektur Kayu Masa Depan, dan terbagi dalam dua paparan: ▫️Paparan 1 bersama Dani Hermawan, dengan tema: “Tektonika Retikulasi” “Tektonika Retikulasi” merupakan eksplorasi yang mempertemukan komputasi, ketukangan, dan rekayasa material…

Bittersweet Memories In Design Experience | 68. Anton Siura

Di tengah pesatnya urbanisasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tantangan perubahan iklim, membangun lanskap tidak lagi sekadar urusan estetika. Ia adalah upaya merajut ketahanan. Menjaga kesadaran itu bukanlah proses yang singkat, dan bagi Anton Siura, hal tersebut telah menjadi perjalanan profesionalnya selama lebih dari dua dekade. Dalam kultur industri yang sering…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a Reply